INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

BUMN Bekali Siswa Maluku Wawasan Moda Transportasi Terintegrasi

INSTRAN.org - Sebanyak 23 pelajar asal Maluku yang mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) diajak untuk menjajal moda transportasi darat...

BPTJ Buat Program 'Jalan Hijau', Ajak Warga Pakai Transportasi Umum

INSTRAN.org  - Badan Pengelola Tranportasi Jabodetabek (BPTJ) memperkenalkan program bernama 'Jalan Hijau'. Kepala BPTJ, Bambang Prihartono,...

Menakar Kebijakan Ganjil Genap Tanpa Diskriminasi

INSTRAN.org - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bermaksud memperluas kebijakan ganjil genap untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Rencananya,...

Sepeda Motor Dibatasi, Pengguna Angkutan Umum Meningkat

INSTRAN.org - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor mendapat apresiasi. Pembatasan...

Tahun Depan, Sepeda Motor Wajib di Lajur Khusus

INSTRAN.org - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan kanalisasi bagi pengendara sepeda motor di jalur ganjil genap pada 2020. Lajur khusus...

  • BUMN Bekali Siswa Maluku Wawasan Moda Transportasi Terintegrasi

    Tuesday, 20 August 2019 10:43
  • BPTJ Buat Program 'Jalan Hijau', Ajak Warga Pakai Transportasi Umum

    Monday, 19 August 2019 12:21
  • Menakar Kebijakan Ganjil Genap Tanpa Diskriminasi

    Monday, 19 August 2019 10:15
  • Sepeda Motor Dibatasi, Pengguna Angkutan Umum Meningkat

    Thursday, 15 August 2019 11:55
  • Tahun Depan, Sepeda Motor Wajib di Lajur Khusus

    Thursday, 15 August 2019 11:50

Metropolitan

BUMN Bekali Siswa Maluku Wawasan Moda Transportasi Terintegrasi
Tuesday, 20 August 2019
INSTRAN.org - Sebanyak 23 pelajar asal Maluku yang mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) diajak untuk menjajal moda transportasi darat terintegrasi yang ada di Jakarta. Adapun moda... Read more...
BPTJ Buat Program 'Jalan Hijau', Ajak Warga Pakai Transportasi Umum
Monday, 19 August 2019
INSTRAN.org  - Badan Pengelola Tranportasi Jabodetabek (BPTJ) memperkenalkan program bernama 'Jalan Hijau'. Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, mengungkapkan program ini mengajak masyarakat mengurangi... Read more...
Menakar Kebijakan Ganjil Genap Tanpa Diskriminasi
Monday, 19 August 2019
INSTRAN.org - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bermaksud memperluas kebijakan ganjil genap untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Rencananya, kebijakan ini akan diterapkan pada setiap Senin sampai... Read more...
Sepeda Motor Dibatasi, Pengguna Angkutan Umum Meningkat
Thursday, 15 August 2019
INSTRAN.org - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor mendapat apresiasi. Pembatasan bagi sepeda motor akan meningkatkan penggunaan... Read more...
Tahun Depan, Sepeda Motor Wajib di Lajur Khusus
Thursday, 15 August 2019
INSTRAN.org - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan kanalisasi bagi pengendara sepeda motor di jalur ganjil genap pada 2020. Lajur khusus sepeda motor diberlakukan tahun depan guna... Read more...
DKI Dukung Tilang Elektronik di Jalur Bus Transjakarta PDF Print E-mail
Monday, 18 February 2019 11:39
INSTRAN.org - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mensterilisasikan jalur Bus Transjakarta (busway) dari kendaraan pribadi. Penegakan hukum elektronik dilakukan sebagai pendalaman untuk sterilisasi di jalur bus tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Jakarta, Sigit Widiatmoko mengatakan, sterilisasi jalur Bus Transjakarta sudah menjadi konsern utama. Sehingga travel time perjalanan Bus Transjakarta bisa optimal. Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukannya, mulai dari penempatan petugas jalur di inget jalur bus TransJakarta, Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Ditlantas Polda Metro Jaya untuk pengamanan jalur maupun pemasangan MCB jalur khusus bus.

