INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Normal Baru, Organda: Sektor Transportasi Tak Serta-merta Pulih

INSTRAN.org — Organisasi Angkutan Darat menilai para pengusaha angkutan darat mesti melakukan inovasi jasanya guna menyesuaikan dengan normal baru...

Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi Darat

INSTRAN.org - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan transportasi darat pascahari raya...

Jika Larangan Mudik Selesai, Transportasi Akan Tetap Dibatasi?

INSTRAN.org - Pemerintah telah melarang mudik sejak 24 April lalu, penjagaan transportasi pun diperketat apalagi untuk ke luar daerah. Hal ini...

Banyak yang Lagi Ngebet, Emang dari Mana Sih Asal-usul Istilah Mudik dan Lebaran?

INSTRAN.org - Di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini banyak orang lagi ngebet karena nggak bisa mudik.

Pengusaha dan Awak Angkutan Perlu Stimulus

INSTRAN.org - Pemerintah diminta menyelamatkan pengusaha dan awak angkutan umum yang terdampak pandemi Covid-19.

  • Normal Baru, Organda: Sektor Transportasi Tak Serta-merta Pulih

    Wednesday, 27 May 2020 10:16
  • Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi Darat

    Wednesday, 27 May 2020 10:07
  • Jika Larangan Mudik Selesai, Transportasi Akan Tetap Dibatasi?

    Wednesday, 27 May 2020 10:03
  • Banyak yang Lagi Ngebet, Emang dari Mana Sih Asal-usul Istilah Mudik dan Lebaran?

    Tuesday, 26 May 2020 10:44
  • Pengusaha dan Awak Angkutan Perlu Stimulus

    Tuesday, 26 May 2020 09:54

Metropolitan

Normal Baru, Organda: Sektor Transportasi Tak Serta-merta Pulih
Wednesday, 27 May 2020
INSTRAN.org — Organisasi Angkutan Darat menilai para pengusaha angkutan darat mesti melakukan inovasi jasanya guna menyesuaikan dengan normal baru yang akan berlaku. Read more...
Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi Darat
Wednesday, 27 May 2020
INSTRAN.org - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan transportasi darat pascahari raya Idulfitri 1441 Hijriah di perbatasan Bekasi-Karawang... Read more...
Jika Larangan Mudik Selesai, Transportasi Akan Tetap Dibatasi?
Wednesday, 27 May 2020
INSTRAN.org - Pemerintah telah melarang mudik sejak 24 April lalu, penjagaan transportasi pun diperketat apalagi untuk ke luar daerah. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya Permenhub Nomor 25 Tahun... Read more...
Banyak yang Lagi Ngebet, Emang dari Mana Sih Asal-usul Istilah Mudik dan Lebaran?
Tuesday, 26 May 2020
INSTRAN.org - Di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini banyak orang lagi ngebet karena nggak bisa mudik. Read more...
Pengusaha dan Awak Angkutan Perlu Stimulus
Tuesday, 26 May 2020
INSTRAN.org - Pemerintah diminta menyelamatkan pengusaha dan awak angkutan umum yang terdampak pandemi Covid-19. Read more...
Tol Yang Kurang Sejalan PDF Print E-mail
Monday, 13 January 2020 10:42
INSTRAN.org - Penambahan enam ruas tol dalam kota bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta. Di sisi lain, tol dinilai kurang sejalan dengan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi dan berpotensi meningkatkan pencemaran udara.

Usulan pembangunan enam ruas tol muncul pada 2005. Namun usulan proyek itu tak kunjung dikerjakan dan sempat menuai polemik.

Titik terang pembangunan enam ruas tol itu mulai terlihat setelah pemerintah pusat mengambil alih proyek dari Pemprov DKI Jakarta. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Perubahan Nomor 58 Tahun 2017 yang kemudian direvisi melalui Perpres nomor 56 Tahun 2018.

Proyek enam tol baru itu meliputi Kampung Melayu-Kemayoran (9,6 km), Semanan-Sunter (20,2 km), Kampung Melayu-Duripulo (12,7 km), Sunter-Pulogebang (9,4 km), Ulujami-Tanah Abang (8,7 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,2 km).

Saat ini, proses pengerjaan proyek terbagi dalam tiga seksi sepanjang 31,1 kilometer. Jumlah itu baru separuh dari total keseluruhan ruas tol yang memiliki panjang 69,8 kilometer.

