INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Bajaj Tabrak Transjakarta yang Parkir di Depan Halte UNJ

INSTRAN.org - Kecelakaan terjadi antara bajaj dengan bus Transjakarta di depan Halte Transjakarta Universitas Negeri Jakarta Jalan Raya Pemuda,...

Atasi Kemacetan di Depok, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Dishub

INSTRAN.org – Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan pihaknya terus mengupayakan manajemen lalu lintas sebagai upaya besar dalam...

Pekerjaan Tol Becakayu Sampai Pusat Kota Bekasi, Ini Dampaknya

INSTRAN.org - Proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Tol Becakayu telah memasuki ujung Jalan Kalimalang di Jalan KH Noer Ali di Kota Bekasi....

BPTJ Usul Ganjil Genap Asian Games Lagi, Polisi: Kami Oke Saja

INSTRAN.org - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan sepakat dengan penerapan ganjil genap...

Sebulan Dipakai Gratis, LRT Jakarta Angkut 7.000 Orang/Hari

INSTRAN.org - Moda Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta sudah melakukan uji publik selama sebulan terakhir. Setelah sebulan diuji coba, LRT Jakarta...

  • Bajaj Tabrak Transjakarta yang Parkir di Depan Halte UNJ

    Senin, 15 Juli 2019 09:53
  • Atasi Kemacetan di Depok, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Dishub

    Senin, 15 Juli 2019 09:52
  • Pekerjaan Tol Becakayu Sampai Pusat Kota Bekasi, Ini Dampaknya

    Senin, 15 Juli 2019 09:51
  • BPTJ Usul Ganjil Genap Asian Games Lagi, Polisi: Kami Oke Saja

    Jumat, 12 Juli 2019 11:39
  • Sebulan Dipakai Gratis, LRT Jakarta Angkut 7.000 Orang/Hari

    Kamis, 11 Juli 2019 14:53

Metropolitan

Bajaj Tabrak Transjakarta yang Parkir di Depan Halte UNJ
Senin, 15 Juli 2019
INSTRAN.org - Kecelakaan terjadi antara bajaj dengan bus Transjakarta di depan Halte Transjakarta Universitas Negeri Jakarta Jalan Raya Pemuda, Jakarta Timur, pada Minggu malam, 14 Juli 2019. Selanjutnya...
Atasi Kemacetan di Depok, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Dishub
Senin, 15 Juli 2019
INSTRAN.org – Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan pihaknya terus mengupayakan manajemen lalu lintas sebagai upaya besar dalam penataan kemacetan di Kota Depok. Selanjutnya...
Pekerjaan Tol Becakayu Sampai Pusat Kota Bekasi, Ini Dampaknya
Senin, 15 Juli 2019
INSTRAN.org - Proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Tol Becakayu telah memasuki ujung Jalan Kalimalang di Jalan KH Noer Ali di Kota Bekasi. Dinas Perhubungan setempat tengah menyiapkan... Selanjutnya...
BPTJ Usul Ganjil Genap Asian Games Lagi, Polisi: Kami Oke Saja
Jumat, 12 Juli 2019
INSTRAN.org - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan sepakat dengan penerapan ganjil genap sepanjang hari. Selanjutnya...
Sebulan Dipakai Gratis, LRT Jakarta Angkut 7.000 Orang/Hari
Kamis, 11 Juli 2019
INSTRAN.org - Moda Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta sudah melakukan uji publik selama sebulan terakhir. Setelah sebulan diuji coba, LRT Jakarta mencatat telah membawa penumpang sebanyak 211 ribu... Selanjutnya...
Kemacetan Tol Cikampek Makin Horor PDF Cetak E-mail
Kamis, 11 April 2019 09:54
INSTRAN.org - Horor kemacetan di jalur tol Jakarta-Cikampek akibat dampak sejumlah proyek infrastruktur belum juga bisa diatasi. Kondisi ini dikhawatirkan berlanjut hingga masa liburan Lebaran nanti.

Sejumlah cara pun dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di jalur tol terpadat di Indonesia itu. Salah satunya adalah wacana penerapan ganjil-genap saat musim mudik Lebaran, awal Juni mendatang.

Pihak otoritas perhubungan dan kepolisian menyampaikan bahwa penerapan ganjil-genap di tol Jakarta-Cikampek memungkinkan dilakukan. Sementara pihak operator dalam hal ini PT Jasa Marga (Persero) Tbk, juga tidak keberatan apabila aturan tersebut diberlakukan.

Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Irra Soenardi mengatakan, wacana kebijakan ganjil-genap di ruas tol Jakarta–Cikampek bisa saja diimplementasikan. Namun, hal itu harus dikoordinasikan bersama banyak pihak seperti kepolisian, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta Kementerian Perhubungan.

“Pada dasarnya kita siap saja mengikuti arahan dari pemerintah. Selama itu bisa mengurai kepadatan dan sesuai dengan arahan dari regulator jalan tol dan pihak terkait lainnya. Tapi ini belum ada omongan dan pemberitahuan,” ujar Irra di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, Jasa Marga telah memiliki perencanaan sendiri guna mengatasi kepadatan di ruas tol Jakarta–Cikampek menjelang masa mudik Lebaran 2019. Menurutnya ada beberapa langkah yang akan dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan, yakni peningkatan pelayanan transaksi, layanan lalu lintas, layanan konstruksi serta rest area.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, akan membicarakan lebih lanjut rencana penerapan ganjil-genap di tol Jakarta-Cikampek saat musim libur Lebaran mendatang.

“Tapi itu hasil rapat terakhir dengan pihak Korlantas Polri. Kalau toh akan diterapkan, pastinya akan ada kajian terlebih dahulu. Karena kita melihat juga kayaknya masih terlampau dini,” kata Budi di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, pemerintah dalam hal ini Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub telah membuat sejumlah alternatif mengantisipasi kepadatan pemudik roda empat di ruas tol. Di antaranya menerapkan contra flow, one way atau penerapan satu lajur dari dua lajur yang ada dengan waktu tertentu, pengalihan arus lalu lintas.

Kementerian Perhubungan memprediksi, puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan jatuh pada 31 Mei atau H-5 Lebaran, dengan perkiraan waktu keberangkatan pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Akan tetapi untuk kondisi tertentu ada potensi puncak mudik juga terjadi lebih awal yakni pada 29 atau 30 Mei 2019. Adapun untuk puncak balik diprediksi jatuh pada 9 Juni atau H+3 lebaran.

“Kami imbau juga, supaya masyarakat pemudik pengguna angkutan pribadi roda empat, supaya jangan terlalu bertumpu di jalur tol. Sebab, pilihan moda angkutan lain juga banyak, termasuk ketersediaan angkutan moda gratis bagi sepeda motor,” katanya.

Diketahui, dalam dua tahun terakhir kemacetan di jalur tol Jakarta–Cikampek semakin menjadi-jadi sejak adanya proyek infrastruktur di wilayah itu. Setidaknya ada tiga proyek yang hingga saat ini masih berjalan, yakni tol Jakarta–Cikampek II Elevated, Light Rail Transit (LRT) dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Selain itu proyek lain yang sedang dikerjakan adalah pembangunan tol Bekasi–Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). 

Kemacetan ini disebabkan volume kendaraan yang padat hampir di setiap waktu. Kondisi lebih parah terjadi saat malam hari di atas pukul 22.00 WIB hingga menjelang subuh. Ini membuat waktu tempuh para pengendara menjadi lebih lama. Misalnya saja, waktu tempuh dari tol TB Simatupang ke Simpang Susun Cikunir yang normalnya hanya 30 menit, kini bisa satu jam lebih. 

Yang terbaru, kemacetan parah terjadi pada Selasa (9/4) lalu dan Rabu (10/4). Pada Selasa lalu, kemacetan disebabkan adanya truk yang mogok tak jauh dari gerbang tol Cikunir 2 menuju Rorotan arah Jakarta. Imbasnya, lalu lintas pun macet total hingga tiga jam, dam berdampak pada jalur-jalur tol Cikampek dan sekitarnya serta jalan arteri di wilayah Bekasi. Sementara itu kemarin, kemacetan terjadi karena penyempitan lajur tol yang menuju arah Cikampek.

Berimbas ke Jalan Arteri
Kemacetan parah di jalan tol tersebut berdampak pada padatnya jalan arteri di Bekasi. Hal ini karena banyak pengendara roda empat memilih keluar tol untuk kemudian mengambil alternatif ke jalan-jalan arteri.

Kondisi ini pun sempat dikeluhkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Pasalnya kemacetan yang bermula dari jalur tol menjalar ke wilayah mitra DKI Jakarta tersebut.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, kemacetan yang terjadi karena wilayahnya sedang banyak pembangunan proyek strategis nasional.

