Jalur Khusus bus (busway) di Jakarta dibangun dengan tujuan untuk menciptakan system transportasi umum massal yang aman, nyaman, dan cepat karena mereka tidak mengalami hambatan dalam perjalanan. Konsekuensi dari kebijakan itu adalah jalur busway menjadi eksklusif dari kendaraan non busway (baik kendaraan pribadi maupun umum). Tapi sejak keluarnya kebijakan buka tutup bagi jalur busway untuk dapat dimasuki oleh kendaraan non busway sejak tanggal 12 November 2007, jalur busway, terutama Koridor 2 – 7 menjadi tidak lancar dan operasional Busway Transjakarta pun terganggu. Dilaporkan bahwa mix traffic itu mengakibatkan jumlah penumpang Busway Transjakarta merosot mencapai 30%.
Read more...
KECIL, PENGENDARA MOBIL PRIBADI PINDAH KE BUSWAY
Pengoperasian busway di Jakarta sudah berlangsung hampir sembilan bulan. Dalam perjalanan sepanjang itu mayarakat ingin mengetahui seperti apa profile pengguna busway. Apakah busway sungguh-sungguh mampu menarik pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke busway atau tidak? Berikut ini disampaikah hasil survey terhadap penumpang busway yang dilakukan oleh INSTRAN – ITDP pada minggu III – IV Juli 2004 (saat busway tepat beroperasi enam bulan. Bila informasi ini dirasakan kurang lengkap dipersilahkan menghubungi kami pada alamat di atas.
Tujuan survey ini adalah untuk melihat sejauh mana profile para pengguna busway di Koridor Blok M – Kota, sekaligus sebagai penjajakan mengenai kebutuhan jalur ataupun fasilitas parkir sepeda sebagai moda transportasi tidak bermotor yang sekaligus dapat dijadikan sebagai angkutan pengumpan (feeder service) bagi para penumpang busway. Hal ini mengingat bahwa masalah angkutan pengumpan bagi para penumpang busway Koridor I (Blok M – Kota) sampai sekarang belum ada kejelasannya. Pengalaman di Bogota menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan busway salah satunya karena terintegrasi dengan pembangunan jalur sepeda yang cukup panjang dan dapat dijadikan sebagai salah satu angkutan pengumpan.