"Salah satu yang saat ini dilakukan pendalaman sebagai upaya sterilisasi adalah dengan menerapkan penegakkan hukum elektronik pada pelanggaran jalur khusus Transjakarta dengan memanfaatkan CCTV yg ada baik di bus maupun halte TransJakarta," kata Sigit Widyatmoko saat dihubungi, kemarin.

Sigit menjelaskan, belum sterilnya jalur bus disebabkan karena masih terdapatnya pembangunan infrastruktur yang mengakibatkan pengurangan ataupun pengalihan jalur sehingga jalur khusus Bus Transjakarta harus berbagi dengan pengguna moda lainnya. Hal itu tentu berpengaruh terhadap travel time tersebut.

Selain itu, kata Sigit, belum optimalny penegakan hukum juga menjadi sebab masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara lain untuk memasuki jalur bus. Dia pun berharap dengan adanya penegakan hukum secara elektronik yang akan diterapkan nanti.

"Kami tentunya mendukung Ditlantas Polda Metro dengan membangun infrastrukturnya," pungkasnya.

Kepala Humas PT TransJakarta Wibowo menuturkan, beberapa waktu laku, PT TransJakarta bersama Polda Metro Jaya juga telah melakukan penadantangan MoU perpanjangan BKO yang sebelumnya telah dilakukan pada 2015 lalu. Menurutnya, Kerja sama Transjakarta dengan Polda Metro Jaya telah mendukung program sterilisasi Transjakarta. Seperti komitmen waktu tempuh 35 menit untuk rute Rawa Buaya-Harmoni, Pulogadung-Tosari dan Rawamangun-Sudirman.

"Konsitensi penindakan pelanggar jalur bus TransJakarta dan jumlah personil merupakan hak kepolisian. Kami tidak bisa mengintervensi," ujarnya.

Wibowo menjelaskan, point yang tertuang dalam MoU yaitu berupa penindakan pelanggar jalur Transjakarta, pengamanan area Transjakarta, pertukaran data dan informasi, hingga pendidikan maupun pelatihan. 

Dengan adanya MoU tersebut, wibowo berharap petugas palang pintu jalur bus TransJakarta dapat lebih berani menghadapi tekanan-tekanan pengendara pribadi yang masuk ke dalam jalur. Sehingga, waktu tempuh bus dari utara ke selatan ataupun dari barat ke timur bisa dicapai dalam waktu 35 menit. 

"Polisi memberikan pelatihan kepada petugas agar ketika ada intimidasi, petugas bisa mengantisipasinya," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto pesimis kerja sama dengan pihak kepolisian membuat jalur bus TransJakarta steril. Menurutnya, selama penindakan hukum elektronik masih manual dan tidak ada konsistensi, penindakan hanya menjadi pungutan liar (pungli).

Leksmono menjelaskan, sterilisasi merupakan langkah pendukung untuk mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan mengurangi kecelakaan kendaraan pribadi yang tertabrak di jalur bus dan mengurangi tugas polisi. Namun,‎ pemasangan MCB yang dilakukan sebagai separator Bus Way itu bukanlah solusi untuk sterilisasi. Menurutnya, sterilisasi jalur akan efektif apabila frekuensi bus sesuai dengan SPM yakni sekitar 2-3 menit.

Untuk itu Leksmono berharap agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT TransJakarta segera mengoptimalkan operator-oepratornya sesuai dengan SPM, mengingat saat ini frekuensi bus mencapai 7 sampai 30 menit.

"PT Transportasi Jakarta harus segera mendatangkan bus. Untuk koridor yang belum terpasang, saya harap dipenuhi juga oleh bus. Saya yakin tidak akan ada yang berani melintas kalau bus setiap 2-3 menit melintas dan pengendara pribadi juga pastinya berpindah ke Bus," pungkasnya.


Sumber : Sindonews.com, Minggu 17 Februari 2019 

https://metro.sindonews.com/read/1379565/170/dki-dukung-tilang-elektronik-di-jalur-bus-transjakarta-1550409155

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2812
mod_vvisit_counterYesterday3713
mod_vvisit_counterThis week6525
mod_vvisit_counterThis month68326
mod_vvisit_counterAll5873008
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download