INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner
YANG DILAKUKAN INSTRAN PADA TAHUN 2020 PDF Cetak E-mail
Mengakhiri perjalanan tahun 2020 dan memasuki tahun 2021, INSTRAN sebagai NGO bidang transportasi yang didirikan 20 tahun lalu, sejak berdirinya fokus pada kampanye melakukan kampanye penggunaan angkutan umum, pejalan kaki, dan kendaraan tidak bermotor (non motorize transportation/NMT), serta keselamatan berlalu lintas perlu melakukan laporan kepada public mengenai apa saja yang telah dilakukan selama masa pandemic 2020 lalu.

Pada awal 2020 INSTRAN sempat merancang sejumlah kegiatan, termasuk kerjasama dengan berbagai pihak untuk terus mendorong penggunaan angkutan umum, pedestrian, kembali ke sepeda, serta keselamatan berlalu lintas. Namun isu Korona yang kemudian menjadi riil sejak ditemukan dua positip korona pada tanggal 2 Maret di Depok, yang kemudian ditindak lanjuti dengan kebijakan work from home (WFH) pertama mulai tanggal 16 sampai 29 Maret dan kemudian terus diperpanjang dua minggu lagi, dan berikutnya diterapkan PSBB per 10 April 2020 membuat kami sempat lingkung mengenai apa yang harus kami lakukan. 

Ungkapan bahwa “bencana membawa berkah” boleh jadi kami rasakan. Berkah tidak selalu materi, tapi juga aktivitas. Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memiliki program bagi-bagi 1000 nasi bungkus untuk awak angkutan yang terdampak Covid 19, dan membutuhkan relawan, maka INSTRAN pun menawarkan diri menjadi relawan (betul-betul relawan karena kami tidak minta bayaran). Kegiatan nasi Bungkus itu berlangsung dari tanggal 3 Maret sampai dengan 14 April. Pembagian nasi bungkus kami awali dengan membagikan 200 nasi bungkus di Stasiun Gondangdia, Cikini, dan Kampung Melayu, kemudian hari-hari berikutnya kami tetapkan di terminal-terminal bus AKAP, seperti Terminal Kali Deres, Pulo Gebang, Tanjung Priok, dan Kampung Rambutan. 

Ketika proses pembagian nasi bungkus sedang berlangsung, Humas PT Transportasi Jakarta (TJ), meminta agar INSTRAN membantu mereka bagi-bagi sembako ke para pengemudi angkutan kota (Angkot) regular, karena mereka itu tidak mendapatkan subsidi dari mana pun. Tawaran itu kami sanggupi, sehingga kami putuskan untuk mencari sembako dengan harga yang kompetitif. Ada sejumlah pangkalan tempat pembagian sembako, yaitu di Kantor KWK (Koperasi Wahana Kalpika), Koperasi Layanan Angkutan Masyarakat Jakarta, Koperasi Purimas Jaya, Pusat Koperasi Angkutan Udara, Koperasi Budi Luhur, Koperasi Minibus Karya Jakarta Raya, PT Lestari Surya Gema Persada, Koperasi Pemilik Angkutan Mikrolet Jakarta Raya, Koperasi Mikrolet Jakarta Raya, dan PT Kencana Sakti Transport.

Total dana yang dialokasikan oleh PT TJ untuk pembagian sembako mencapai Rp. 150 juta, dan oleh INSTRAN dana tersebut dialokasikan untuk pembelian sembako semua. Sedangkan pengeluaran-pengeluaran lain untuk keperluan pendistribusian sembako seperti sewa kendaraan untuk mengantarkan sembako dari Pasar Induk Cipinang ke pool-pool operator, bayar tenaga bongkar muat, bayar tol dan parkir menjadi tanggung jawab INSTRAN. Juga pengeluaran lain yang sempat tidak terpikirkan sebelumnya tapi nilainya cukup besar adalah plastik untuk pembungkus yang ternyata mencapai hampir satu juta rupiah. Ini adalah bagian kontribusi INSTRAN untuk turut menjaga agar layanan angkutan umum regular masih terus berlangsung.

Memulai Diskusi Daring
Di tengah kebingungan bagaimana melaksanakan aktivits yang produktif untuk menjaga keberlanjuta (sustainability) INSTRAN di tengah pandemi, tiba-tiba Hera Nasution yang sejak 2019 kembali membantu INSTRAN muncul usulan untuk mengadakan diskusi transportasi secara online melalui aplikasi zoom. Semula saya tidak membayangkan bagaimana caranya, tapi untung pada bulan Februari pernah diundang oleh Universitas Bakrie menjadi narsum online, maka saya bisa membayangkan bagaimana proses diskusi tersebut dapat dilakukan.  Secara teknis saya menyerahkan sepenuhnya kepada Hera dan Julia Megasari untuk meng-handle, karena mereka generasi yang lebih familier dengan teknologi informasi.  Tidak perlu menunggu lama untuk mengambil keputusan dan sekaligus menentukan tema serta narasumber. 

