INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Pengamat Minta Kaji Ulang Pencabutan Pembatasan Motor di Thamrin

INSTRAN.org - Kebijakan transportasi Anies-Sandi soal Jalan Sudirman – Thamrin dengan mencabut pembatasan motor berbuntut perubahan kebijakan...

Ratusan Lampu Penerangan Koridor 13 Transjakarta Dipastikan Tak Dipasang Tahun Ini

INSTRAN.org - Kepala Dinas Penerangan dan Energi DKI Jakarta Yuli Hartono memastikan lampu penerangan di Koridor 13 Transjakarta (Kapten Tendean...

PT Transjakarta Akan Bahas Rute Modifikasi Ragunan-Monas dengan Dishub

INSTRAN.org - PT Transjakarta akan menemui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta guna membicarakan perihal izin operasi rute modifikasi Ragunan-Monas...

Dishub Lakukan Kajian soal Rencana Penghapusan Larangan Sepeda Motor

INSTRAN.org - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah belum mau menanggapi pernyataan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Roycke Lumowa...

Motor dan Truk Dominasi Pelanggaran pada Operasi Zebra di Jaktim

INSTRAN.org - Pelaksanaan operasi Zebra hari terakhir, Selasa (14/11/2017), di wilayah Jakarta Timur berlangsung di perempatan Pasar Rebo. Kasatlantas...

  • Pengamat Minta Kaji Ulang Pencabutan Pembatasan Motor di Thamrin

    Thursday, 16 November 2017 16:01
  • Ratusan Lampu Penerangan Koridor 13 Transjakarta Dipastikan Tak Dipasang Tahun Ini

    Thursday, 16 November 2017 16:00
  • PT Transjakarta Akan Bahas Rute Modifikasi Ragunan-Monas dengan Dishub

    Thursday, 16 November 2017 15:59
  • Dishub Lakukan Kajian soal Rencana Penghapusan Larangan Sepeda Motor

    Thursday, 16 November 2017 15:56
  • Motor dan Truk Dominasi Pelanggaran pada Operasi Zebra di Jaktim

    Wednesday, 15 November 2017 14:44

Metropolitan

Pengamat Minta Kaji Ulang Pencabutan Pembatasan Motor di Thamrin
Thursday, 16 November 2017
INSTRAN.org - Kebijakan transportasi Anies-Sandi soal Jalan Sudirman – Thamrin dengan mencabut pembatasan motor berbuntut perubahan kebijakan pemerintah. Seperti yang diketahui bahwa Jalan Sudirman... Read more...
Ratusan Lampu Penerangan Koridor 13 Transjakarta Dipastikan Tak Dipasang Tahun Ini
Thursday, 16 November 2017
INSTRAN.org - Kepala Dinas Penerangan dan Energi DKI Jakarta Yuli Hartono memastikan lampu penerangan di Koridor 13 Transjakarta (Kapten Tendean-Ciledug) tidak akan dipasang tahun 2017 ini.... Read more...
PT Transjakarta Akan Bahas Rute Modifikasi Ragunan-Monas dengan Dishub
Thursday, 16 November 2017
INSTRAN.org - PT Transjakarta akan menemui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta guna membicarakan perihal izin operasi rute modifikasi Ragunan-Monas via Semanggi menjadi Ragunan-Monas via... Read more...
Dishub Lakukan Kajian soal Rencana Penghapusan Larangan Sepeda Motor
Thursday, 16 November 2017
INSTRAN.org - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah belum mau menanggapi pernyataan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Roycke Lumowa yang menyatakan tak setuju jika sepeda sepeda motor... Read more...
Motor dan Truk Dominasi Pelanggaran pada Operasi Zebra di Jaktim
Wednesday, 15 November 2017
INSTRAN.org - Pelaksanaan operasi Zebra hari terakhir, Selasa (14/11/2017), di wilayah Jakarta Timur berlangsung di perempatan Pasar Rebo. Kasatlantas Jakarta Timur AKBP Sutimin, mengatakan jumlah... Read more...
Masih Ada Pungutan Parkir Liar di Blok F Tanah Abang meski Sudah Diberi Peringatan PDF Print E-mail
Friday, 10 November 2017 11:30
INSTRAN.org - Belakangan ini, sejumlah warga mengeluhkan adanya sistem bayar parkir berulang yang dikenakan untuk pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Di pos masuk parkir resmi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pengunjung akan terlebih dahulu ditarik uang parkir sebesar Rp 2.000 dan diberikan selembar karcis parkir secara manual.

Saat hendak mengambil kendaraan, pengguna jasa parkir kembali harus membayar biaya jasa mengeluarkan motor kepada seorang oknum bukan dari Dishub DKI sebesar Rp 2.000.

Pada pos parkir keluar, tarif progresif yang dikenakan juga tak sesuai. Kompas.com dikenakan tarif progresif sebesar Rp 2.000 untuk tiga puluh menit parkir.

Padahal, dalam mengenakan tarif parkir, Dishub DKI mengacu pada Pergub 179 Tahun 2013 tentang Tarif Pelayanan Parkir DKI. Dalam pergub itu disebutkan, tarif parkir mobil satu jam pertama adalah Rp 4.000. Setiap jam berikutnya Rp 2.000.

Tarif parkir sepeda motor adalah Rp 2.000 untuk satu jam pertama, dan Rp 1.000 untuk setiap jam selanjutnya. Sementara itu, tarif parkir bus atau truk Rp 6.000 untuk satu jam pertama dan Rp 3.000 untuk setiap jam selanjutnya.

Menindaklanjuti hal ini, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta memasang banner peringatan di area parkir Blok F Pasar Tanah Abang.

"Kepada pengguna jasa parkir. Pembayaran jasa layanan parkir resmi hanya ada pada pos/gardu parkir," demikian isi peringatan dalam banner seperti yang dikutip Kompas.com, Senin (6/11/2017).

Staf Humas UPT Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ivan Valentino mengatakan, dengan dipasangnya banner tersebut, diharapkan tak ada lagi pungutan parkir liar di kawasan parkir resmi.

Namun, pada Kamis (9/11/2017) Kompas.com kembali menjajal jasa parkir resmi di Blok F Pasar Tanah Abang.

Pada saat masuk, petugas tetap menggunakan cara lama. Ia mencatat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor dan memberikan selembar karcis parkir.

Petugas pun meminta tarif awal sebesar Rp 2.000. Kompas.com lantas diizinkan masuk. Di dalam area parkir masih terdapat sejumlah petugas tak berseragam Dishub DKI membantu pengunjung mengatur kendaraan.

Sekitar 20 menit kemudian Kompas.com kembali ke area parkir untuk mengambil kendaraan. Seorang petugas dengan kaos oblong berwarna abu-abu membantu mengeluarkan motor.

Meski demikian, petugas tersebut tak meminta ongkos jasa mengeluarkan motor.

"Enggak bayar (lagi) neng. Lanjut aja, tuh pintu keluarnya," tutur petugas tersebut.

Sesampainya di pos keluar, seorang petugas berseragam Dishub meminta karcis dan mengecek. Meski mengenakan seragam dishub, Kompas.com tak melihat tanda pengenal tertempel di seragamnya.

"Tiga ribu neng," ucapnya.

Kompas.com menjelaskan bahwa telah melakukan pembayaran di pos masuk dan mengritik tarif parkir yang tak sesuai dengan peraturan tarif parkir progresif.

Karena seharusnya, pengunjung tak perlu membayar biaya tambahan jika menggunakan fasilitas parkir kurang dari satu jam.

Tanpa banyak berkomentar, petugas pun segera mempersilakan Kompas.com untuk keluar dari area parkir.

Mahsyur Arif, pengguna jasa parkir blok F Tanah Abang juga mengaku dimintai uang di pintu keluar kendaraan. Padahal, sebelumnya ia sudah membayar.

"Sekarang enggak dimintain bayar lagi waktu di ngeluarin motor. Tapi pas keluar dimintain lagi Rp 3.000.

Padahal, Arif mengaku menggunakan jasa parkir selama sekitar satu jam. Seharusnya, Arif cukup membayar biaya tambahan sebesar Rp 1.000.

Pengguna jasa lain bernama Salma mengaku lebih berani menolak membayar pungutan liar setelah dipasang banner peringatan di kawasan parkir tersebut.


Sumber : Kompas.com, Jumat 10 November 2017

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/10562671/masih-ada-pungutan-parkir-liar-di-blok-f-tanah-abang-meski-sudah-diberi

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday23
mod_vvisit_counterYesterday2178
mod_vvisit_counterThis week10211
mod_vvisit_counterThis month36306
mod_vvisit_counterAll3907087
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download