INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Bakal Ada Kucing-kucingan saat Mudik Dilarang

INSTRAN.org - Pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini. Seperti tahun lalu, pengamat transportasi memprediksi kucing...

Mudik Dilarang, Awas Truk Angkut Orang Terulang

INSTRAN.org - Pemerintah memutuskan untuk melarang mudik Lebaran tahun ini. Masyarakat diminta tidak mudik Lebaran agar tidak terjadi peningkatan...

Instran Usul Larangan Mudik Hanya untuk Kendaraan Pribadi

INSTRAN.org – Institut Studi Transportasi (INSTRAN) mengusulkan agar larangan mudik pada 2021 hanya diberlakukan bagi pengguna kendaraan pribadi saja....

6–17 Mei Dilarang Mudik, Instran: Masyarakat Bisa Saja Mudik Sebelum atau Sesudahnya

INSTRAN.org - Pemerintah harus bersiap untuk mewaspadai dan mengantisipasi lonjakan penumpang yang menggunakan transportasi umum sebelum dan sesudah...

Cara PO Haryanto Kasih Uang Tambahan Sampai Sanksi untuk Yang Nekat Mudik

INSTRAN.org - Cerita tentang PO Haryanto masih menarik untuk dibaca. Belum lagi adanya sanksi untuk yang nekat mudik.

  • Bakal Ada Kucing-kucingan saat Mudik Dilarang

    Friday, 09 April 2021 10:59
  • Mudik Dilarang, Awas Truk Angkut Orang Terulang

    Friday, 09 April 2021 10:26
  • Instran Usul Larangan Mudik Hanya untuk Kendaraan Pribadi

    Thursday, 08 April 2021 10:50
  • 6–17 Mei Dilarang Mudik, Instran: Masyarakat Bisa Saja Mudik Sebelum atau Sesudahnya

    Thursday, 08 April 2021 10:45
  • Cara PO Haryanto Kasih Uang Tambahan Sampai Sanksi untuk Yang Nekat Mudik

    Thursday, 08 April 2021 10:29

Metropolitan

Bakal Ada Kucing-kucingan saat Mudik Dilarang
Friday, 09 April 2021
INSTRAN.org - Pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini. Seperti tahun lalu, pengamat transportasi memprediksi kucing-kucingan akan terjadi selama larangan mudik Lebaran... Read more...
Mudik Dilarang, Awas Truk Angkut Orang Terulang
Friday, 09 April 2021
INSTRAN.org - Pemerintah memutuskan untuk melarang mudik Lebaran tahun ini. Masyarakat diminta tidak mudik Lebaran agar tidak terjadi peningkatan kasus COVID-19. Larangan mudik ini berlaku pada 6-17... Read more...
6–17 Mei Dilarang Mudik, Instran: Masyarakat Bisa Saja Mudik Sebelum atau Sesudahnya
Thursday, 08 April 2021
INSTRAN.org - Pemerintah harus bersiap untuk mewaspadai dan mengantisipasi lonjakan penumpang yang menggunakan transportasi umum sebelum dan sesudah larangan mudik Lebaran yang ditetapkan pada 6–17... Read more...
Cara PO Haryanto Kasih Uang Tambahan Sampai Sanksi untuk Yang Nekat Mudik
Thursday, 08 April 2021
INSTRAN.org - Cerita tentang PO Haryanto masih menarik untuk dibaca. Belum lagi adanya sanksi untuk yang nekat mudik. Read more...
Larangan Mudik, Kemenhub Waspadai Jalur Darat
Wednesday, 07 April 2021
INSTRAN.org - Kementerian Perhubungan akan memberi perhatian khusus pada pengguna kendaraan jalur darat pasca pemerintah melarang mudik lebaran tahun ini. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita... Read more...
Instran Usul Larangan Mudik Hanya untuk Kendaraan Pribadi PDF Print E-mail
Thursday, 08 April 2021 10:50
INSTRAN.org – Institut Studi Transportasi (INSTRAN) mengusulkan agar larangan mudik pada 2021 hanya diberlakukan bagi pengguna kendaraan pribadi saja. 

Direktur Eksekutif Instran Deddy Herlambang mengatakan kondisi pandemi Covid-19 pada tahun ini berbeda jauh dibandingkan dengan kondisi pada 2020 lalu. Kala itu, sebutnya, mudik memang layak dilarang karena semua pihak belum siap menerima kondisi pandemi Covid-19. 

Namun, Deddy berpendapat saat ini semua pihak telah siap menerima kebiasaan baru menghindari Covid-19. Saat ini petugas pelayanan umum termasuk petugas front liner di sektor transportasi telah divaksinasi. 

Tak hanya itu, deteksi menggunakan angkutan umum juga lebih baik daripada tahun lalu yang hanya diwajibkan rapid test antibodi yang kurang akurasinya. Sementara sekarang untuk tes wajib minimal menggunakan rapid test antigen dan GeNose yang akurasinya jauh lebih tepat daripada rapid antibodi. 

"Mungkin bisa saja pelarangan mudik tersebut bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi saja karena memang tidak terjamin kesehatannya dan tidak dapat terpantau perjalanannya," ujarnya, Rabu (7/4/2021). 

Jadi, tekannya, mudik menggunakan angkutan umum massal jauh lebih terjamin prosedur kesehatan bagi penggunanya karena penumpang diwajibkan rapid test antigen atau GeNose. 

Bahkan kapasitas sarana transportasinya dapat ditingkatkan sampai 100 persen pun tidak bermasalah sebab masa berlaku GeNose dan rapid antigen masing-masing berdurasi 1 hari -3 hari perjalanan dengan penumpang yang hasilnya non-reaktif Covid-19. 

"Justru mudik yang menggunakan kendaraan pribadi baik mobil dan sepeda motor tidak terjamin kesehatannya dan tidak terpantau pelacakannya sehingga dapat menyebarkan Covid-19 sesuai destinasinya karena tidak ada kewajiban tes antigen atau GeNose," imbuhnya. 

Dia juga menilai sebaran Covid-19 saat ini tidak bisa ditinjau dari angkutan umum saja karena telah menerapkan protokol kesehatan. 

Potensi sebaran virus dari luar sektor transportasi juga banyak. Misalnya dengan masyarakat yang berada di kerumunan sosial, restoran, warung makan, pasar, mal dan lainnya karena tidak diwajibkan baik Rapid Test maupun GeNose. 

Selain itu, dia juga berpendapat kendati Surat Edaran (SE) resmi pelarangan mudik nasional belum diturunkan, tetapi SE tersebut bukanlah produk hukum sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat antar pemangku kepentingan. 

Adapun keputusan pemerintah untuk pelarangan mudik pada 2021, utamanya karena hasil survei terhadap pergerakan perjalanan saat Idul Fitri pada Maret 2021 oleh Balitbang Kemenhub bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Berdasarkan hasil survei tersebut, jika penyelenggara mudik dilarang, 89 persen responden menyatakan tidak akan mudik, 11 persen akan tetap melakukan mudik atau liburan dari 27,6 juta potensi masyarakat yang akan mudik. Alhasil, potensi masyarakat untuk mudik berkisar 3 juta.


Sumber : Bisnis.com, 8 April 2021

https://ekonomi.bisnis.com/read/20210408/98/1378224/instran-usul-larangan-mudik-hanya-untuk-kendaraan-pribadi

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2379
mod_vvisit_counterYesterday3639
mod_vvisit_counterThis week20814
mod_vvisit_counterThis month28548
mod_vvisit_counterAll7486730
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download