INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Gandeng DRD, Transjakarta Target Bisa Lebih Dekat Menjangkau Warga

INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan terus menambah jangkauan keseluruh pengguna transportasi publik hingga jaraknya bisa...

Jelang Lebaran, KAI Tambah Fasilitas di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

INSTRAN.org - PT KAI Daop 1 Jakarta menambah fasilitas-fasilitas baru bagi penumpang KA. Salah satunya yaitu Pembangunan Hall (Zona 3) di Stasiun...

Pemberlakuan Jalan Satu Arah, Brebes Masih Berpotensi Macet

INSTRAN.org  - Potensi penumpukan kendaraan masih akan terjadi pada arus mudik kendati pemerintah tahun ini akan menerapkan kebijakan jalan satu arah ...

Ini Empat Strategi Baru untuk Arus Mudik Lebaran 2019

INSTRAN.org - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memiliki empat strategi untuk kesiapan arus mudik Lebaran 2019. Direktur...

BPJT Belum Siapkan Rest Area Tol Trans Jawa Jadi Tempat Alih Moda

INSTRAN.org - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, belum melakukan persiapan apapun untuk menggunakan rest area atau tempat istirahat...

  • Gandeng DRD, Transjakarta Target Bisa Lebih Dekat Menjangkau Warga

    Selasa, 21 Mei 2019 10:23
  • Jelang Lebaran, KAI Tambah Fasilitas di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

    Selasa, 21 Mei 2019 10:22
  • Pemberlakuan Jalan Satu Arah, Brebes Masih Berpotensi Macet

    Selasa, 21 Mei 2019 10:21
  • Ini Empat Strategi Baru untuk Arus Mudik Lebaran 2019

    Senin, 20 Mei 2019 10:56
  • BPJT Belum Siapkan Rest Area Tol Trans Jawa Jadi Tempat Alih Moda

    Senin, 20 Mei 2019 10:56

Metropolitan

Gandeng DRD, Transjakarta Target Bisa Lebih Dekat Menjangkau Warga
Selasa, 21 Mei 2019
INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan terus menambah jangkauan keseluruh pengguna transportasi publik hingga jaraknya bisa mencapai 500 meter. Untuk itu, PT Transjakarta... Selanjutnya...
Jelang Lebaran, KAI Tambah Fasilitas di Stasiun Gambir dan Pasar Senen
Selasa, 21 Mei 2019
INSTRAN.org - PT KAI Daop 1 Jakarta menambah fasilitas-fasilitas baru bagi penumpang KA. Salah satunya yaitu Pembangunan Hall (Zona 3) di Stasiun Pasar Senen. Hal itu guna meningkatkan pelayanan... Selanjutnya...
Pemberlakuan Jalan Satu Arah, Brebes Masih Berpotensi Macet
Selasa, 21 Mei 2019
INSTRAN.org  - Potensi penumpukan kendaraan masih akan terjadi pada arus mudik kendati pemerintah tahun ini akan menerapkan kebijakan jalan satu arah (one way) dengan jarak mencapai ratusan... Selanjutnya...
Ini Empat Strategi Baru untuk Arus Mudik Lebaran 2019
Senin, 20 Mei 2019
INSTRAN.org - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memiliki empat strategi untuk kesiapan arus mudik Lebaran 2019. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi... Selanjutnya...
BPJT Belum Siapkan Rest Area Tol Trans Jawa Jadi Tempat Alih Moda
Senin, 20 Mei 2019
INSTRAN.org - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, belum melakukan persiapan apapun untuk menggunakan rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP) sebagai tempat alih moda... Selanjutnya...
Usai Jakarta, MRT Tangsel Segera Terwujud PDF Cetak E-mail
Kamis, 04 April 2019 11:05
INSTRAN.org - Rencana diteruskannya pembangunan kereta cepat Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini memasuki tahap penyusunan feasibility study (FS).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel Sukanta menuturkan penyusunan FS merupakan tahapan selanjutnya dari pra-FS. Setelah itu, dilakukan penyusunan detail engineering design (DED) yang menjadi dasar bagi pembangunan fisik. “Jadi, tahapannya itu adalah pra-FS, FS, DED, dan pembangunan fisik,” katanya kepada KORAN SINDO di Serpong, kemarin. Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, kata Sukanta, meminta pembangunan MRT ke Kota Tangsel secepatnya dilakukan sehingga layanan kereta cepat itu bisa dirasakan semua warga dan berdampak pada semakin berkurangnya pemakaian kendaraan pribadi ke Jakarta.

