INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Wacana roda dua diatur dalam RUU LLAJ masih bergulir

INSTRAN.org - Ojek online (Ojol) saat ini menjadi alternatif angkutan masyarakat khususnya perkotaan, karena itu Komisi V DPR RI membuka peluang...

Daerah Perlu Penerapan Transportasi Massal, Contohlah MRT Jakarta

INSTRAN.org - Pengamat Perkotaan Mulya Amri menilai pentingnya sistem transportasi massal yang terintegrasi di kota-kota besar Tanah Air. Menurut dia,...

Masyarakat Kini Lebih Menyukai Transportasi Umum

INSTRAN.org - Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menyebutkan terjadi perubahan pola hidup masyarakat yang lebih memilih untuk...

Revisi UU Lalu Lintas, DPR Tolak Motor Jadi Angkutan Umum

INSTRAN.org - Komisi V DPR RI berencana untuk tidak menetapkan sepeda motor menjadi alat transportasi umum. Keputusan itu muncul dalam pembahasan...

Respons Ojol setelah DPR Tolak Motor Jadi Angkutan Umum

INSTRAN.org - Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) ojek online (ojol) Indonesia Igun Wicaksono kecewa keputusan DPR yang bakal menolak...

  • Wacana roda dua diatur dalam RUU LLAJ masih bergulir

    Friday, 21 February 2020 11:09
  • Daerah Perlu Penerapan Transportasi Massal, Contohlah MRT Jakarta

    Friday, 21 February 2020 10:59
  • Masyarakat Kini Lebih Menyukai Transportasi Umum

    Friday, 21 February 2020 10:04
  • Revisi UU Lalu Lintas, DPR Tolak Motor Jadi Angkutan Umum

    Thursday, 20 February 2020 10:59
  • Respons Ojol setelah DPR Tolak Motor Jadi Angkutan Umum

    Thursday, 20 February 2020 10:53

Metropolitan

Wacana roda dua diatur dalam RUU LLAJ masih bergulir
Friday, 21 February 2020
INSTRAN.org - Ojek online (Ojol) saat ini menjadi alternatif angkutan masyarakat khususnya perkotaan, karena itu Komisi V DPR RI membuka peluang mengatur ojol melalui Revisi UU no 22/2019 tentang... Read more...
Daerah Perlu Penerapan Transportasi Massal, Contohlah MRT Jakarta
Friday, 21 February 2020
INSTRAN.org - Pengamat Perkotaan Mulya Amri menilai pentingnya sistem transportasi massal yang terintegrasi di kota-kota besar Tanah Air. Menurut dia, langkah yang selama ini dilakukan, yakni... Read more...
Masyarakat Kini Lebih Menyukai Transportasi Umum
Friday, 21 February 2020
INSTRAN.org - Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menyebutkan terjadi perubahan pola hidup masyarakat yang lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum. Hal itu  menjadi... Read more...
Revisi UU Lalu Lintas, DPR Tolak Motor Jadi Angkutan Umum
Thursday, 20 February 2020
INSTRAN.org - Komisi V DPR RI berencana untuk tidak menetapkan sepeda motor menjadi alat transportasi umum. Keputusan itu muncul dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu... Read more...
Respons Ojol setelah DPR Tolak Motor Jadi Angkutan Umum
Thursday, 20 February 2020
INSTRAN.org - Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) ojek online (ojol) Indonesia Igun Wicaksono kecewa keputusan DPR yang bakal menolak sepeda motor menjadi alat transportasi umum. Keputusan... Read more...
Tol Yang Kurang Sejalan PDF Print E-mail
Monday, 13 January 2020 10:42
INSTRAN.org - Penambahan enam ruas tol dalam kota bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta. Di sisi lain, tol dinilai kurang sejalan dengan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi dan berpotensi meningkatkan pencemaran udara.

Usulan pembangunan enam ruas tol muncul pada 2005. Namun usulan proyek itu tak kunjung dikerjakan dan sempat menuai polemik.

Titik terang pembangunan enam ruas tol itu mulai terlihat setelah pemerintah pusat mengambil alih proyek dari Pemprov DKI Jakarta. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Perubahan Nomor 58 Tahun 2017 yang kemudian direvisi melalui Perpres nomor 56 Tahun 2018.

Proyek enam tol baru itu meliputi Kampung Melayu-Kemayoran (9,6 km), Semanan-Sunter (20,2 km), Kampung Melayu-Duripulo (12,7 km), Sunter-Pulogebang (9,4 km), Ulujami-Tanah Abang (8,7 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,2 km).

