Hari Kedua MRT Berbayar, Masalah Antrean Penumpang Belum Selesai Cetak
Selasa, 02 April 2019 15:55
INSTRAN.org - Stasiun MRT Lebak Bulus dibanjiri lebih banyak penumpang di hari kedua beroperasi secara komersial pada Selasa, 2 April 2019. Petugas MRT di Stasiun Lebak Bulus mengatakan sejak pukul 09.30 penumpang terus menjejali loket.

"Penumpangnya banyak dari rombongan warga dan rombongan anak sekolah yang mau mencoba naik MRT," kata si petugas. Dia menolak namanya dicantumkan dalam artikel ini. 

Ia menjelaskan, penumpang yang belum atau tidak mempunyai uang elektronik terbitan bank bisa membeli single trip ticket yang disediakan di loket. Di Stasiun Lebak Bulus disediakan tiga loket offline untuk membeli tiket tersebut. 

MRT Jakarta sebenarnya menyediakan mesin-mesin penjualan tiket itu secara otomatis alias vending machine. Tapi hingga hari kedua ini mesin-mesin itu belum ada yang difungsikan. Ada enam vending machine di Stasiun Lebak Bulus dan sempat digunakan pada Senin pagi lalu tapi kemudian error.

"Sistemnya sedang dalam perbaikan. Nanti sore kami targetkan vending machine sudah bisa digunakan," ujar si petugas.

Menurutnya, jika mesin dipaksakan diaktifkan, dikhawatirkan bakal berimbas pada penjualan tiket offline. "Nanti sistem penjualan offline yang bisa terganggu."

Ia menjelaskan penyempurnaan sistem sudah dilakukan sejak Senin sore. Imbas penyempurnaan sistem itulah yang menurutnya menyebabkan MRT Jakarta sempat menggratiskan tiket penumpang dari pukul 17.00 sampai jam operasional tutup 22.30.

"Tapi sekarang sudah normal. Penumpang sudah dikenakan tarif lagi," ujarnya. "Tarif selama April ini masih diskon 50 persen."

Pantauan Tempo imbas mesin penjualan tiket otomatis belum bisa digunakan, antrian penumpang kereta MRT yang ingin membeli tiket mengular nyaris ke tangga masuk Stasiun Lebak Bulus.


Sumber : Tempo.co, Selasa 2 April 2019

https://metro.tempo.co/read/1191607/hari-pertama-mrt-berbayar-tak-mulus-simak-hasil-evaluasinya

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine