INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Bukti Transportasi di Indonesia Sudah Ramah Disabilitas?

INSTRAN.org – Aktivitas kita sangat didukung oleh kemampuan dan fasilitas. Tapi, kegiatan yang kita lakukan belum tentu mudah bagi orang lain dan...

Soal Penumpang di Akhir Tahun, Organda: 50 Persen Naik Saja Sudah Bersyukur

INSTRAN.og - Kalangan pengusaha yang masuk dalam Organisasi Angkutan Darat atau Organda tak menargetkan angka yang muluk-muluk di masa libur akhir...

Bantu Penyandang Disabilitas, DKI Sediakan 26 Layanan Transjakarta Cares

INSTRAN.org - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta menyediakan 26 unit layanan Transjakarta...

TransJakarta Kembali Operasikan Rute Tanah Abang-Batusari dan Pluit-Senen

INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) kembali mengoperasikan dua layanan non-bus rapid transit (BRT) pada Kamis, 3 Desember 2020....

252 Halte Transjakarta Kini Dilengkapi WiFi Gratis

INSTRAN.org – Untuk mendukung peningkatan layanan kepada penumpang, PT Transportasi Jakarta menyediakan jaringan internet nirkabel berkecepatan tinggi...

  • Bukti Transportasi di Indonesia Sudah Ramah Disabilitas?

    Jumat, 04 Desember 2020 15:29
  • Soal Penumpang di Akhir Tahun, Organda: 50 Persen Naik Saja Sudah Bersyukur

    Jumat, 04 Desember 2020 10:31
  • Bantu Penyandang Disabilitas, DKI Sediakan 26 Layanan Transjakarta Cares

    Kamis, 03 Desember 2020 11:09
  • TransJakarta Kembali Operasikan Rute Tanah Abang-Batusari dan Pluit-Senen

    Kamis, 03 Desember 2020 10:06
  • 252 Halte Transjakarta Kini Dilengkapi WiFi Gratis

    Rabu, 02 Desember 2020 10:31

Metropolitan

Bukti Transportasi di Indonesia Sudah Ramah Disabilitas?
Jumat, 04 Desember 2020
INSTRAN.org – Aktivitas kita sangat didukung oleh kemampuan dan fasilitas. Tapi, kegiatan yang kita lakukan belum tentu mudah bagi orang lain dan tidak semua fasilitas cocok untuk semua orang,... Selanjutnya...
Soal Penumpang di Akhir Tahun, Organda: 50 Persen Naik Saja Sudah Bersyukur
Jumat, 04 Desember 2020
INSTRAN.og - Kalangan pengusaha yang masuk dalam Organisasi Angkutan Darat atau Organda tak menargetkan angka yang muluk-muluk di masa libur akhir tahun kali ini. Pasalnya, saat libur panjang... Selanjutnya...
Bantu Penyandang Disabilitas, DKI Sediakan 26 Layanan Transjakarta Cares
Kamis, 03 Desember 2020
INSTRAN.org - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta menyediakan 26 unit layanan Transjakarta Cares untuk melayani penyandang disabilitas saat... Selanjutnya...
TransJakarta Kembali Operasikan Rute Tanah Abang-Batusari dan Pluit-Senen
Kamis, 03 Desember 2020
INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) kembali mengoperasikan dua layanan non-bus rapid transit (BRT) pada Kamis, 3 Desember 2020. Layanan tersebut ialah rute 8K (Tanah Abang-Batusari)... Selanjutnya...
252 Halte Transjakarta Kini Dilengkapi WiFi Gratis
Rabu, 02 Desember 2020
INSTRAN.org – Untuk mendukung peningkatan layanan kepada penumpang, PT Transportasi Jakarta menyediakan jaringan internet nirkabel berkecepatan tinggi tanpa bayar dan tanpa batas kuota. Jaringan... Selanjutnya...
346 Ahli Memprediksi Sepeda dan Bus Akan Jadi Alat Transportasi Dominan di Perkotaan PDF Cetak E-mail
Kamis, 22 Oktober 2020 10:24
INSTRAN.org - Sepeda dan bus diprediksi akan menjadi alat transportasi paling dominan di perkotaan. 

Prediksi ini disampaikan para ahli melalui laporan terbaru dari proyek Transport for Under Two Degrees. 

Dalam laporan tersebut, ahli menilai perlunya "transformasi transportasi" jika ingin memperoleh keuntungan dari komitmen dekarbonisasi pada Perjanjian Paris. 

