INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

MTI Minta Transportasi Sepeda Dihidupkan saat New Normal Berlaku

INSTRAN.org - Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno, mengatakan keberpihakan pada transportasi umum harus lebih...

Sekat Driver dan Penumpang untuk New Normal Moda Transportasi

INSTRAN.org - Semua OPD di lingkungan Pemda DIY menyiapkan SOP terkait new normal setelah masa tanggap darurat di DIY berakhir.

"Transportasi Higienis” Jadi Kebutuhan di Era Kenormalan Baru

INSTRAN.org — Penyelenggaraan sistem transportasi higienis menjadi keharusan mengikuti arah perkembangan kenormalan baru. Pemenuhan protokol kesehatan...

Ini Bocoran Skema New Normal di Transportasi Umum

INSTRAN.org - New normal atau kondisi normal yang baru di tengah virus Corona sedang hangat diperbincangkan. Bahkan, hal ini pun sudah digaungkan...

Normal Baru, Organda: Sektor Transportasi Tak Serta-merta Pulih

INSTRAN.org — Organisasi Angkutan Darat menilai para pengusaha angkutan darat mesti melakukan inovasi jasanya guna menyesuaikan dengan normal baru...

  • MTI Minta Transportasi Sepeda Dihidupkan saat New Normal Berlaku

    Jumat, 29 Mei 2020 11:11
  • Sekat Driver dan Penumpang untuk New Normal Moda Transportasi

    Jumat, 29 Mei 2020 10:15
  • "Transportasi Higienis” Jadi Kebutuhan di Era Kenormalan Baru

    Kamis, 28 Mei 2020 11:13
  • Ini Bocoran Skema New Normal di Transportasi Umum

    Kamis, 28 Mei 2020 10:54
  • Normal Baru, Organda: Sektor Transportasi Tak Serta-merta Pulih

    Rabu, 27 Mei 2020 10:16

Metropolitan

MTI Minta Transportasi Sepeda Dihidupkan saat New Normal Berlaku
Jumat, 29 Mei 2020
INSTRAN.org - Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno, mengatakan keberpihakan pada transportasi umum harus lebih ditingkatkan, minimal mempertahankan yang saat ini sudah... Selanjutnya...
Sekat Driver dan Penumpang untuk New Normal Moda Transportasi
Jumat, 29 Mei 2020
INSTRAN.org - Semua OPD di lingkungan Pemda DIY menyiapkan SOP terkait new normal setelah masa tanggap darurat di DIY berakhir. Selanjutnya...
"Transportasi Higienis” Jadi Kebutuhan di Era Kenormalan Baru
Kamis, 28 Mei 2020
INSTRAN.org — Penyelenggaraan sistem transportasi higienis menjadi keharusan mengikuti arah perkembangan kenormalan baru. Pemenuhan protokol kesehatan menjadi keharusan. Selanjutnya...
Ini Bocoran Skema New Normal di Transportasi Umum
Kamis, 28 Mei 2020
INSTRAN.org - New normal atau kondisi normal yang baru di tengah virus Corona sedang hangat diperbincangkan. Bahkan, hal ini pun sudah digaungkan pemerintah di tengah wabah yang belum surut di... Selanjutnya...
Normal Baru, Organda: Sektor Transportasi Tak Serta-merta Pulih
Rabu, 27 Mei 2020
INSTRAN.org — Organisasi Angkutan Darat menilai para pengusaha angkutan darat mesti melakukan inovasi jasanya guna menyesuaikan dengan normal baru yang akan berlaku. Selanjutnya...
Anggaran Pemeliharaan KRL Minim PDF Cetak E-mail
Jumat, 05 April 2019 09:53
Di tengah kebutuhan keandalan prasarana kereta rel listrik, gangguan masih kerap terjadi. Anggaran pemeliharaan yang terbatas diduga menjadi salah satu masalah.

INSTRAN.org — Dalam empat hari terakhir, tercatat 14 gangguan perjalanan kereta rel listrik. Sebelas di antaranya merupakan gangguan prasarana. Adapun biaya perawatan prasarana baru terpenuhi sekitar 30 persen dari kebutuhan.

Gangguan prasarana berupa 5 gangguan pada rel, 3 gangguan pada sistem listrik aliran atas (LAA), 2 gangguan persinyalan, dan 1 gangguan wesel.
Adapun 3 gangguan lain terkait fungsi kereta rel listrik (KRL) sehingga dilakukan perbaikan kereta atau penukaran rangkaian KRL.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro, Kamis (4/4/2019), mengatakan, kebutuhan akan biaya operasi dan perawatan prasarana (infrastructure maintenance and operation/IMO) 2019 sebesar Rp 3,8 triliun.

”Anggaran pada tahun ini masih Rp 1,1 triliun. Sementara kebutuhan mencapai Rp 3,8 triliun pada tahun ini. Tahun depan seharusnya naik anggarannya. Kalau kurang, PT KAI akan menutup dengan pendapatan lainnya agar layanan transportasi publik tetap berjalan baik,” tuturnya di Stasiun Bogor.

IMO pada  tahun ini berkurang Rp 200 miliar dibandingkan IMO pada 2018 yang sebesar Rp 1,3 triliun.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, anggaran IMO bisa jadi dinaikan, tetapi ini tergantung kebutuhan. Adapun tanggung jawab perawatan prasarana tidak hanya dari IMO, tetapi bisa dari anggaran lainnya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri mengatakan, meski anggaran IMO masih kurang untuk perawatan prasarana, pihaknya tetap memaksimalkan anggaran untuk belanja barang dan perawatan.