Saat ini, proses pengerjaan proyek terbagi dalam tiga seksi sepanjang 31,1 kilometer. Jumlah itu baru separuh dari total keseluruhan ruas tol yang memiliki panjang 69,8 kilometer.

Pembangunan enam ruas tol baru dipandang positif oleh hampir 60 persen responden jajak pendapat Kompas akhir Desember lalu. Lebih dari separuh dukungan berasal dari responden pengguna tol.

Tol baru itu dinilai akan membantu memecah kepadatan lalu lintas barat-timur Jakarta dan menambah kapasitas tol yang ada saat ini.

Selain itu, tol berkonstruksi layang tersebut akan menjadi jalur alternatif logistik barat-timur yang sudah padat. Saat ini, hanya ada dua tol di jalur tersebut, yaitu Tol Pelabuhan dan Tol Lingkar Luar (JORR).

Selain mengurangi beban tol dalam kota, enam ruas tol baru tersebut dianggap bisa mengurai kemacetan di ibu kota. Hal itu disampaikan oleh 64 persen responden.

Proyek enam ruas tol dalam kota akan menambah satu persen panjang jalan dari total panjang jalan nasional dan provinsi (6.956 kilometer) dan 3,7 persen dari total jalan di Jakarta yang seluas 48,5 juta meter persegi.

Tidak mendukung

Akan tetapi, tidak semua responden mempunyai pandangan positif. Sekitar 36 persen responden justru menyatakan pendapat berbeda. Penambahan tol baru dinilai akan menambah beban lalu lintas dalam kota dan meningkatkan pergerakan mobil masuk ke pusat kota.

Pembangunan tol baru juga tidak akan mengurai kemacetan secara efektif seperti dinyatakan sekitar seperempat lebih responden. Alasannya, jika jalan bertambah, akan memicu penambahan kendaraan pribadi. Simpul-simpul kemacetan baru diperkirakan muncul seiring meningkatnya kendaraan pribadi.

Jika enam ruas tol baru ini selesai dibangun, penambahan jalan tidak akan signifikan memenuhi kebutuhan lalu lintas kendaraan bermotor di ibu kota. Pertumbuhan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan pribadi yang mencapai 5-7 persen per tahun.

Penambahan tol baru dikhawatirkan akan meningkatkan polusi udara dan berdampak pada kesehatan masyarakat. Hal itu dinyatakan oleh hampir 47 persen responden.

Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) tahun 2016 pernah memperkirakan keseluruhan tol di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sepanjang 565 kilometer menghasilkan karbondioksida (CO2) sekitar 16,62 juta ton per tahun.

Jika ditambah dengan adanya enam ruas tol baru ini, kontribusi karbodioksida akan bertambah sekitar 3 juta ton per tahun.

Bukan prioritas

Kendati tol baru dalam kota bisa mengurangi kemacetan, namun hanya sebagian kecil responden yang menganggapnya sebagai prioritas utama. Jalan baru yang dibangun tak akan mampu menampung jumlah dan pertumbuhan kendaraan yang beredar.

Kebijakan pembatasan kendaraan pribadi justru dinilai oleh tiga dari lima responden sebagai prioritas utama dalam menyelesaikan persoalan kemacetan. Kebijakan pembatasan kendaraan pribadi itu meliputi sistem ganjil-genap, pajak progresif, maupun sistem jalan berbayar (electronic road pricing/ERP).

Kebijakan pembatasan kendaraan pribadi bisa dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum. Menurut catatan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, sebulan setelah perluasan kebijakan ganjil-genap, September 2019, jumlah penumpang bus transjakarta naik 12 persen.

Cara lain dengan membuat transportasi umum menjadi menarik, yakni dengan membuat angkutan umum menjadi lebih mudah diakses, nyaman, dan berkualitas. Hal itu disampaikan oleh 32 persen responden.

Menurut studi Transjakarta, sekitar 73 persen penduduk sudah bisa mengakses angkutan JakLingko kurang dari 500 meter dari tempat tinggal mereka. Hal itu berarti angkutan umum sudah semakin mendekati masyarakat. Kondisi bus yang nyaman dengan fasilitas pendingin ruangan juga semakin menarik minat warga untuk menggunakannya.

Mengurai kemacetan di DKI Jakarta memang bukan perkara mudah. Pembangunan ruas tol baru bukanlah solusi utama. Saat ini yang dibutuhkan adalah kehadiran transportasi massal yang memadai dan dibarengi dengan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi.


Sumber : Kompas, Minggu 12 Januari 2020

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2158
mod_vvisit_counterYesterday3779
mod_vvisit_counterThis week19824
mod_vvisit_counterThis month64211
mod_vvisit_counterAll6420541
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download