INSTRAN.org

  • Indonesian
  • English
Banner

Lagi, Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta

INSTRAN.org — Pelecehan seksual di dalam kendaraan umum terjadi lagi. Kali ini pelaku pelecehan...

Parkir Liar Menggila, Basuki Ancam Copot Kadishub DKI

INSTRAN.org — Parkir liar di bahu jalan semakin marak di jalan-jalan Ibu Kota. Kondisi ini...

Jakarta Bakal Punya Pedestrian Melayang

INSTRAN.org - Para pejalan kaki di Jakarta selama ini kerap merasa tidak aman.Pedestrian yang ada...

Tak Steril, Stasiun UI Tak Akan Dipakai Per Juni

INSTAN.org--PT Kereta Api Indonesia dan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) tetap tak akan menggunakan...

Ini Tarif Baru KRL Mulai 1 Juni

INSTRAN.org -- PT KAI Commuter Jabodetabek akan menggunakan perhitungan tarif progresif mulai 1 Juni...

  • Lagi, Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta

    Friday, 24 May 2013 09:19
  • Parkir Liar Menggila, Basuki Ancam Copot Kadishub DKI

    Friday, 24 May 2013 09:16
  • Jakarta Bakal Punya Pedestrian Melayang

    Friday, 24 May 2013 09:03
  • Tak Steril, Stasiun UI Tak Akan Dipakai Per Juni

    Friday, 24 May 2013 08:57
  • Ini Tarif Baru KRL Mulai 1 Juni

    Friday, 24 May 2013 08:51
Janggal, Pembatalan Proyek Dermaga Apung PDF Print E-mail
Friday, 07 September 2012 13:58
Harapan warga di Kabupaten Kepulauan Seribu menikmati dermaga terapung pupus sudah. Sebab, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta secara sepihak membatalkan pembangunan pelabuhan yang sudah diimpi-impikan masyarakat tersebut. Pembatalan ini disinyalir karena adanya permainan proses lelang oleh oknum pejabat di lingkungan dinas tersebut.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, yang membidangi transportasi Nur Afni Sajim, mengaku heran dengan pembatalan pembangunan pelabuhan terapung. Sebab, pelabuhan terapung ini menjadi salah satu program prioritas Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, untuk memajukan wilayah Kepulauan Seribu. ’’Pembatalan ini sangat aneh, dan membuat terhambatnya pembangunan yang tengah digencarkan oleh gubernur.

Terus terang saya sangat menyesalkan,’’ kata Nur Afni kepada INDOPOS, kemarin (6/9). Menurut Nur Afni, pembangunan yang telah direncanakan harusnya diselesaikan sesuai jadwal. Jika ada pembatalan, apalagi secara sepihak dan tanpa penjelasan kepada masyarakat, bisa diartikan ada ketidakberesan. ’’Kami berharap pihak terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan memberikan penjelasan,’’ ujar Afni.

Politisi Partai Demokrat ini khawatir, pembatalan sepihak pembangunan dermaga terapung oleh dishub akan merusak citra Gubernur Fauzi Bowo di mata masyarakat, khususnya masyarakat Kepulauan Seribu. Terlebih, saat ini adalah massa Pilkada yang salah satu pesertanya adalah Gubernur Incumbent Fauzi Bowo. ’’Gubernur sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat, jadi kami khawatir tindakkan pembatalan bisa berimbas pada dukungan ini. Apalagi, saat putaran pertama Pilkada lalu perolehan suara Fauzi Bowo adalah yang tertinggi di wilayah Kepulauan Seribu,’’ tegas Afni.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta lainya, Taufik Hadiawan, juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, banyak kejanggalan dalam pembatalan sepihak pembangunan pelabuhan terapung di Kepulauan Seribu. Untuk itu, Hadiawan berencana menggalang dukungan dari rekan-rekanya di Komisi B untuk melakukan pemanggilan kepada Dishub. ’’Utamanya yang akan kami panggil untuk dimintai keterangan adalah Pimpinan Proyek dan Panitia Lelang pembangunan pelabuhan terapun ini,’’ tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhamad Taufik, berencana melaporkan Dishub DKI kepada aparat penegak hukum. Karena menurutnya, pembatalan pembangunan dermaga terapung ini terindikasi adanya pengaturan proyek. Yakni, perusahaan peserta lelang yang dijagokan oleh oknum dishub kalah bersaing dengan peserta lelang lain. Perusahaan lelang titipan oknum dishub, kalam dalam segi penawaran harga dan juga kelengkapan dokumen. ’’Saya memiliki bukti kuat dan akan melakukan pelaporan ke aparat hukum. Mulai dari Polisi, Kejaksaan, dan juga KPK,’’ tegasnya.

Ketua Lelang Pengadaan Barang dan Jasa bidang Konstruksi, Unit Kerja Unit Pengelola dan Pusat Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat, sejauh ini membantah telah melakukan kecurangan. Seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga pelelangan dilakukan berdasar mekanisme yang ada. ’’Tidak ada kecurangan,’’ singkatnya.

Sumber Berita: Indopos, 7 September 2012

http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-jakarta-raya/53-jakarta-raya/27448-janggal-pembatalan-proyek-dermaga-apung.html

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday485
mod_vvisit_counterYesterday1612
mod_vvisit_counterThis week7576
mod_vvisit_counterThis month32667
mod_vvisit_counterAll761511
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.