INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Terserempet Bus Transjakarta, Pengendara Motor di Kramatjati Jakarta Timur Tewas Terlindas

INSTRAN.org - Terserempet bus Transjakarta, pengendara motor di Kramatjati, Jakarta Timur meninggal dunia akibat terlindas bus, Rabu (25/11/2020).

Libur Akhir Tahun, Menhub: Jumlah Penumpang Susut 9,8 Juta Orang

INSTRAN.org - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan penumpang angkutan umum pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru 2021) turun hingga...

Pengusaha Transportasi Pasrah Cuti Bersama Dikurangi

INSTRAN.org - Pengusaha transportasi mengharapkan dengan dipangkasnya waktu libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dapat mengurangi penambahan...

Pelajar Dilarang Bawa Motor ke Sekolah, Pemerintah Harus Sediakan Angkutan

INSTRAN.org - Pemerintah diminta untuk menyediakan moda transportasi khusus pelajar jika nantinya mereka tidak lagi diperbolehkan membawa sepeda motor...

Polisi Minta Warga Terapkan 3M di Angkutan Umum

INSTRAN.org – Polda Metro Jaya mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa menjalankan protokol kesehatan 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak,...

  • Terserempet Bus Transjakarta, Pengendara Motor di Kramatjati Jakarta Timur Tewas Terlindas

    Rabu, 25 November 2020 14:46
  • Libur Akhir Tahun, Menhub: Jumlah Penumpang Susut 9,8 Juta Orang

    Rabu, 25 November 2020 14:35
  • Pengusaha Transportasi Pasrah Cuti Bersama Dikurangi

    Rabu, 25 November 2020 10:31
  • Pelajar Dilarang Bawa Motor ke Sekolah, Pemerintah Harus Sediakan Angkutan

    Selasa, 24 November 2020 14:10
  • Polisi Minta Warga Terapkan 3M di Angkutan Umum

    Selasa, 24 November 2020 10:33

Metropolitan

Terserempet Bus Transjakarta, Pengendara Motor di Kramatjati Jakarta Timur Tewas Terlindas
Rabu, 25 November 2020
INSTRAN.org - Terserempet bus Transjakarta, pengendara motor di Kramatjati, Jakarta Timur meninggal dunia akibat terlindas bus, Rabu (25/11/2020). Selanjutnya...
Libur Akhir Tahun, Menhub: Jumlah Penumpang Susut 9,8 Juta Orang
Rabu, 25 November 2020
INSTRAN.org - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan penumpang angkutan umum pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru 2021) turun hingga 52 persen menjadi 8,97 juta dibandingkan dengan... Selanjutnya...
Pengusaha Transportasi Pasrah Cuti Bersama Dikurangi
Rabu, 25 November 2020
INSTRAN.org - Pengusaha transportasi mengharapkan dengan dipangkasnya waktu libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dapat mengurangi penambahan penularan Covid-19 sehingga perlambatan ekonomi... Selanjutnya...
Pelajar Dilarang Bawa Motor ke Sekolah, Pemerintah Harus Sediakan Angkutan
Selasa, 24 November 2020
INSTRAN.org - Pemerintah diminta untuk menyediakan moda transportasi khusus pelajar jika nantinya mereka tidak lagi diperbolehkan membawa sepeda motor ke sekolah. Selanjutnya...
Polisi Minta Warga Terapkan 3M di Angkutan Umum
Selasa, 24 November 2020
INSTRAN.org – Polda Metro Jaya mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa menjalankan protokol kesehatan 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara rutin menggunakan... Selanjutnya...
Bisnis Angkutan Umum Bergantung pada Protokol Pandemi PDF Cetak E-mail
Selasa, 29 September 2020 10:03
INSTRAN.org - Pemerintah dan para operator angkutan umum massal diminta mulai memikirkan pembentukan prosedur standar operasi guna menghadapi kemungkinan pandemi di masa mendatang yang seperti Covid-19.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Harya S. Dillon menuturkan saat menghadapi pandemi Covid-19, para operator angkutan umum cukup sulit melakukan adaptasi operasinya karena memang belum pernah mengalami pandemi seperti itu.

"Ini harusnya jangka panjangnya pemerintah, akademisi, operator sama-sama susun, SOP bencana pandemi. Contohnya, bus Transjakarta yang sudah memiliki SOP bencana gempa dan huru hara, koridor 1, 2, 3 begitu sering mempraktekan SOP huru hara," jelasnya, Senin (28/9/2020).

Lebih lanjut, Harya menuturkan pandemi Covid-19 merupakan pengalaman baru bagi Indonesia dan para pelaku transportasi massal, sehingga wajar jika sempat terjadi keterlambatan saat beradaptasi.

Menurutnya, ketika pemerintah memberikan bus gratis bagi pengguna kereta rel listrik (KRL) selalu penuh dan diminati masyarakat menjadi bahan pembelajaran. Pasalnya, hal ini mengingatkan para operator, pengguna angkutan umum sensitif waktu tunggu, semakin lama menunggu angkutan umum semakin rendah tingkat kepuasan.

"Di sisi lain, ketika pandemi, perlu meningkatkan kapasitas KCI, headway semakin rapat waktu tunggu semakin sedikit. Bencana ini juga tidak ada SOP dan protokol kesehatan memperbesar jarak penumpang membuat load factor turun, sehingga kapasitas KRL harusnya dinaikkan [jumlah gerbong]," paparnya.

Sementara, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti menuturkan memang pandemi Covid-19 menjadi pengalaman baru bagi para pelaku transportasi termasuk angkutan umum massal di Jabodetabek.

"Indonesia masih dalam masa pandemi, kami belum punya pengalaman, learning by doing jadinya, perbaiki prosedur-prosedur sambil berjalan. Masyarakat paling penting jangan berkegiatan di luar rumah kalau tidak penting, memang sudah 7 bulan masyarakat bosan di rumah, tetapi di rumah bisa dimanfaatkan dengan kegiatan yang baik," terangnya.


Sumber : Bisnis.com, 28 September 2020

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200928/98/1297499/bisnis-angkutan-umum-bergantung-pada-protokol-pandemi

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2609
mod_vvisit_counterKemarin3615
mod_vvisit_counterMinggu ini9746
mod_vvisit_counterBulan ini32239
mod_vvisit_counterSemua7150855
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download