INSTRAN.org

  • Indonesian
  • English
Baner
Layanan KRL Jabodetabek PDF Cetak E-mail
Kereta Listrik Rel (KRL) Jabodetabek menjadi andalan alat transportasi yang digunakan oleh warga Jakarta dan sekitarnya. Disamping muatannya lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan umum lainnya seperti bus kota, metromini, mikrolet dan lainnya juga lebih efesien dari segi waktu. Misalnya jarak tempuh Bogor-Jakarta jika mengguna Bus Kota bisa memakan waktu hingga 2 jam lebih, tapi jika menggunakan KRL bisa di tempuh satu jam saja. Namun, percaya atau tidak selama ini pengguna KRL cenderung lebih banyak mengeluhkan layanan yang masih belum maksimal. Layanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek selalu dikeluhkan pengguna.
 
Mulai ruang tunggu stasiun, jadwal kedatangan KRL, hingga keamanan, nyaris tidak ada perbaikan. Jumlah armada yang ada dengan jumlah pengguna tidak seimbang, sehingga mengakibatkan penumpukan yang luar biasa pada jam-jam sibuk orang berangkat kerja. Tidak heran jika masih banyaknya penumpang yang naik di atap kereta walaupun dengan taruhan nyawa karena sewaktu-waktu bisa tersetrum aliran listrik. Starategi yang kerap dikeluarkan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai dari pemasangan, pintu koboi, alat semprot warna, bandul-bandul beton atau strategi lainnya tidak membuat efek jera bagi penumpang.

Secara logika wajar jika hal tersebut terjadi, karena meraka mengejar waktu ke tempat kerja, dengan cara apapun yang penting bisa cepat samapai kantor/tempat kerja. Sebetulnya PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) sudah membuka mata lebar-lebar dengan kondisi semacam itu, tapi selalu saja kebijakan yang dikeluarkan belum membuahkan pemecahan untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut. Tindakan tegas dari pihak stasiun terkesan memble, penindakan hanya berlaku ketika ada sidak atau kunjungan pejabat kereta terkait.

Sekretaris Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Makmur Syaheran menuturkan, pihaknya terus berusaha memaksimalkan pelayanan. Satu di antaranya meningkatkan jumlah daya angkut dan perjalanan menuju target 1,2 juta per hari pada 2019. Kini baru berkisar 400.000 per hari. Semua itu dicapai dengan 514 perjalanan per hari. Untuk meningkatkan pertumbuhan penumpang ini dengan cara menambah tahun sebanyak 160 kereta.
 
Jika tidak diimbangi dengan tindakan nyata dari PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ),  niscaya kereta kita akan tetap menjadi "kereta tingkat".
 
Salam.

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini330
mod_vvisit_counterKemarin1809
mod_vvisit_counterMinggu ini3597
mod_vvisit_counterBulan ini29380
mod_vvisit_counterSemua802297
Terima kasih atas kunjungannya