"Kemacetan di Kota Bekasi cukup signifikan dan tidak bisa dihindarkan, karena setiap pembangunan berdampak pada kemacetan, apalagi ada empat proyek strategis nasional yang sedang dikerjakan berbarengan," katanya.

Dia mengakui, kendati kerap dilanda kemacetan, pihaknya mendukung program pemerintah pusat. Tri juga mengaku, banyak menampung keluhan masyarakat soal kemacetan yang terjadi di wilayahnya. "Karena Bekasi itu strategis, jadi pembangunannya sangat pesat," ungkapnya.

Untuk minimalisasi kemacetan di tol yang berimbas ke jalan arteri, kata dia, pemerintah melalui Dinas Perhubungan melakukan tindakan dengan mengoptimalkan jaringan ruas jalan yang kerap timbul kemacetan. Bahkan pemerintah juga melakukan pelarangan terhadap kendaraan berat lebih dari 8 ton dilarang melintas di jalan arteri Bekasi.

Pengamat transportasi Universitas Indonesia (UI) Tri Tjahyono menilai, pengerjaan proyek di jalur tol Jakarta–Cikampek yang tak kunjung usai berdampak pada kejenuhan pengendara. Kondisi ini tak jarang menyebabkan buruknya sikap pengendara sehingga kerap terjadi aksi saling serobot jalur.

"Ini karena kapasitasnya jalan turun secara ekstrim. Saya yakin enggak ada analisa dampak lalu lintas selama pembangunan," katanya.

Menurutnya, kemacetan akibat proyek ini tidak ada solusinya selain segera menyelesaikan pekerjaan tersebut. Seharusnya, kata dia, operator tol dan kontraktor harus bekerja dengan orientasi prioritas lalu lintas dan bukan proyek.

Tri menilai, proyek tersebut dikerjakan tanpa studi traffic management selama masa konstruksi. Hal ini berbeda dengan proyek yang dinilai cukup baik mengelola lalu lintas yakni pembangunan MRT Jakarta terutama di kawasan Sudirman. "Analisis dampak lalu lintas selama pembangunan harus dibuat dan ditaati," tandasnya.

Dia menyarankan, sebaiknya pihak yang berkepentingan memberikan informasi mengenai jadwal penyempitan jalan dengan baik, khususnya tol layang.

Solusi Macet Lebaran
Terkait rencana pengaturan lalu lintas menjelang libur Lebaran akhir Mei dan awal Juni mendatang, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya memaksimalkan pelayanan transaksi dengan menggeser Gerbang Tol (GT) dari arah Jakarta yakni Gerbang Tol Cikarang Utama di kilometer (KM) 29 ke KM 70. “Kenapa, karena GT Cikarang Utama sekarang sudah tidak representative lagi, akibat pembangunan Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated,” ujar Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Irra Soenardi.

Langkah lain adalah dengan mengoptimalisasi kapasitas lajur, memperhatikan pelayanan lalulintas serta menghentikan proyek konstruksi pada H-10 Lebaran.

“Kita maksimalkan, zero portal, karena saat ada perbaikan jalan tak mengganggu jalan dan tak mengganggu aktivitas konstruksi yang berlangsung sebelum puncak mudik,” ungkapnya.

Irra menambahkan, dari sisi pengaturan layanan lalu lintas, Jasa Marga akan memberikan panduan mengenai rest area yang tersedia. Diharapkan, masyarakat tidak terpaku pada rest area yang tersedia di ruas tol, namun juga rest area yang ada di luar tol namun tetap bisa terkoneksi ke jalur masuk tol.

“Makanya nanti akan kita terbitkan buku panduan yang di dalamnya ada kuliner khas. Jadi tidak harus di area tol, tetapi AreaWisata lain di luar tol. Jadi ketika mereka (pemudik) beristirahat di luar tol, bisa kembali masuk ke jalur tol setelahnya. Tentu nilai lebihnya banyak, kuliner khas dan area menarik lainnya,” pungkasnya. (Ichsan Amin/Abdullah M Surjaya/R Ratna Purnama)


Sumber : Koran Sindo, Kamis 11 April 2019

https://metro.sindonews.com/read/1394777/171/kemacetan-tol-cikampek-makin-horor-1554944893

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini860
mod_vvisit_counterKemarin3577
mod_vvisit_counterMinggu ini4437
mod_vvisit_counterBulan ini55869
mod_vvisit_counterSemua5745668
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download