Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat Sejak Ganjil Genap Ditiadakan Print
Friday, 27 November 2020 10:50
INSTRAN.org - Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menyampaikan bila volume kendaraan meningkat semenjak ganjil genap tak berlaku di Jakarta. Hal itu sebagaimana hasil evaluasi pada saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Volume kendaraan beberapa titik memang terjadi kepadatan arus lalu lintas. Karena memang kan aktivitas masyarakat sudah mulai ada yang diperbolehkan kembali," kata Fahri kepada wartawan, Kamis (26/11).

Kendari demikian, Fahri tak menyebutkan persentase berapa jumlah peningkatan kendaraannya. Namun, ia tetap memastikan bila pencegahan kepadatan kendaraan seperti pengalihan dan penutupan arus, siap diterapkan.

"Meski tidak (gage) diterapkan kita melakukan upaya arus lalu lintas dengan pengalihan, penutupan arus lalu lintas dan sebagainya," katanya.

Fahri mengatakan alasan ganjil genap belum diterapkan adalah untuk mencegah penularan Covid-19 yang kian masif, khususnya di angkutan umum. Jika ganjil genap diterapkan, bukan tidak mungkin malah menambah mobilitas warga di transportasi umum.

"Biasanya terjadi penambahan (gunakan angkutan umum) antara 6 sampai 11 persen. Khawatir akan terjadi penumpukan, makanya kita tidak menerapkan gage dulu," katanya.

Ganjil Genap Belum Berlaku
Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya belum berencana untuk menerapkan kembali aturan pembatasan lalu lintas kendaraan dengan sistem ganjil-genap pada Senin (23/11) besok.

"Besok Hari Senin tanggal 23 November 2020 untuk Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil- Genap (GaGe) Masih Belum Diberlakukan," tulis rilis dari Ditlantas Polda Metro Jaya pada Minggu (22/11).

Hal itu sebagaimana dengan masih berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 9 sampai 22 November 2020.

Kendati demikian dalam Kepgub yang ditandatangani Anies pada 6 November 2020 disebutkan PSBB masa transisi dapat diperpanjang selama dua Minggu, yakni 23 November sampai 6 Desember bila tidak ada kenaikan kasus yang signifikan.

"Apabila terjadi peningkatan kasus baru secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat provinsi, maka perpanjangan pemberlakuan PSBB masa transisi sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu atau kedua dapat dihentikan," kata Anies dalam Kepgub pada Senin (9/11) lalu.

Sekedar informasi bahwa selama PSBB Transisi masih diberlakukan ada beberapa aturan pembatasan yang diterapkan. Salah satunya berkaitan dengan aturan ganjil genap yang juga tak diterapkan.


Sumber : Merdeka.com, 26 November 2020

https://www.merdeka.com/jakarta/volume-kendaraan-di-jakarta-meningkat-sejak-ganjil-genap-ditiadakan.html?page=all

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine