ETLE Dinilai Mampu Tingkatkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Cetak
Jumat, 06 Desember 2019 13:51

INSTRAN.org - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, berencana akan menindak pengguna sepeda motor yang melakukan pelanggaran menggunakan kamera sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), tahun depan. Kebijakan ini, dinilai mampu meningkatkan budaya tertib berlalu lintas karena pengendara akan merasa terawasi selama 1x24 jam sehingga berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran.

 

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, populasi perkembangan sepeda motor cukup tinggi dan berpengaruh kepada situasi lalu lintas dan angkutan jalan seperti, kemacetan, pelanggaran hingga kecelakaan. Perkembangan populasi sepeda motor tidak bisa dihindari karena bersentuhan dengan mayoritas masyarakat kelas menengah ke bawah, dan digunakan sebagai sarana alternatif transportasi yang dianggap paling murah, gampang didapat dan efisien dari aspek ekonomi.

 

Budiyanto menambahkan, langkah pembatasan lalu lintas terhadap kendaraan bermotor roda selama ini memang agak sulit untuk dilaksanakan, mengingat jumlah populasi yang cukup besar dan dampak yang relatif tinggi apabila dilakukan pembatasan lalu lintas baik dari aspek sosial, ekonomi, keamanan, dan lainnya.

 

"Sehingga langkah-langkah yang efektif dengan cara-cara yang soft untuk meminimalisir dampak negatif yang akan timbul," ujar Budiyanto, Jumat (6/12/2019).

 

Dikatakan Budiyanto, langkah-langkah yang dilakukan Polri dengan melakukan kegiatan preemtif, preventif dan represif secara paralel sudah cukup efektif. Kendati demikian, khusus upaya represif harus mulai ada keberanian menggunakan teknologi sistem ETLE, dan meninggalkan cara-cara konvensional.

 

"Cara konvensional secara bertahap harus ditinggalkan karena sudah tidak efektif lagi karena memerlukan tenaga yang cukup banyak, operasional tidak dapat dilakukan selama 1x24 jam karena keterbatasan jumlah personel, kemampuan, stamina dan lainnya. Kemudian, ada potensi penyalahgunaan wewenang, kesalahan pelanggar juga sangat mudah disanggah, sering terjadi perdebatan antara pelanggar dengan petugas," ungkapnya.

 

 

Budiyanto menyampaikan, apabila penegakan hukum dilakukan menggunakan sistem ETLE, hasilnya akan lebih efektif, pelibatan anggota minimal, akurasi data terjamin dengan adanya capture dalam bentuk foto dan video, menghindari penyimpangan penyalahgunaan wewenang, dan dapat bekerja mendeteksi selama 1x24 jam.

 

Menurut Budiyanto, proses penyadaran dan membangun budaya tertib berlalu lintas akan lebih cepat karena sistem ETLE memiliki nilai daya tangkal yang tinggi.

 

"Mereka merasa terawasi terus sehingga takut untuk melanggar, dan berkembang menjadi biasa untuk tertib. Akhirnya, secara bertahap terbangun budaya tertib berlalu lintas. Rencana Ditlantas memberlakukan sistem ETLE untuk sepeda motor merupakan suatu keniscayaan. Perlu didukung dan diapresiasi," tandasnya.

 

 

 

Sumber: BeritaSatu.com 6 desember 2019

 

https://www.beritasatu.com/megapolitan/589239/etle-dinilai-mampu-tingkatkan-budaya-tertib-berlalu-lintas

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine