INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Tarif Ojek Online Kini Lebih Pasti

INSTRAN.org – Penetapan tarif ojek online (ojol) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberikan kepastian kepada masyarakat dan mitra...

Jalan Panjang Kelahiran MRT Jakarta

Oleh HELENA F NABABANINSTRAN.org - Irfan (40), warga Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, cukup kaget dengan infrastruktur MRT Jakarta. Ia menilai...

Wow, Akhirnya MRT Terwujud Jua

Oleh HELENA F NABABAN/DIAN DEWI PURNAMASARIINSTRAN.org - Kehadiran kereta moda raya terpadu tak ayal mengundang decak kagum para penggunanya. Stasiun...

Selamat Datang MRT Pertama Indonesia

Setelah menanti lebih dari 30 tahun, MRT beroperasi di Jakarta. Ini babak baru layanan transportasi publik perkotaan di Indonesia.INSTRAN.org - ...

Bus Listrik Segera Diuji Coba di Jakarta

Oleh HELENA F NABABAN/IRENE SARWINDANINGRUMINSTRAN.org — PT Transportasi Jakarta bakal menguji coba bus listrik di rute nonkoridor selama 6 bulan. Bus...

  • Tarif Ojek Online Kini Lebih Pasti

    Tuesday, 26 March 2019 10:05
  • Jalan Panjang Kelahiran MRT Jakarta

    Monday, 25 March 2019 12:06
  • Wow, Akhirnya MRT Terwujud Jua

    Monday, 25 March 2019 10:11
  • Selamat Datang MRT Pertama Indonesia

    Monday, 25 March 2019 10:09
  • Bus Listrik Segera Diuji Coba di Jakarta

    Friday, 22 March 2019 10:27

Metropolitan

Tarif Ojek Online Kini Lebih Pasti
Tuesday, 26 March 2019
INSTRAN.org – Penetapan tarif ojek online (ojol) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberikan kepastian kepada masyarakat dan mitra pengemudi. Meski demikian, jangan sampai patokan tarif... Read more...
Jalan Panjang Kelahiran MRT Jakarta
Monday, 25 March 2019
Oleh HELENA F NABABANINSTRAN.org - Irfan (40), warga Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, cukup kaget dengan infrastruktur MRT Jakarta. Ia menilai infrastruktur MRT Jakarta modern dan sangat bagus.... Read more...
Wow, Akhirnya MRT Terwujud Jua
Monday, 25 March 2019
Oleh HELENA F NABABAN/DIAN DEWI PURNAMASARIINSTRAN.org - Kehadiran kereta moda raya terpadu tak ayal mengundang decak kagum para penggunanya. Stasiun yang modern, kereta yang nyaman, dan perjalanan... Read more...
Selamat Datang MRT Pertama Indonesia
Monday, 25 March 2019
Setelah menanti lebih dari 30 tahun, MRT beroperasi di Jakarta. Ini babak baru layanan transportasi publik perkotaan di Indonesia.INSTRAN.org -  Presiden Joko Widodo meresmikan beroperasinya Moda... Read more...
Bus Listrik Segera Diuji Coba di Jakarta
Friday, 22 March 2019
Oleh HELENA F NABABAN/IRENE SARWINDANINGRUMINSTRAN.org — PT Transportasi Jakarta bakal menguji coba bus listrik di rute nonkoridor selama 6 bulan. Bus ramah lingkungan ini diharapkan ikut... Read more...
DKI Dukung Tilang Elektronik di Jalur Bus Transjakarta PDF Print E-mail
Monday, 18 February 2019 11:39
INSTRAN.org - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mensterilisasikan jalur Bus Transjakarta (busway) dari kendaraan pribadi. Penegakan hukum elektronik dilakukan sebagai pendalaman untuk sterilisasi di jalur bus tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Jakarta, Sigit Widiatmoko mengatakan, sterilisasi jalur Bus Transjakarta sudah menjadi konsern utama. Sehingga travel time perjalanan Bus Transjakarta bisa optimal. Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukannya, mulai dari penempatan petugas jalur di inget jalur bus TransJakarta, Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Ditlantas Polda Metro Jaya untuk pengamanan jalur maupun pemasangan MCB jalur khusus bus.