Diskusi pertama dilaksanakan pada tanggal 5 April jam 15.30 – 17.30 dengan tema “Pembatasan Akses Transportasi Umum di Jabodetabek, Perlukah?”. Tema ini dipilih terkait dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Kepala BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) No. 5 Tahun 2020 tentang Pembatasan Transportasi di wilayah Jabodetabek, yang terbit pada 1 April 2020 dan menimbulkan kontroversi. Hadir dalam diskusi ini Ir. Polana B. Pramesti, M.Sc. Kepala BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek), yang kemudian dilanjutkan oleh Rosita Sinaga (Sekretaris BPTJ) yang menjelaskan maksud dari SE tersebut, Ateng Aryono, Sekjen Organda yang berbicara tentang Strategi Usaha Jasa Angkutan dan Kerja Sama Pemerintah dalam Pembatasan Akses Transportasi Umum, Djoko Setijowarno, Ketua Bidang Advokasi MTI yang berbicara tentang Peran Transportasi dalam Penanganan Penyebaran Virus Korona, serta penanggap Syafrin Lupito, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Gemilang Tarigan, Ketua Umum APTRINDO; Akademisi Ellen Tangkudung dan Prof. Leksmono S.Putranto. Acara ini terselenggara berkat Kerjasama dengan MTI Wilayah DKI Jakarta. 

Pilihan waktu sore itu dengan pertimbangan semua berada di rumah (WFH) dan sore itu dalam kondisi santai. Ternyata kalkulasi waktu ini pas. Maka diskusi kedua pun dilaksanakan dengan tema “Sebaiknya Mudik Atau Tidak?” Yang dilaksanakan pada Hari Minggu, 15 April 2020, jam 15.15 – 17.30 dengan menghadirkan pembicara Drs. Budi Setiyadi, S.H. M.Si., Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Nurhayati Monoarfa, Dewan DPD RI Komisi V Fraksi PPP, Syarif Abdullah, Wakil Komisi V DPR RI Fraksi Nasdem, Tulus Abadi, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), DR. Ir. Soerjanto Tjahjono, Ketua KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transortasi), Susilo, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dr. Haryaka Dillon, Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia, dan Nurcholis Komisi III DPD RI dari wilayah Jawa Tengah, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Dr. Haris Muhammadun, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Daryatmo,  Operator Bus Pariwisato Kristianto, dan Dr. Sugeng Purnomo (MTI). Acara yang disuport oleh PT Jasa Raharja ini mendapatkan liputan media cukup banyak, karena isunya memang hangat.

Diskusi transportasi secara online (disdar) ketiga yang dilakukan oleh INSTRAN adalah dengan tema “Menyelamatkan Layanan Transportasi Angkutan Umum dari Dampak Covid-19” yang dilaksanakan pada Minggu, 26 April 2020, pukul 15.15 – 17.30 bekerjasama dengan DPP Organda. Dalam diskusi ini menghadirkan narasumber Yustinus Prastowo, Staff Khusus Kementerian Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Ahmad Yani, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, dan Brigadir Jenderal (Pol) Dr. Chrysnanda Dwilaksana, Direktur Kemananan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan diikuti oleh para operator angkutan AKAP.  Diskusi kali ini dimulai dengan ungkapan keresehan para operator angkutan umum khususnya AKAP dari seluruh wilayah Indonesia, baru setelah itu ditanggapi oleh para narasumber untuk memberikan solusi.

Diskusi Daring keempat dengan tema “Antisipasi Menghadapi Mudik Lokal Lebaran/Idul Fitri 1441 H Lintas Wilayah Di Jabodetabek” dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2020, pukul 15.00 – 17.00, kerjasama INSTRAN dengan BPTJ. Hadir sebagai pembicara: Ir. Polana B. Pramesti. M.Sc, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Dr. Dadang Ginanjar Samsupraja, M. A. P, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Wihana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Eko Prabowo, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Wahyudin Iskandar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Edi Sufaat, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kombes. Pol. Sambodo Purnomo Yogo, Dirlantas Polda Metro Jaya, M. Joel D. Mastana, Sekretaris Bidang Mobilitas dan Pariwisata Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan sejarawan JJ. Rizal.

Diskusi Daring keenam dengan tema “Menjaga Transportasi di Jakarta Tetap Lancar Paca Pandemi Korona” dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2020, pukul 13.00 – 15.00 dengan pemantik diskusi Ir. Bambang Susantono, MCP, MSCE, Ph.D, Vice President Asian Development Bank (ADB), Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit, M. Sc, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Ahmad Syafrudin, Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Dr. Ir. Haris Muhammadun, ATD, MM, IPM, Ketua Dewan Transportasi Jakarta (DTKJ), Dr. Haryaka Dillon, Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Poetoet Sudarjanto, Ketua Umum Komunitas Bike to Work Indonesia, dan Ir. R. Jachrizal Sumabrata, M.Sc (Eng)., Ph.D, Dewan Transportasi Jakarta (DTKJ). Diskusi ini juga diselenggarakan kerjasama dengan MTI Wilayah DKI Jakarta.

