INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

MRT Sasar Pasar Tertentu

INSTRAN.org — Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, penentuan tarif moda raya terpadu dan...

Kereta Perempuan Pesanan Ibu Negara

INSTRAN.org - Semenjak PT Mass Rapid Transit Jakarta membuka uji coba untuk umum pada 13 Maret lalu, banyak warga antusias mencoba moda raya terpadu...

MRT Tulang Punggung Angkutan Massal

INSTRAN.org – Mass rapid transit (MRT) Bundaran HI-Lebak Bulus diproyeksikan menjadi tulang punggung angkutan massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya...

Evaluasi Uji Coba MRT Jakarta, Masyarakat Minta Wifi Gratis

INSTRAN.org - PT MRT Jakarta menerima banyak masukan dalam uji coba MRT, salah satunya soal sinyal telekomunikasi yang lemah ketika kereta Ratangga...

Warga Ingin Tarif MRT Terjangkau

INSTRAN.org — Penentuan tarif moda raya terpadu belum selesai dibahas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga Kamis (14/3/2019). Masyarakat berharap...

  • MRT Sasar Pasar Tertentu

    Selasa, 19 Maret 2019 11:01
  • Kereta Perempuan Pesanan Ibu Negara

    Selasa, 19 Maret 2019 11:00
  • MRT Tulang Punggung Angkutan Massal

    Selasa, 19 Maret 2019 11:00
  • Evaluasi Uji Coba MRT Jakarta, Masyarakat Minta Wifi Gratis

    Senin, 18 Maret 2019 14:25
  • Warga Ingin Tarif MRT Terjangkau

    Jumat, 15 Maret 2019 11:30

Metropolitan

MRT Sasar Pasar Tertentu
Selasa, 19 Maret 2019
INSTRAN.org — Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, penentuan tarif moda raya terpadu dan kereta ringan memperhitungkan kemampuan... Selanjutnya...
Kereta Perempuan Pesanan Ibu Negara
Selasa, 19 Maret 2019
INSTRAN.org - Semenjak PT Mass Rapid Transit Jakarta membuka uji coba untuk umum pada 13 Maret lalu, banyak warga antusias mencoba moda raya terpadu atau MRT, tak terkecuali Ibu Negara Nyonya Iriana... Selanjutnya...
MRT Tulang Punggung Angkutan Massal
Selasa, 19 Maret 2019
INSTRAN.org – Mass rapid transit (MRT) Bundaran HI-Lebak Bulus diproyeksikan menjadi tulang punggung angkutan massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.  Selanjutnya...
Evaluasi Uji Coba MRT Jakarta, Masyarakat Minta Wifi Gratis
Senin, 18 Maret 2019
INSTRAN.org - PT MRT Jakarta menerima banyak masukan dalam uji coba MRT, salah satunya soal sinyal telekomunikasi yang lemah ketika kereta Ratangga memasuki rel bawah tanah. Uji coba publik MRT telah... Selanjutnya...
Warga Ingin Tarif MRT Terjangkau
Jumat, 15 Maret 2019
INSTRAN.org — Penentuan tarif moda raya terpadu belum selesai dibahas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga Kamis (14/3/2019). Masyarakat berharap tarifnya sekitar Rp 10.000. Selain itu, juga... Selanjutnya...
Dibilang Sepi, Begini Kondisi Kereta Bandara Soetta PDF Cetak E-mail
Kamis, 10 Januari 2019 14:20
INSTRAN.org - Sekitar setahun yang lalu, tepat sehari setelah orang-orang merayakan malam pergantian tahun, kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) resmi memulai sepak terjangnya. 

Pilihan tunggangan baru menuju Bandara Soetta ini digadang-gadang menjadi 'pahlawan' baru pengurai kepadatan lalu-lintas menuju Bandara Soetta yang selama ini hanya mengandalkan moda transportasi berbasis jalan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung hadir meresmikan pengoperasian kereta yang memakan biaya investasi Rp 5 triliun tersebut. Perjalanan panjang pembangunan kereta Bandara Soetta pun akhirnya usai meski belum semua stasiun kereta yang direncanakan masuk dalam trayek sudah beroperasi.