“Ya, wali kota meminta secepatnya atau paling lambat tahun 2020 sudah ada peletakan batu pertama. Ya, minimal tahun 2019 selesai semua penyusunan FS dan DED-nya,” katanya. Menurut dia, penyusunan FS dan DED dilakukan oleh konsultan transportasi. Meski begitu, pihaknya sebagai pemerintah daerah tetap memberikan usulan atau masukan. “Untuk pra-FS, rencananya MRT koridor Lebak Bulus-Terminal Pondok Cabe. Saat ini kami baru tahap survei. Pelaksana surveinya dari konsultan, BPTJ, Bappeda Tangsel, dan Dishub Tangsel,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan jalan yang akan dilalui MRT dari Lebak Bulus. Jalan itu, akan memutar mengikuti circle Tangsel mulai dari Pondok Cabe, Pamulang, Serpong, hingga terus ke arah Kota Tangerang. “Sudah disampaikan ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan sudah seputar pola pembiayaan,” tuturnya, kemarin. Adapun rute yang diusulkan mulai dari Stasiun Lebak Bulus menuju Prapatan Gaplek, belok kanan menuju Pamulang hingga Pamulang Barat. Selanjutnya belok kanan menuju Bundaran Universitas Pamulang (Unpam).

Dari Bundaran Unpam, lalu ke arah Jalan Siliwangi hingga Prapatan Muncul. “Dari Munjul, belok kanan hingga Taman Tekno 2, dan belok kanan lagi, lalu belok kiri sampai terus ke Tangerang. Nanti sampai ke Bandara Soetta. Trase ini yang kami ajukan kepada pihak BPTJ,” ujarnya. Terkait pola pembiayaan, Benyamin mengatakan, semua ditanggung BPTJ. Termasuk biaya pembebasan lahan yang terkena pembangunan. Pemkot Tangsel, katanya, hanya sebagai pihak yang memfasilitasi pelaksanaan pembangunan. “Semuanya nanti akan dikerjakan oleh BPTJ, termasuk pembiayaannya. Kami hanya mengusulkan konsep perpanjangan MRT itu melingkar di circle Tangsel. Jadi, semuanya menjadi kewenangan BPTJ,” katanya.

Jalur MRT Tak Boleh Rumit

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyatakan, ketidaksepahamannya atas ide Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. “Itu apaan MRT melingkar - lingkar? MRT itu lurus, tidak boleh belok - belok. MRT kok belok-belok kayak bemo begitu. MRT mana itu? Kayak MRT Palembang, itu nggak jalan,” kata Agus saat dihubungi KORAN SINDO, kemarin. Menurutnya, tidak ada yang jalan MRT berkelok-kelok. Jalur MRT harus lurus mengikuti rel yang sudah dibuat. Kalaupun ada tempat pemberhentian, hanya ada namanya feeder.

“Muter-muter begitu namanya bemo, sudah kayak ular tangga. Mau kecepatan berapa? MRT itu lurus- lurus semua. Memangnya kayak bikin kue belok-belok,” katanya. Dia menegaskan yang menjadi esensi dari moda transportasi massal adalah interkoneksi. “Transportasi massal itu pada prinsipnya interkonekasi, ya feeder . Orang boleh jalan kaki, tapi tidak boleh lebih dari 500 meter. Kemudian orang paling banyak ganti angkutan hanya tiga kali. Kalau lewat itu, ke laut saja,” katanya. Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Tuhiyat kepada awak media mengatakan, Badan Pengatur Transportasi Jabodetabek sebelumnya telah mengusulkan rute perpanjangan trase MRT Lebak Bulus hingga Tangsel.

“Tetapi, ini belum bersifat final, sebab masih harus dikaji terlebih dahulu aspek bisnisnya seperti trase ini menguntungkan atau tidak, dibutuhkan atau tidak,” katanya. Adapun perpanjangan trase mulai dari Stasiun Lebak Bulus-Stasiun Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ)-Stasiun Universitas Islam Negeri Syarif Hidyatullah (UIN)-Stasiun Pasar Ciputat-Stasiun Pustekkom-Stasiun Pondok Cabe- Stasiun (Integrasi) Terminal Pondok Cabe. Kemudian dari Stasiun Pondok Cabe ada perpanjangan ke Stasiun Pamulang Barat-Stasiun Pondok Benda-Stasiun Babakan- Stasiun Puspitek-Stasiun Rawa Buntu dan terakhir menuju ke Tangerang.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany pun tidak mau ketinggalan ikut uji coba MRT Jakarta bersama rombongan pejabat Pemkot Tangsel. “Enak, cepat. Saya harap pembangunan MRT bisa dilanjutkan hingga ke Kota Tangsel. Karena hampir 50% warga Tangsel kerjanya banyak yang di Jakarta,” katanya.


Sumber : Koran sindo, Selasa 02 April 2019 

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1275
mod_vvisit_counterKemarin2068
mod_vvisit_counterMinggu ini3343
mod_vvisit_counterBulan ini64672
mod_vvisit_counterSemua5522874
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download