INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Perlu Kompromi dengan Angkutan Perkotaan

INSTRAN.org – Perpanjangan mass rapid transit (MRT) hingga Tangerang Selatan (Tangsel) harus belajar dengan operasional bus Transjakarta rute Pondok...

MRT Masuk Tangsel Pacu Pengembangan Properti

INSTRAN.org - Wacana moda transportasi massal mass rapid transit (MRT) menembus Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dapat memacu pengembangan properti. 

Headtime KRL Bisa Maksimal Jika Semua Perlintasan Sebidang Ditutup

INSTRAN.org - PT KCI terus mencari cara agar headtime Commuter Line bisa dibuat sesingkat mungkin. Salah satu solusinya bahwa headtime commuter line...

Transjakarta Kerahkan 1.300 Armada Bus Saat Pilpres 2019

INSTRAN.org - TransJakarta akan mengerahkan 1.300 armada busnya saat pemilihan presiden (Pilpres) pada Rabu, 17 April 2019.

Hari Ini Mesin Tiket MRT Beroperasi

INSTRAN.org - Vending machine atau mesin tiket otomatis Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan difungsikan seluruhnya pada hari ini. Operasional mesin...

  • Perlu Kompromi dengan Angkutan Perkotaan

    Senin, 22 April 2019 10:29
  • MRT Masuk Tangsel Pacu Pengembangan Properti

    Senin, 22 April 2019 10:29
  • Headtime KRL Bisa Maksimal Jika Semua Perlintasan Sebidang Ditutup

    Kamis, 18 April 2019 10:37
  • Transjakarta Kerahkan 1.300 Armada Bus Saat Pilpres 2019

    Selasa, 16 April 2019 15:29
  • Hari Ini Mesin Tiket MRT Beroperasi

    Senin, 15 April 2019 11:46

Metropolitan

Perlu Kompromi dengan Angkutan Perkotaan
Senin, 22 April 2019
INSTRAN.org – Perpanjangan mass rapid transit (MRT) hingga Tangerang Selatan (Tangsel) harus belajar dengan operasional bus Transjakarta rute Pondok Cabe-Tanah Abang yang mendapat penolakan keras.  Selanjutnya...
MRT Masuk Tangsel Pacu Pengembangan Properti
Senin, 22 April 2019
INSTRAN.org - Wacana moda transportasi massal mass rapid transit (MRT) menembus Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dapat memacu pengembangan properti.  Selanjutnya...
Headtime KRL Bisa Maksimal Jika Semua Perlintasan Sebidang Ditutup
Kamis, 18 April 2019
INSTRAN.org - PT KCI terus mencari cara agar headtime Commuter Line bisa dibuat sesingkat mungkin. Salah satu solusinya bahwa headtime commuter line bisa maksimal jika seluruh perlintasan sebidang... Selanjutnya...
Transjakarta Kerahkan 1.300 Armada Bus Saat Pilpres 2019
Selasa, 16 April 2019
INSTRAN.org - TransJakarta akan mengerahkan 1.300 armada busnya saat pemilihan presiden (Pilpres) pada Rabu, 17 April 2019. Selanjutnya...
Hari Ini Mesin Tiket MRT Beroperasi
Senin, 15 April 2019
INSTRAN.org - Vending machine atau mesin tiket otomatis Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan difungsikan seluruhnya pada hari ini. Operasional mesin ini dinilai efektif mengurangi antrean calon... Selanjutnya...
Tiga Fakta dalam Kasus Order Fiktif Pengemudi Ojek Online PDF Cetak E-mail
Kamis, 14 Februari 2019 13:52
INSTRAN.org – Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menangkap empat tersangka pelaku praktik curang ojek online atau ojek daring pada 1 Februari 2019. Empat tersangka tersebut berperan sebagai pembuat order fiktif khusus aplikasi ojek milik perusahaan Gojek.

“Saat ditangkap mereka sedang beroperasi di ruko," ujar Kepala Bidang Humas Komisaris Besar Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu, 13 Februari 2019. Argo menyebut, para tersangka itu dibekuk di Ruko Kompleks Taman Duta Mas, Petamburan, Jakarta Barat. 

Dengan modus yang berbeda, tahun lalu, polisi menangkap 10 pelaku praktik curang yang merugikan perusahaan ojek daring, yakni Grab. Lantaran kejahatan itu,perusahaan penyedia angkutan daring ini menderita kerugian hingga Rp 600 juta.

Berikut ini fakta-fakta yang berkaitan dengan kasus yang melilit pengemudi ojek daring.

1. Tersangka memiliki puluhan akun fiktif, untung hingga Rp 10 juta

Polda Metro Jaya mengungkap, tersangka memiliki akun fiktif dengan jumlah puluhan, yakni 20-30. Akun itu pun masing-masing terdaftar sebagai mitra Gojek. Keuntungan yang dihasilkan dari masing-masing akun itu, para tersangka mengumpulkan uang. Pendapatan mereka ditaksir mencapai Rp 10 juta per hari.

2. Aplikasi untuk memanipulasi perjalanan

Para tersangka menggencarkan aksinya dengan mengoperasikan sebuah aplikasi. Aplikasi itu berfungsi untuk memanipulasi perjalanan. Saat para tersangka mengorder, mereka seakan-akan benar-benar beroperasi. "Di aplikasi Gojek terlihat mereka berjalan, tapi sebenarnya tidak,” ujar Argo.

Dalam sehari, para tersangka akan menggencarkan 24 kali order fiktif. Mereka melancarkan modus ini agar bonus yang diperoleh tinggi. Adapun bonus perjalanan itu berjumlah sekitar Rp 350 ribu. 

3. Mitra ojek memelihara ‘tuyul’

Polda Metro Jaya pernah membekuk tersangka pemilik tuyul pada Januari 2018 lalu di Jalan Taman Aries, Jakarta Barat. Ada sebanyak 12 orang tercokok karena kasus ini. Sejumlah 10 dari 12 orang mendaftarkan diri sebagai pengemudi resmi. Para pengemudi ini kemudian mengotak-atik ponselnya agar bisa memasukan program-program ilegal.

Program tersebut digunakan untuk memanipulasi informasinya ke sistem operator. Di antaranya dengan memasang GPS palsu atau mock-location.

Jadi, seolah-olah, tersangka ojek online mengantar jemput penumpang. Padahal, hal tersebut tidak terjadi. Selama 3 bulan, para tersangka berhasil mengantongi Rp 600 juta.


Sumber : Tempo.co, Kamis 14 Februari 2019

https://metro.tempo.co/read/1175478/tiga-fakta-dalam-kasus-order-fiktif-pengemudi-ojek-online/full&view=ok

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini933
mod_vvisit_counterKemarin1900
mod_vvisit_counterMinggu ini2833
mod_vvisit_counterBulan ini81122
mod_vvisit_counterSemua5439996
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download