Diskusi daring ketujuh dengan tema “Membangun Pemahaman Publik Tentang Tanggung Jawab PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI)” dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2020 bekerjasama dengan PT KCI. Dalam diskusi ini hadir sebagai narasumber antara lain: Zulfikri – Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Wiwik Handayati, Direktur Utama PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI), Yayat Supriatna, Pengamat Perkotaan dan Transportasi, DR. dr. Hariadi Wibisono, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Agus Pambagyo, Pengamat Kebijakan Publik, Sudaryatmo, Aktivis Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Djoko Setijowarno Akademisi Unika Soegijopranoto Semarang. Diskusi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak mengenai tanggung jawab para pihak terhadap pelayanan KRL Jabodetabek, bahwa masalah tanggung jawab penegakan protocol kesehatan PT KAI/KCI hanyalah sebatas dalam lingkup stasiun dan kereta saja. Ketika sudah tiba di luar stasiun, maka itu menjadi tanggung jawab masing-masing Pemerintah Daerah (Kabupaten/Kota). Pemahaman seperti itu penting untuk dibangun mengingat ada tendensi menyerahkan semua bebannya pada PT KAI/KCI sehingga sempat muncul usulan dari Pemerintah Daerah di wilayah Bodetabek untuk menyetop layanan KCI sementara waktu. 

Diskusi Daring Kedelapan dengan tema “Potensi Bersepeda untuk Sarana Angkutan Dalam Tatanan Baru” dilaksanakan pada Hari Sabtu, 27 Juni 2020 pukul 2020 dengan narasumber 
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dr. Syafrin Liputo; Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), dan Bike to Work (B2W).


Paska diskusi yang kedelapan, INSTRAN tidak lagi melakukan kegiatan diskusi online karena sudah banyak pihak yang melaksanakan diskusi online untuk bidang transportasi dengan berbagai tema, termasuk menyangkut pembangunan infrastruktur. Berdasarkan pantauan dari sejumlah WAG maupun media sosial lain, pada saat INSTRAN memulai kegiatan diskusi online dengan menggunakan aplikasi zoom itu, belum terlihat ada kelompok-kelompok masyarakat sipil yang melakukannya, diskusi-diskusi online dengan menggunakan aplikasi zoom saat itu lebih banyak dilakukan oleh pihak kementrian yang merupakan bagian dari pembahasan program kerja mereka, bukan menjadi konsumsi publik. INSTRAN baru kembali melaksanakan diskusi online sector transportasi baru pada tanggal 19 dan 29 Desember 2020 yang merupakan bagian dari tema kampanye kami “Kota Metropolitan Masa Depan” yang merupakan kolaborasi antara INSTRAN – MTI DKI Jakarta dan atas dukungan dana dari KHI (Kota Harapan Indah).

Melakukan Kajian
Selain membantu Direktorat Perhubungan Darat melakukan pembagian 1000 nasi bungkus kepada para awak angkutan, membantu PT TJ melakukan distribusi sembako kepada para awak angkutan kota regular, dan melakukan diskusi online dengan berbagai tema dan kerjasama dengan berbagai lembaga, INSTRAN juga tetap melanjutkan program Eco Driving yang merupakan kerjasama dengan Clean Air Asia (CAA) di Manila serta melakukan survei mengenai Public Awareness Development On Healthy Transportation During Covid-19 Pandemic yang merupakan kerjasama dengan Keduataan Inggris.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan INSTRAN selama kurun waktu 2020 lalu di tengah pandemic Covid 19 melalui penggalangan kerjasama dengan berbagai pihak dimaksudkan untuk menjaga eksistensi INSTRAN di dalam mewujudkan visi misinya, yaitu terciptanya layanan angkutan umum yang selamat, aman, nyaman, terjangkau, tepat waktu, dan ramah pagi pejalan kaki maupun pesepeda. Semoga perjalanan tahun 2021 dapat dilewati dengan lancar dan lebih produktif lagi, sehingga kami hadir tidak sia-sia. 

Di luar itu juga ada kegiatan melayani sejumlah mahasiswa (S1, S2, S3) yang melakukan wawancara untuk penulisan tugas akhir mereka dan melayani banyak interview dengan para jurnalis.

Terima kasih kepada para pihak yang sudah bersedia bekerja sama dengan INSTRAN dan INSTRAN tetap terbuka kerjasama dengan pihak mana pun dengan tetap mempertahankan indepensi lembaga. Bagi para mahasiswa yang ingin melakukan pemagangan di INSTRAN juga terbuka lebar, baik itu dari jurusan teknik maupun social. Selamat tinggal 2020 dan selamat menjalani 2021.

Jakarta, 1 Januari 2020

KI DARMANINGTYAS
Ketua INSTRAN

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1367
mod_vvisit_counterKemarin3135
mod_vvisit_counterMinggu ini17080
mod_vvisit_counterBulan ini77494
mod_vvisit_counterSemua7369373
Terima kasih atas kunjungannya