Pemerintah Diminta Kaji Ulang Pelonggaran Transportasi Udara Print
Tuesday, 30 June 2020 11:18
INSTRAN.org – Operator Bandara, PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) memperkirakan jumlah penumpang pesawat akan meningkat pada bulan Juli. Tren ini diprediksi terjadi karena ditetapkannya pelonggaran aturan bepergian oleh pemerintah.

Diketahui, sejak 8 Juni lalu Kementerian Perhubunhan (Kemenhub) sudah melonggarkan kapasitas penumpang dengan menambah ke kapasitas 70 persen di transportasi udara, setelah sebelumnya hanya 50%. Lalu, pada 1 Juli nanti rencananya juga Kemenhub akan menambah menjadi 85% kapasitas.

Menanggapi hal ini, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo meminta pemerintah untuk mengkaji kembali aturan pelonggaran sejumlah ketentuan yang semula diberlakukan untuk mencegah penularan virus covid-19 bagi penumpang di moda transportasi udara.

"Jika terjadi peningkatan penyebaran covid-19, pemerintah harus memperketat kembali aturan tersebut guna mencegah terjadinya penularan dan penyebaran covid-19 melalui kluster moda transportasi udara," kata Bamsoet dalam keterangan persnya, Senin (29/6).

Ia juga mendorong pemerintah bersama Tim Gugus Tugas Covid-19, bekerja sama dengan aparat untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pesawat pada bulan depan. Selain itu, petugas perlu memperketat penjagaan dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan covid-19 di area Bandara maupun di dalam pesawat.

Menurutnya, pemerintah harus meminta kepada seluruh maskapai penerbangan untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan penjagaan jarak dengan menyiapkan sarana prasarana pendukung. Semua maskapai wajib melakukan pengaturan tempat duduk di dalam kabin pesawat sesuai dengan ketetapan pemerintah.

"Ya kan ini sebagai upaya dalam meminimalkan terjadinya penularan atau penyebaran covid-19 di dalam pesawat. Jadi harus sama-sama kita patuhi," ucapnya.

Ramai Aktivitas
Pelonggaran pembatasan yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir ini berdampak pada ramainya aktivitas masyarakat di berbagai tempat. Namun, masih belum seluruh masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Untuk itu, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar disiplin menggunakan masker jika berada di luar rumah dan tetap menjaga jarak aman satu sama lain selama melakukan aktivitas pada era kelaziman baru dan mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh ancaman virus corona yang sudah banyak menelan korban.

"Masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, karena bandara dan pesawat merupakan salah satu area publik yang berpotensi menjadi tempat penularan sekaligus penyebaran virus covid-19," paparnya

Selain bandara dan pesawat, Bamsoet juga menyoroti tiga titik yang dianggap rawan terjadi penularan covid-19 di tengah kelaziman baru. Tiga titik yang dimaksud adalah area perkantoran, pasar tradisional dan di rumah makan.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah dan Tim Gugus Tugas Covid-19 harus terus memantau dan mengawasi tiga titik tersebut, dan tetap memberikan penerangan kepada masyarakat seperti memperhatikan instruksi tentang menjaga jarak, memperhatikan pengaturan tempat kerja, mematuhi pengaturan terhadap operasional pasar.

"Dalam rangka mencegah terjadinya kerumunan massa di setiap rumah makan khususnya saat jam istirahat siang, guna mencegah terjadinya penularan ataupun penyebaran covid-19," papar politisi Partai Golkar itu.

Lebih lanjut, ia juga mendesak pemerintah dan aparat untuk mempertegas serta memperketat aturan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan di tempat dan fasilitas umum, untuk meminimalkan risiko penyebaran covid-19 yang lebih masif. 


Sumber : ValidNews.id, 29 Juni 2020

https://www.validnews.id/Pemerintah-Diminta-Kaji-Ulang-Pelonggaran-Transportasi-Udara-MjG

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine