INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Pemkot Depok Akan Operasikan Angkutan Umum Ber-AC

INSTRAN.org -Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Depok, Jawa Barat, dalam waktu dekat akan melakukan uji coba...

Kemenhub Gandeng ITS Pulihkan Transportasi Laut dari Covid-19

INSTRAN.org - Peran penting transportasi sangat terasa hingga keseluruh sektor, terlebih ditengah pandemi Covid-19. Namun, jasa transportasi bersama...

Cara BPTJ Tekan Penyebaran Covid-19 di Transportasi Umum

INSTRAN.org - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) melalui Badang Pengelola Trasportasi Jabodetabek ( BPTJ) resmi meluncurkan E-ticketing dan aplikasi...

KAI Ganti Logo Baru, Instran: Ini Bentuk Pemborosan!

INSTRAN.org – Langkah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang mengganti logo barunya dinilai belum relevan, karena juga berisiko melakukan...

Bisnis Angkutan Umum Bergantung pada Protokol Pandemi

INSTRAN.org - Pemerintah dan para operator angkutan umum massal diminta mulai memikirkan pembentukan prosedur standar operasi guna menghadapi...

  • Pemkot Depok Akan Operasikan Angkutan Umum Ber-AC

    Thursday, 01 October 2020 11:17
  • Kemenhub Gandeng ITS Pulihkan Transportasi Laut dari Covid-19

    Thursday, 01 October 2020 10:04
  • Cara BPTJ Tekan Penyebaran Covid-19 di Transportasi Umum

    Wednesday, 30 September 2020 10:17
  • KAI Ganti Logo Baru, Instran: Ini Bentuk Pemborosan!

    Wednesday, 30 September 2020 10:12
  • Bisnis Angkutan Umum Bergantung pada Protokol Pandemi

    Tuesday, 29 September 2020 10:03

Metropolitan

Pemkot Depok Akan Operasikan Angkutan Umum Ber-AC
Thursday, 01 October 2020
INSTRAN.org -Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Depok, Jawa Barat, dalam waktu dekat akan melakukan uji coba angkutan kota (Angkot) yang menggunakan air... Read more...
Kemenhub Gandeng ITS Pulihkan Transportasi Laut dari Covid-19
Thursday, 01 October 2020
INSTRAN.org - Peran penting transportasi sangat terasa hingga keseluruh sektor, terlebih ditengah pandemi Covid-19. Namun, jasa transportasi bersama sektor pariwisata menjadi sektor yang paling... Read more...
Cara BPTJ Tekan Penyebaran Covid-19 di Transportasi Umum
Wednesday, 30 September 2020
INSTRAN.org - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) melalui Badang Pengelola Trasportasi Jabodetabek ( BPTJ) resmi meluncurkan E-ticketing dan aplikasi Lacak Trans bagi pengguna transportasi, Senin... Read more...
KAI Ganti Logo Baru, Instran: Ini Bentuk Pemborosan!
Wednesday, 30 September 2020
INSTRAN.org – Langkah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang mengganti logo barunya dinilai belum relevan, karena juga berisiko melakukan pemborosan di tengah pandemi ini. Read more...
Bisnis Angkutan Umum Bergantung pada Protokol Pandemi
Tuesday, 29 September 2020
INSTRAN.org - Pemerintah dan para operator angkutan umum massal diminta mulai memikirkan pembentukan prosedur standar operasi guna menghadapi kemungkinan pandemi di masa mendatang yang seperti... Read more...
MTI Pesimistis Truk Masuk Tol Dibatasi PDF Print E-mail
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai, wacana membatasi truk pengangkut kontainer masuk jalan tol dalam kota pada jam-jam sibuk nyaris mustahil dilaksanakan tanpa ada solusi yang tepat. Pasalnya, pembatasan truk pengangkut kontainer masuk jalan tol itu dikhawatirkan akan mengganggu perekonomian, khususnya distribusi kebutuhan bahan pokok dan barang manufaktur.

Anggota MTI Darmaningtyas kepada Warta Kota hari Minggu (26/9) mengatakan, kebijakan pembatasan truk pengangkut kontainer masuk jalan tol dalam kota harus didahului dengan solusi untuk mengalihkan truk-truk tersebut melalui jalur lain. "Pembatasan truk memang sulit dilakukan kalau belum ada alternatif atau kalau dua jalan tol lingkar luar (JORR) selesai dibangun, sehingga kendaraan dari Sumatera tidak perlu melewat jalan tol dalam kota," katanya.

