INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Paradoksal Gage Diterapkan di Masa Pandemi Covid-19

Oleh: Deddy Herlambang, Direktur Eksekutif InstranRekayasa nopol ganjil genap ( gage) diberlakukan kembali pada tanggal 3 Agustus 2020 di wilayah DKI...

Pengamat: Ganjil Genap Tepat untuk Kendalikan Volume Kendaraan di Jakarta

INSTRAN.org - Penerapan kebijakan ganjil genap yang dilakukan pemprov DKI Jakarta mulai 3 Agustus 2020 untuk mengendalikan kepadatan lalu lintas ibu...

Ganjil Genap Bergulir, Penumpang Angkutan Umum Naik 2,05 Persen

INSTRAN.org — Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mencatat terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 2,05 persen di moda transportasi umum setelah...

Ganjil Genap Diberlakukan, Angkutan Umum Harus Siap Tampung

INSTRAN.org – Institut Studi Transportasi (Instran) menilai rekayasa ganjil genap (gage) yang mulai diberlakukan pada Senin (3/8/2020) di DKI Jakarta...

Ganjil Genap Berlaku, Ini Antisipasi Penumpang Transportasi Publik

INSTRAN.org – Institut Studi Transportasi (Instran) mengusulkan sejumlah skenario yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah dan operator...

  • Paradoksal Gage Diterapkan di Masa Pandemi Covid-19

    Thursday, 06 August 2020 10:08
  • Pengamat: Ganjil Genap Tepat untuk Kendalikan Volume Kendaraan di Jakarta

    Wednesday, 05 August 2020 10:04
  • Ganjil Genap Bergulir, Penumpang Angkutan Umum Naik 2,05 Persen

    Wednesday, 05 August 2020 10:01
  • Ganjil Genap Diberlakukan, Angkutan Umum Harus Siap Tampung

    Tuesday, 04 August 2020 10:07
  • Ganjil Genap Berlaku, Ini Antisipasi Penumpang Transportasi Publik

    Tuesday, 04 August 2020 10:04

Metropolitan

Paradoksal Gage Diterapkan di Masa Pandemi Covid-19
Thursday, 06 August 2020
Oleh: Deddy Herlambang, Direktur Eksekutif InstranRekayasa nopol ganjil genap ( gage) diberlakukan kembali pada tanggal 3 Agustus 2020 di wilayah DKI Jakarta. Rekayasa gage diberlakukan seperti sedia... Read more...
Pengamat: Ganjil Genap Tepat untuk Kendalikan Volume Kendaraan di Jakarta
Wednesday, 05 August 2020
INSTRAN.org - Penerapan kebijakan ganjil genap yang dilakukan pemprov DKI Jakarta mulai 3 Agustus 2020 untuk mengendalikan kepadatan lalu lintas ibu kota merupakan langkah yang tepat di tengah... Read more...
Ganjil Genap Bergulir, Penumpang Angkutan Umum Naik 2,05 Persen
Wednesday, 05 August 2020
INSTRAN.org — Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mencatat terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 2,05 persen di moda transportasi umum setelah diberlakukannya kebijakan ganjil genap pada... Read more...
Ganjil Genap Diberlakukan, Angkutan Umum Harus Siap Tampung
Tuesday, 04 August 2020
INSTRAN.org – Institut Studi Transportasi (Instran) menilai rekayasa ganjil genap (gage) yang mulai diberlakukan pada Senin (3/8/2020) di DKI Jakarta harus sejalan dengan kesiapan moda transportasi... Read more...
Ganjil Genap Berlaku, Ini Antisipasi Penumpang Transportasi Publik
Tuesday, 04 August 2020
INSTRAN.org – Institut Studi Transportasi (Instran) mengusulkan sejumlah skenario yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah dan operator transportasi sebagai antisipasi pemberlakukan kembali... Read more...
Instran: Pemerintah Jangan Buru-Buru Longgarkan Transportasi PDF Print E-mail
Friday, 12 June 2020 09:48
INSTRAN.org - Institut Studi Transportasi (Instran) menilai aturan teknis yang diatur oleh Kementerian Perhubungan dalam bentuk SE masing-masing Direktur Jenderal lebih tepat apabila diadakan uji coba kelayakan atau kelaikan sarana prasarana transportasi.

Direktur Eksekutif Instran Deddy Herlambang mengatakan persoalan yang dihadapi saat ini adalah pandemi virus yang belum bisa diprediksi intensitas penurunan penularannya.

Menurutnya bila membandingkan grafis sebaran Covid-19 yang cenderung naik pada periode Mei – Juni 2020, maka fase I – III akan berbahaya dan berisiko menjadi sebaran gelombang kedua Covid-19, seperti yang terjadi di kawasan Asia Selatan yakni India, Pakistan dan Bangladesh.

"Belajar dari kasus Asia Selatan ini memang kita seyogianya harus tetap lebih berhati-hati dengan skenario pelonggaran [relaksasi] untuk mendukung peningkatan perekonomian melalui normal baru," katanya, Kamis (11/6/2020).

Menurutnya dalam menghadapi pandemi ini tanggung jawab sebesar 100 persen berada pada ranah kesehatan. Dia mengharapkan semua stakeholder harus patuh dan tunduk kepada regulasi Kemenkes saja.

Dia berpendapat relaksasi pelonggaran kapasitas di atas 50 persen terlalu berjudi terhadap protokol kesehatan itu sendiri karena di Indonesia, khususnya Jabodetabek dan Jatim penderita infeksi corona justru terus bertambah setiap hari.

Dia melanjutkan apabila telah ada penurunan kasus positif corona selama 1 bulan barangkali dapat dilakukan pelonggaran kapasitas angkutan umum, tetapi tetap melalui kajian terlebih dulu.

"Surat-surat edaran dari Kemenhub itu sebenarnya bersifat tidak mengikat karena bukan produk perundang-undangan, artinya masyarakat dan operator transportasi tidak perlu terburu-buru untuk melakukan pelonggaran tanpa jarak sehat di sektor transportasi umum," ujarnya.

Dia juga mencontohkan dalam SE Kemenhub No. 11/2020 dan 14/2020 terdapat pembedaan untuk angkutan massal antara bus dengan kereta perkotaan. Untuk fase II untuk bus umum maksimal 70 persen dan untuk KA Perkotaan hanya 45 persen.

Sebenarnya, kata dia, bila sesama angkutan umum massal perkotaan tetap mempunyai aturan penghitungan standar sama. Dalam perbandingan SE tersebut terdapat penghitungan kapasitas KA Perkotaan tetapi untuk Bus perkotaan (BRT) tidak ada. Padahal konfigurasi tempat duduk antara KA Perkotaan dan Bus Perkotaan adalah sama yang saling berhadapan sejajar sepanjang sarana moda bus/KA.

Bila standar penghitungannya sama antara moda untuk KA Perkotaan dan Bus Perkotaan tentunya seperti bus BRT Trans Jakarta hanya diizinkan maksimal 45 persen untuk fase II dan 60 persen untuk fase III  dan bukannya 70 persen dan 85 persen.

Pembatasan angkutan umum sesuai aturan organisasi kesehatan dunia WHO tetap menyaratkan adanya physical distancing minimal 1 meter.

Namun, apabila sesuai aturan PSBB Kemenkes, maksimal daya angkut 50 persen angkutan umum dari total kapasitas sarana transportasi. Sebenarnya bila dihitung minimal jaga jarak 1 meter antar penumpang sulit mencapai maksimal 50 persen.


Sumber : Bisnis.com, 11 Juni 2020

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200611/98/1251523/instran-pemerintah-jangan-buru-buru-longgarkan-transportasi

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2781
mod_vvisit_counterYesterday2933
mod_vvisit_counterThis week11718
mod_vvisit_counterThis month17739
mod_vvisit_counterAll6997283
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download