Tapi sayang, setahun setelah beroperasi kereta Bandara Soetta sepi peminat. Institut Studi Transportasi melaporkan tingkat okupansi kereta Bandara Soetta jauh dari standar yang seharusnya didapatkan.

Dari data jumlah penumpang yang dicatat PT Railink, hingga November 2018 diketahui okupansi atau tingkat keterisian kereta Bandara Soetta hanya sebesar 26%. Okupansi itu masih jauh dari keterisian ideal yang sebesar 60%.

Padahal setiap hari pergerakan penumpang di Bandara Soetta mencapai 150.000 orang di hari kerja. Sementara di akhir pekan dan hari libur bisa mencapai 200.000 orang.

Membuktikan hal tersebut, detikFinance meninjau langsung kondisi terkini kereta Bandara Soetta. Dimulai dari stasiun BNI City di Sudirman, detikFinance menjajal kereta yang dioperasikan PT Railink ini menuju stasiun Bandara Soetta di Cengkareng, Tangerang.

Pantauan di lokasi, Kamis (10/1/2019) sejak pagi pukul 09.30 WIB, kondisi stasiun BNI City dari depan pintu masuk tampak sepi dari hilir mudik manusia seperti yang biasa didapati pada stasiun-stasiun kereta pada umumnya. Jumlah mobil maupun sepeda motor yang terparkir juga bisa dihitung dengan jari.

Tiba di area dalam stasiun, kondisi serupa juga masih didapati. Mulai dari area concourse atau komersil yang berada di depan, hanya ada beberapa orang yang sedang menunggu.

Sementara di area ticketing atau vending machine juga tak seluruh mesin yang terisi antrean. Hanya ada beberapa calon penumpang yang tengah membeli tiket. Begitu pula di area ruang tunggu, jumlah penumpang yang tengah menunggu di sejumlah titik bisa dihitung dengan jari. Mungkin saja sejumlah calon penumpang yang lain sudah berada di area peron mengingat jadwal keberangkatan kereta terdekat sudah hampir tiba.

Sampai jadwal keberangkatan kereta selanjutnya, tetap saja kondisi yang mirip masih terasa. Pada keberangkatan kereta pukul 11.20 WIB, juga tak banyak penumpang yang tengah mengantre di area peron. Pantauan detikFinance, jumlah penumpang yang menunggu tak sampai 50 orang sementara kapasitas kereta per keberangkatan bisa menampung hingga 272 orang.

Jumlah keterisian yang minim dipastikan saat sejumlah kursi yang ada di dalam kereta tak terisi. Jumlah gerbong yang duluan terisi adalah gerbong paling ujung, sementara rangkaian gerbong di antaranya hanya terisi dua hingga tiga orang penumpang.

Hingga tiba di stasiun Bandara Soetta, kondisi sepi masih tetap terlihat. Keterisian penumpang per keberangkatan tak lebih dari 100 orang.

Kondisi stasiun dan kereta yang begitu nyaman dan serba baru justru tampak seperti rumah mewah yang tak ditempati penghuninya. Padahal ada banyak sekali fasilitas yang ditawarkan di stasiun ini mulai dari area komersil seperti coffe shop, WiFi yang gratis hingga toilet bersih dan ruang tunggu yang nyaman.

PT Railink sendiri mencatat okupansinya pada hari biasa sekitar 2.700-3.000 penumpang, hari Jumat 4.700-5.000 penumpang dan akhir pekan sekitar 2.000-2.500 penumpang. Jika diambil angka terbanyak di 5.000 orang, okupansinya hanya sebesar 26% alias masih jauh dari harapan.


Sumber : Detik.com, Kamis 10 Jan 2019

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4378707/dibilang-sepi-begini-kondisi-kereta-bandara-soetta?tag_from=wp_beritautama&_ga=2.234885315.317086953.1546820328-874064623.1514443707

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini57
mod_vvisit_counterKemarin3627
mod_vvisit_counterMinggu ini7406
mod_vvisit_counterBulan ini66690
mod_vvisit_counterSemua5317987
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download