Darmaningtyas berpendapat, solusi untuk mengatasi "luapan" kendaraan pribadi serta truk pengangkut kontainer dan kendaraan besar lainnya di Jakarta adalah dengan mengoptimalkan peran kereta api (KA). Jalur KA Merak-Banyuwangi sudah tersedia, sehingga bisa dimanfaatkan untuk angkutan barang di Pulau Jawa.

Rencana membatasi atau mengatur truk pengangkut kontainer melewati jalan tol dalam kota itu disampaikan Dinas Perhubungan DKI sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta yang semakin kronis. Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono menyatakan, pembatasan kendaraan di jalan-jalan di Ibu Kota tidak hanya diterapkan terhadap kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, tapi juga akan dilaksanakan terhadap kendaraan lainnya seperti truk pengangkut kontainer.

Beralih ke KA

Pengoptimalan jalur kereta api (KA) Merak-Banyuwangi bisa dilaksanakan dengan pengadaan jalur ganda (double track). "Jika jalur ganda KA tersedia dan JORR sudah selesai, pembatasan truk pengangkut kontainer dan kendaraan besar lainnya lewat jalan tol dalam kota bisa dilaksanakan. Selama ini truk kontainer mengangkut bahan kebutuhan pokok dan bahan baku atau barang yang akan diekspor sehingga jika dibatasi melewati jalan tol dalam kota akan mengganggu perekonomian," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Humas PT Jasa Marga Zuhdi Saragih menyatakan sangat mendukung usulan Dishub DKI yang akan mengatur truk pengangkut kontainer lewat jalan tol dalam kota. "Usulan itu sudah disampaikan sejak tahun 2007, tapi ditolak oleh pemerintah dengan alasan bisa mengganggu kegiatan ekspor dan impor," katanya.

PT Jasa Marga, kata Zuhdi, sejak awal sudah mengajukan opsi untuk membatasi truk pengangkut kontainer melewati jalan tol dalam kota agar bisa mengurangi kemacetan. "Kami sangat gembira jika usulan itu nantinya disetujuhi pemerintah. Secara umum, kendaraan yang masuk jalan tol dalam kota sudah melebihi kapasitas, sehingga jika ada pembatasan truk pengangkut kontainer pada jam-jam tertentu akan mengurangi kemacetan," katanya.

Pantauan Warta Kota di jalan tol dalam kota, truk pengangkut kontainer sering melaju di luar lajur khusus untuk truk (lajur sebelah kiri). Dampaknya, lalu lintas di jalan tol terhambat akibat ulah banyak sopir truk yang menggunakan ruas jalan yang tidak semestinya, yakni lajur II dan III, dan bahkan ada yang menggunakan lajur IV. Lajur khusus truk adalah lajur I, tapi banyak sopir truk melanggar ketentuan, sehingga mengakibatkan kemacetan di jalan tol semakin parah meski tarifnya terus dinaikkan.

Sopir menolak

Rencana membatasi truk besar melewati jalan tol dalam kota itu ditolak para sopir. Masuk jalan tol dalam kota sebenarnya menambah beban biaya, dan pemerintah seharusnya memberikan jaminan jalan tol tetap lancar meski juga dilewati truk.

"Meskipun pembatasan itu baru rencana, kami jelas menolak, Mas. Kasih tahu pemerintah, jangan membuat kebijakan semaunya tanpa memikirkan dampaknya secara luas," kata Adiman (34), sopir truk, saat ditemui di kawasan Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Minggu sore.

Hal senada dikatakan Mahen-dra Jaya (35). Pengantar bahan pokok untuk Alfamart ini meminta Pemprov DKI untuk menyosialisasikan dan mengondisikan dulu rencana pembatasan truk masuk jalan tol itu. "Dari Serpong, setiap hari saya selalu lewat jalan tol. Yang menjadi pertanyaan saya, kalau di dalam kota harus keluar dari jalan tol, kami harus lewat mana?" kata sopir asal Serang itu.

Sejumlah sopir truk lainnya mengaku belum tahu rencana pembatasan kendaraan besar masuk jalan tol pada jam sibuk. Bono, sopir truk pengantar beras, mengatakan, dia terkadang harus mengantarkan muatan ke pelabuhan pada siang atau pagi hari. Jika pada jam itu dilarang dan hanya diperbolehkan pada malam hari, maka dia harus menunggu kapal lebih lama di pelabuhan. 

Sumber berita: Warta Kota, 27 September 2010

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday120
mod_vvisit_counterYesterday1128
mod_vvisit_counterThis week3663
mod_vvisit_counterThis month1248
mod_vvisit_counterAll7101535
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download