”Sekarang, kami mau mencoba bagaimana meningkatkan anggaran untuk IMO dan sudah dapat dukungan dari Komisi V DPR. Semoga anggarannya bisa bertambah,” katanya.

Dihubungi secara terpisah, pengamat perkeretaapian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Taufik Hidayat, menilai, gangguan prasarana ini merupakan dampak dari persoalan pembiayaan.

Berkurangnya IMO, menurut Taufik, berkebalikan dengan prasarana PT KAI yang terus bertambah.

”PT KAI juga harus membayar 75 persen dari IMO kepada pemerintah dalam bentuk track access charge (TAC/pungutan akses rel),” kata Taufik.

Pemerintah memangkas anggaran untuk PT KAI karena harus memberikan subsidi untuk LRT Palembang dan program lain. Taufik berharap kondisi ini jangan sampai membuat performa kereta api menurun. Keandalan, ketepatan waktu, dan keselamatan harus menjadi prioritas utama PT KAI. Tiga hal itu menjadi standar utama pengoperasian kereta api.

”Tiga hal tersebut sangat berkaitan. Ketepatan waktu tidak bisa dicapai kalau perawatan tidak bagus. Tanpa perawatan, tidak bisa dicapai keandalan yang berpengaruh pada keselamatan,” tutur Taufik.

Pemberian dana perawatan atau IMO tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2012. Namun, adanya perpres itu tidak serta-merta menyelesaikan persoalan IMO dan TAC. Berdasarkan catatan Kompas, PT KAI pernah tidak menerima IMO hingga  2013. Tahun 2012, PT KAI mengajukan dana IMO Rp 1,5 triliun. Setahun setelahnya, dana perawatan yang diajukan Rp 1,7 triliun.

Pandu Aji Prakoso (21), mahasiswa yang biasa menggunakan KRL rute Stasiun Bekasi-Pondok Cina, pada Selasa lalu baru tiba di rumahnya di Tambun, Bekasi, sekitar pukul 23.00. Keterlambatan itu akibat gangguan LAA, rel, dan kereta yang terjadi sepanjang Selasa.

Pandu menambahkan, gangguan itu juga menyebabkan ribuan pengguna KRL terpaksa turun di Stasiun Cakung dan berjalan kaki. Mereka kesulitan mengakses aplikasi ojek daring karena banyaknya permintaan di waktu yang bersamaan.

”Di Stasiun Kranji, ada yang sampai mencegat truk. Waktu itu juga sudah malam, jadi angkutan umum terbatas,” katanya.

Perbaiki peralatan

Budi Karya mengatakan, cuaca ektrem dengan petir berkekuatan 200 kilo ampere yang menyambar LAA menyebabkan gangguan perjalanan KRL di Jabodetabek. Selain itu, ada prasarana seperti peralatan-peralatan yang sudah tua.

”Kekuatan petir dua kali lipat itu menjadi penyebab utamanya. Untuk itu, dalam jangka pendek ini, saya meminta PT KAI membuat task force untuk menganalisis dan menyelesaikan pekerjaan yang menyebabkan gangguan perjalanan KRL, secara khusus untuk penanggulangan petir. Saya tidak ingin ada masalah lagi,” kata Budi.

Ia mengatakan, task force juga bertugas untuk perbaikan dan pemeliharaan rel, LAA, dan peralatan lainnya yang diindikasikan bermasalah.

Budi memberi waktu satu minggu kepada tim task force, setelah itu akan dilakukan evaluasi dan rapat untuk menentukan langkah yang harus diambil. Evaluasi juga terkait kinerja para petugas dan pejabat di semua lembaga terkait.
Budi mengatakan, ada perbaikan jangka pendek, menengah, dan panjang. Hal ini terkait dengan kebutuhan dana atau anggaran yang harus diinvestasikan.

Cuaca ekstrem tentu akan membuat anggaran pemeliharaan bertambah.
Edi Sukmoro menambahkan, ada tiga hal yang memengaruhi kelancaran perjalanan kereta, yaitu cuaca ekstrem, frekuensi perjalanan kereta di Jabodetabek yang tinggi, dan beberapa lintasan melalui daerah yang tinggi petirnya.

”Dulu, karena perjalanan tidak banyak, ketika terjadi petir, tidak ada kereta yang melintas, jadi tidak ada masalah. Sekarang frekuensi perjalanan kereta makin sering. Ada 938 perjalanan KRL per hari, mengangkut 1.154.000 penumpang. Jika satu kena, bisa menghambat perjalanan kereta lainnya.”

Pihaknya juga sudah menjadwalkan bertemu dengan pakar petir pada Senin atau Selasa pekan depan. PT KAI ingin memastikan karakteristik dan dampak petir di wilayah-wilayah lintas kereta. Langkah ini sekaligus mengevaluasi kesesuaian persyaratan dan kapasitas peralatan penangkar petir yang terpasang di jalur kereta.

Selain itu, PT KAI sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Siemens untuk peremajaan persinyalan. ”Umur persinyalan saat ini berkisar 20-30 tahun. Dipasang saat mulai adanya KRL,” katanya.


Sumber : Kompas, Jumat 5 April 2019

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2695
mod_vvisit_counterKemarin3993
mod_vvisit_counterMinggu ini24929
mod_vvisit_counterBulan ini100000
mod_vvisit_counterSemua6786783
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download