Obral Diskon Lewat Rute Jarak Jauh Print
Monday, 28 September 2020 12:32
INSTRAN.org – PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menawarkan potongan tarif tiket untuk menggenjot volume perjalanan sejumlah rute jarak jauh. Rentetan diskon yang sempat digeber perseroan saat libur nasional pada bulan lalu kembali berlaku pada peringatan ulang tahun KAI hari ini.

“Ini kado untuk meningkatkan pelayanan,” ucap Kepala Hubungan Masyarakat KAI Daerah Operasi 1 Jakarta, Eva Chairunisa, akhir pekan lalu.

Kali ini, operator tunggal kereta api itu mengobral diskon hingga 25 persen pada tujuh rute jarak jauh. Namun penerapannya hanya terbatas pada perjalanan tertentu di kelas eksekutif dan ekonomi. Potongan berlaku untuk empat perjalanan kereta kelas eksekutif dari Stasiun Gambir ke Stasiun Gubeng dan Stasiun Pasar Turi di Surabaya, serta ke Stasiun Solo Balapan di Yogyakarta. Diskon juga menyasar tiga rute ekonomi di jalur Jakarta-Malang dan Jakarta-Surabaya.

Vice President Public Relations PT KAI Joni Martinus mengatakan volume penumpang per September naik 7 persen dibanding pada Agustus lalu. “Bulan ini kami sudah melayani rata-rata 60 ribu pelanggan per hari, sedangkan bulan lalu hanya 56 ribu,” ujarnya.

Saat ini, perseroan masih berupaya memulihkan okupansi perjalanan reguler, khususnya rute antarkota yang sepenuhnya nyaris berhenti semasa pembatasan sosial berskala besar dan larangan mudik pada pertengahan 2020.

Hingga akhir Agustus lalu, perusahaan baru bisa mengaktifkan 199 dari total 532 jadwal kereta reguler. Artinya, baru 37 persen frekuensi KAI yang aktif dari kapasitas normal, mencakup kereta jarak jauh, jarak dekat, dan kereta perkotaan.

Pada pertengahan Juni lalu, saat kapasitas masih berkisar 22 persen, manajemen hanya mengandalkan rute jarak dekat dan kereta rel listrik kawasan Jabodetabek.

Peningkatan kapasitas perjalanan pun dibarengi dengan penambahan titik pelayanan rapid test. Dokumen kesehatan masih diwajibkan untuk penumpang rute kereta jarak jauh. Hingga 22 September lalu, sudah ada 21 stasiun penyedia rapid test. Jumlahnya terus bertambah dari hanya 12 stasiun saat layanan itu diluncurkan pada 29 Juli lalu.

Berdasarkan catatan KAI, layanan rapid test stasiun sudah dipakai 126 ribu penumpang, atau oleh rata-rata 2.200 pengguna per hari. Peserta tes terbanyak ada di Stasiun Pasar Senen, yang mencapai 30 ribu penumpang sejak awal peluncuran. Joni memastikan harga tes di stasiun dipertahankan sebesar Rp 85 ribu.

“Diharapkan mobilitas masyarakat semakin meningkat,” tuturnya.

Dalam wawancara khusus dengan Tempo, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan entitasnya masih berjuang membenahi keuangan. Perusahaan bisa untung hingga Rp 2 triliun pada 2019, dari total pendapatan kasar Rp 22,6 triliun. Bisnis KAI mulai terganggu saat rasio pendapatan Rp 23 miliar per hari anjlok hingga hanya Rp 400 juta per hari, atau turun 93 persen.

“Turun setelah ada imbauan kerja dari rumah,” ujar dia. “Pada akhir Maret, operasional kami tersisa sekitar 10 persen.”

Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Dwi Laksana, menilai laju permintaan kereta jarak jauh bakal sulit didongkrak selama penumpang dibebani kewajiban tes kesehatan. Menurut dia, pemerintah bisa mempertimbangkan penghapusan aturan itu, mengingat operator kereta sudah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, dari anjuran penggunaan pakaian lengan panjang, penggunaan pelindung wajah, hingga isolasi penumpang yang sakit.

“Kalau tidak, permintaan tak akan pulih,” katanya.


Sumber : Koran Tempo, 28 September 2020

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine