INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Seandainya Grab dan Gojek Jadi Merger

INSTRAN.org - Baru-baru ini, berhembus kabar bahwa PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau yang lebih dikenal dengan Gojek dan Grab, berencana melakukan...

Menhub Beberkan Transportasi Masa Depan di Ibu Kota Baru

INSTRAN.org - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengupas rencana konektivitas ibu kota negara baru. Hal ini dilakukannya dalam acara Dialog...

Pengamat Transportasi Dukung Wacana Larangan Motor Kecil Melintas di Jalan Nasional, Begini Alasannya

INSTRAN.org - Beberapa waktu lalu Komisi V DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), membahas Penyusunan RUU Revisi Undang-Undang Nomor 22...

Terminal Barang Bisa Kurangi Peredaran Truk ODOL di Kota Besar

INSTRAN.org  – Truk ODOL (over dimension over load) memang banyak merugikan lingkungan sekitarnya. Tak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, truk ODOL...

Ini Penjelasan Lengkap soal Wacana Pembatasan Motor di Jalan Nasional

INSTRAN.org - Kabar adanya rencana pembatasan sepeda motor melintas di jalan nasional, menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan. 

  • Seandainya Grab dan Gojek Jadi Merger

    Thursday, 27 February 2020 10:37
  • Menhub Beberkan Transportasi Masa Depan di Ibu Kota Baru

    Wednesday, 26 February 2020 10:54
  • Pengamat Transportasi Dukung Wacana Larangan Motor Kecil Melintas di Jalan Nasional, Begini Alasannya

    Wednesday, 26 February 2020 10:49
  • Terminal Barang Bisa Kurangi Peredaran Truk ODOL di Kota Besar

    Tuesday, 25 February 2020 11:26
  • Ini Penjelasan Lengkap soal Wacana Pembatasan Motor di Jalan Nasional

    Tuesday, 25 February 2020 11:21

Metropolitan

Seandainya Grab dan Gojek Jadi Merger
Thursday, 27 February 2020
INSTRAN.org - Baru-baru ini, berhembus kabar bahwa PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau yang lebih dikenal dengan Gojek dan Grab, berencana melakukan aksi merger . Read more...
Menhub Beberkan Transportasi Masa Depan di Ibu Kota Baru
Wednesday, 26 February 2020
INSTRAN.org - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengupas rencana konektivitas ibu kota negara baru. Hal ini dilakukannya dalam acara Dialog Nasional 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara'. Read more...
Pengamat Transportasi Dukung Wacana Larangan Motor Kecil Melintas di Jalan Nasional, Begini Alasannya
Wednesday, 26 February 2020
INSTRAN.org - Beberapa waktu lalu Komisi V DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), membahas Penyusunan RUU Revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan... Read more...
Terminal Barang Bisa Kurangi Peredaran Truk ODOL di Kota Besar
Tuesday, 25 February 2020
INSTRAN.org  – Truk ODOL (over dimension over load) memang banyak merugikan lingkungan sekitarnya. Tak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, truk ODOL juga kerap merusak infrastruktur jalan raya.  Read more...
Ini Penjelasan Lengkap soal Wacana Pembatasan Motor di Jalan Nasional
Tuesday, 25 February 2020
INSTRAN.org - Kabar adanya rencana pembatasan sepeda motor melintas di jalan nasional, menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan.  Read more...
Peran Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Perlu Diperkuat PDF Print E-mail
Thursday, 13 February 2020 10:05
INSTRAN.org - Wacana pembentukan otoritas transportasi Jabodetabek (OTJ) berbentuk badan layanan umum (BLU) dinilai tidak tepat dan lebih baik memperkuat regulator yang sudah ada.

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan saat ini keberadaan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebagai otoritas yang mengelola urusan transportasi di Jabodebatek sudah sangat baik dan perlu dibesarkan.

"Kalau sekarang keberadaan BPTJ digugat karena tidak maksimal perannya untuk mengatasi masalah transportasi di wilayah Jabodetabek, maka itu bukan salah BPTJ, melainkan kesalahan politik yang tidak ingin ada lembaga baru setingkat menteri," paparnya kepada Bisnis, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, kalau ingin peran BPTJ dapat ditingkatkan, maka perlu diberbesar pula 'bajunya' dengan menambah anggaran dan otoritasnya. Dengan diperbesar menjadi OTJ seperti rencana awal maka peran BPTJ akan optimal.

Dengan demikian, tuturnya, pembentukan badan baru tidak diperlukan lagi karena badan baru akan tumpang tindih dengan BPTJ.

"Badan baru dalam bentuk BLU itu hanya cocok untuk operator, bukan regulator dan sekaligus eksekutor," tegasnya.

Dia bercerita sudah mengikuti perkembangan Kota Jakarta dan sekitarnya dengan wilayah aglomerasinya, atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Jabodetabek.

Dia mengingat kembali usulan Gubernur DKI Jakarta (1997 – 2007) Sutiyoso atau lebih dikenal dengan sebutan Bang Yos untuk membentu kawasan Megapolitan yang dikepala oleh seorang yang level menteri.

Sayangnya usulan Bang Yos tersebut disampaikan pada masa akhir masa jabatannya sehingga dicurigai sebagai akal-akalan mencari jabatan baru saja. Namun hasil kajiann JUTPI II (2010) yang merekomendasikan perlu dibentuk Otoritas Transportasi Jabodetabek (OTJ), secara tidak langsung membenarkan usuan Bang Yos tesebut.

Pada kurun 2010-2011 atas dorongan UKP4, Kementerian Koordinator Perekonomian giat untuk menginisasi pembentukan OTJ.

"Beberapa kali saya ikut rapat mengenai rencana pembentukan OTJ tersebut sampai ada draf Rencana Peraturan Presiden (Raperpres) tentang OT. Namun setelah draf Raperpres selesai, konon Kementerian Perhubungan dan Pemprov DKI Jakarta tidak setuju karena ada kewenangan-kewenangan mereka yang akan diambil oleh OTJ," terangnya.

Akhirnya, pada saat Jokowi menjadi Presiden, dia memerintahkan mewujudkan badan tersebut. Namun, karena terlanjur termakan oleh komitmennya sendiri untuk tidak membentuk badan baru setingkat kementerian, maka solusinya adalah membentuk badan setingkat direktorat jendral di bawah Kementerian Perhubungan.

Pembentukan badan ini diserahkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan di bawah kepemimpinan Elly Adriana Sinaga dan kemudiaan dibantu oleh MTI di bawah kepemimpinan Danang Parikesit.

"Saya tergabung dalam tim MTI ini menyiapkan draf Raperpres Pembentukan BPTJ, Penyusunan struktur kelembagaan BPTJ, dan draf RITJ yang kemudian menjadi Perpres No. 55/2018," paparnya.

Kepala BPTJ Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti mengungkapkan pihaknya belum dapat bicara banyak terkait pembentukan otoritas transportasi Jabodetabek ke depan.

Menurutnya, mengenai organisasi sudah banyak dibahas melalui Sekretaris negara, Sekretaris Kabinet dan Bappenas dengan berbagai macam bentuk yang disesuaikan dengan studi dari negara lain seperti badan otoritas.

"Jadi fungsinya berbentuk holding company, Kami inginnya ada penguatan fungsi organisasi, sehingga kami lebih siginifikan perannya dalam tata transportasi di Jabodetabek," paparnya.


Sumber : Bisnis.com, 11 Februari 2020

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200211/98/1199965/peran-badan-pengelola-transportasi-jabodetabek-perlu-diperkuat

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1811
mod_vvisit_counterYesterday2985
mod_vvisit_counterThis week12035
mod_vvisit_counterThis month77778
mod_vvisit_counterAll6434107
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download