Pembangunan enam ruas tol baru dipandang positif oleh hampir 60 persen responden jajak pendapat Kompas akhir Desember lalu. Lebih dari separuh dukungan berasal dari responden pengguna tol.

Tol baru itu dinilai akan membantu memecah kepadatan lalu lintas barat-timur Jakarta dan menambah kapasitas tol yang ada saat ini.

Selain itu, tol berkonstruksi layang tersebut akan menjadi jalur alternatif logistik barat-timur yang sudah padat. Saat ini, hanya ada dua tol di jalur tersebut, yaitu Tol Pelabuhan dan Tol Lingkar Luar (JORR).

Selain mengurangi beban tol dalam kota, enam ruas tol baru tersebut dianggap bisa mengurai kemacetan di ibu kota. Hal itu disampaikan oleh 64 persen responden.

Proyek enam ruas tol dalam kota akan menambah satu persen panjang jalan dari total panjang jalan nasional dan provinsi (6.956 kilometer) dan 3,7 persen dari total jalan di Jakarta yang seluas 48,5 juta meter persegi.

Tidak mendukung

Akan tetapi, tidak semua responden mempunyai pandangan positif. Sekitar 36 persen responden justru menyatakan pendapat berbeda. Penambahan tol baru dinilai akan menambah beban lalu lintas dalam kota dan meningkatkan pergerakan mobil masuk ke pusat kota.

Pembangunan tol baru juga tidak akan mengurai kemacetan secara efektif seperti dinyatakan sekitar seperempat lebih responden. Alasannya, jika jalan bertambah, akan memicu penambahan kendaraan pribadi. Simpul-simpul kemacetan baru diperkirakan muncul seiring meningkatnya kendaraan pribadi.

Jika enam ruas tol baru ini selesai dibangun, penambahan jalan tidak akan signifikan memenuhi kebutuhan lalu lintas kendaraan bermotor di ibu kota. Pertumbuhan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan pribadi yang mencapai 5-7 persen per tahun.

Penambahan tol baru dikhawatirkan akan meningkatkan polusi udara dan berdampak pada kesehatan masyarakat. Hal itu dinyatakan oleh hampir 47 persen responden.

Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) tahun 2016 pernah memperkirakan keseluruhan tol di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sepanjang 565 kilometer menghasilkan karbondioksida (CO2) sekitar 16,62 juta ton per tahun.

Jika ditambah dengan adanya enam ruas tol baru ini, kontribusi karbodioksida akan bertambah sekitar 3 juta ton per tahun.

Bukan prioritas

Kendati tol baru dalam kota bisa mengurangi kemacetan, namun hanya sebagian kecil responden yang menganggapnya sebagai prioritas utama. Jalan baru yang dibangun tak akan mampu menampung jumlah dan pertumbuhan kendaraan yang beredar.

Kebijakan pembatasan kendaraan pribadi justru dinilai oleh tiga dari lima responden sebagai prioritas utama dalam menyelesaikan persoalan kemacetan. Kebijakan pembatasan kendaraan pribadi itu meliputi sistem ganjil-genap, pajak progresif, maupun sistem jalan berbayar (electronic road pricing/ERP).

Kebijakan pembatasan kendaraan pribadi bisa dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum. Menurut catatan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, sebulan setelah perluasan kebijakan ganjil-genap, September 2019, jumlah penumpang bus transjakarta naik 12 persen.

Cara lain dengan membuat transportasi umum menjadi menarik, yakni dengan membuat angkutan umum menjadi lebih mudah diakses, nyaman, dan berkualitas. Hal itu disampaikan oleh 32 persen responden.

Menurut studi Transjakarta, sekitar 73 persen penduduk sudah bisa mengakses angkutan JakLingko kurang dari 500 meter dari tempat tinggal mereka. Hal itu berarti angkutan umum sudah semakin mendekati masyarakat. Kondisi bus yang nyaman dengan fasilitas pendingin ruangan juga semakin menarik minat warga untuk menggunakannya.

Mengurai kemacetan di DKI Jakarta memang bukan perkara mudah. Pembangunan ruas tol baru bukanlah solusi utama. Saat ini yang dibutuhkan adalah kehadiran transportasi massal yang memadai dan dibarengi dengan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi.


Sumber : Kompas, Minggu 12 Januari 2020

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1570
mod_vvisit_counterYesterday3434
mod_vvisit_counterThis week10727
mod_vvisit_counterThis month91075
mod_vvisit_counterAll6775038
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download