"Salah satu yang saat ini dilakukan pendalaman sebagai upaya sterilisasi adalah dengan menerapkan penegakkan hukum elektronik pada pelanggaran jalur khusus Transjakarta dengan memanfaatkan CCTV yg ada baik di bus maupun halte TransJakarta," kata Sigit Widyatmoko saat dihubungi, kemarin.

Sigit menjelaskan, belum sterilnya jalur bus disebabkan karena masih terdapatnya pembangunan infrastruktur yang mengakibatkan pengurangan ataupun pengalihan jalur sehingga jalur khusus Bus Transjakarta harus berbagi dengan pengguna moda lainnya. Hal itu tentu berpengaruh terhadap travel time tersebut.

Selain itu, kata Sigit, belum optimalny penegakan hukum juga menjadi sebab masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara lain untuk memasuki jalur bus. Dia pun berharap dengan adanya penegakan hukum secara elektronik yang akan diterapkan nanti.

"Kami tentunya mendukung Ditlantas Polda Metro dengan membangun infrastrukturnya," pungkasnya.

Kepala Humas PT TransJakarta Wibowo menuturkan, beberapa waktu laku, PT TransJakarta bersama Polda Metro Jaya juga telah melakukan penadantangan MoU perpanjangan BKO yang sebelumnya telah dilakukan pada 2015 lalu. Menurutnya, Kerja sama Transjakarta dengan Polda Metro Jaya telah mendukung program sterilisasi Transjakarta. Seperti komitmen waktu tempuh 35 menit untuk rute Rawa Buaya-Harmoni, Pulogadung-Tosari dan Rawamangun-Sudirman.

"Konsitensi penindakan pelanggar jalur bus TransJakarta dan jumlah personil merupakan hak kepolisian. Kami tidak bisa mengintervensi," ujarnya.

Wibowo menjelaskan, point yang tertuang dalam MoU yaitu berupa penindakan pelanggar jalur Transjakarta, pengamanan area Transjakarta, pertukaran data dan informasi, hingga pendidikan maupun pelatihan. 

Dengan adanya MoU tersebut, wibowo berharap petugas palang pintu jalur bus TransJakarta dapat lebih berani menghadapi tekanan-tekanan pengendara pribadi yang masuk ke dalam jalur. Sehingga, waktu tempuh bus dari utara ke selatan ataupun dari barat ke timur bisa dicapai dalam waktu 35 menit. 

"Polisi memberikan pelatihan kepada petugas agar ketika ada intimidasi, petugas bisa mengantisipasinya," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto pesimis kerja sama dengan pihak kepolisian membuat jalur bus TransJakarta steril. Menurutnya, selama penindakan hukum elektronik masih manual dan tidak ada konsistensi, penindakan hanya menjadi pungutan liar (pungli).

Leksmono menjelaskan, sterilisasi merupakan langkah pendukung untuk mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan mengurangi kecelakaan kendaraan pribadi yang tertabrak di jalur bus dan mengurangi tugas polisi. Namun,‎ pemasangan MCB yang dilakukan sebagai separator Bus Way itu bukanlah solusi untuk sterilisasi. Menurutnya, sterilisasi jalur akan efektif apabila frekuensi bus sesuai dengan SPM yakni sekitar 2-3 menit.

Untuk itu Leksmono berharap agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT TransJakarta segera mengoptimalkan operator-oepratornya sesuai dengan SPM, mengingat saat ini frekuensi bus mencapai 7 sampai 30 menit.

"PT Transportasi Jakarta harus segera mendatangkan bus. Untuk koridor yang belum terpasang, saya harap dipenuhi juga oleh bus. Saya yakin tidak akan ada yang berani melintas kalau bus setiap 2-3 menit melintas dan pengendara pribadi juga pastinya berpindah ke Bus," pungkasnya.


Sumber : Sindonews.com, Minggu 17 Februari 2019 

https://metro.sindonews.com/read/1379565/170/dki-dukung-tilang-elektronik-di-jalur-bus-transjakarta-1550409155

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1679
mod_vvisit_counterYesterday3808
mod_vvisit_counterThis week5487
mod_vvisit_counterThis month89046
mod_vvisit_counterAll5340343
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download