Laporan yang berjudul Way Forward ini disusun selama dua tahun dan dirilis pada 8 Oktober lalu. 

Adapun dasar dari laporan ini adalah dari penelitian-penelitian eksisting dan wawancara kualitatif baru dengan para ahli internasional dari sektor transportasi dan energi, termasuk perusahan, LSM, dan pemerintah lokal maupun nasional. 

Selanjutnya 346 ahli senior, dari 56 negara, ditanyai dengan survei lanjutan. 

“Seperti yang digarisbawahi oleh studi, dekarbonisasi sektor transportasi sangat penting dan, pada saat yang sama, dimungkinkan, mengingat kemajuan teknis kami dan struktur tata kelola internasional,” tegas pengantar laporan, yang ditulis oleh Hinrich Thölken, Direktur Kebijakan Energi dan Iklim di Auswärtiges Amt. 

Hasil laporan tersebut menyarankan negara-negara di dunia untuk berhenti memberikan subsidi pada kendaraan bermotor. 

Selain itu, disarankan untuk membangun jalur sepeda dan trotoar yang lebih lebar sebagai antisipasi kemungkinan transportasi yang aktif di masa depan, terutama di perkotaan. 

Penggunaan transportasi publik pun disebut perlu ditingkatkan.  

Pengaruh Covid-19 
Laporan ini menyoroti penurunan yang masif pada kendaraan bermotor, yaitu selama penguncian (lockdown) nasional akibat pandemi Covid-19. 

"Respons terhadap Covid-19 menunjukkan potensi perubahan sistemik pada sektor mobilitas," tulis laporan tersebut. 

Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan sistem mobilitas yang lebih berkelanjutan, resilient, dan inklusif.

Selain itu, laporan tersebut juga menyoroti 10 pandangan kunci yang disebut harus dipertimbangkan para pembuat kebijakan untuk mendekarbonisasi sistem transportasinya. 

Namun demikian, transportasi hanya dapat didekarbonisasi jika dikombinasikan dengan penggunaan energi-energi alternatif seperti angin dan matahari. 

Para ahli mengatakan bahwa penggunaan mobil pribadi di kota-kota di masa yang akan datang tidak akan efektif. 

Untuk itu, pembuat kebijakan harus mempertimbangkan eliminasi mobil dari lingkungan perkotaan. 

Jika kondisi tersebut dapat dicapai, para ahli meyakini bahwa dekarbonisasi sektor transportasi secara penuh mungkin terwujud di pertengahan abad. 

Transportasi ramah lingkungan 
Meski ide-ide tentang kendaraan otomatis atau autonomous vehicles (AVs) telah muncul, para ahli tidak yakin bahwa jenis kendaraan ini dapat tersedia dalam jumlah besar pada 2050.

Selain itu, mereka menilai bahwa pemerintah tidak harus mendorong penggunaan kendaraan ini karena berpotensi memiliki dampak negatif, yaitu terkait peningkatan urban sprawl dan volume transportasi serta energi yang lebih tinggi.  

"Yang terpenting adalah membuat orang 'keluar' dari mobil, bukan hanya membuatnya tidak mengemudi," kata salah seorang profesor transportasi dan ekonomi di dalam laporan tersebut. 

Menurut laporan Way Forward, kunci dari transportasi perkotaan yang ramah lingkungan sendiri adalah transportasi publik, mode transportasi aktif, serta jasa mobilitas bersama yang terintegrasi dengan perencanaan perkotaan berkelanjutan. 

Selain itu, ditambahkan pula bahwa investasi di bidang transportasi publik bersamaan dengan promosi bersepeda dan berjalan harus diprioritaskan.  

Perubahan yang terintegrasi 
Mengutip Forbes, 9 Oktober 2020, akademisi Amerika Serikat Peter Norton mengatakan, transformasi atau perubahan transportasi tidak dapat dilakukan terpisah-pisah, tetapi harus terintegrasi, mulai dari teknik, kebijakan, maupun sosial.

Sementara itu Asosiasi Profesor Sejarah di Departemen Teknik dan Masyarakat di University of Virginia mengatakan bahwa perubahan haruslah membebaskan, yaitu sebagai perluasan pilihan dan tidak menghambat atau menghilangkan pilihan-pilihan. 

" Bersepeda dan berjalan harus diprioritaskan (lagi)," tulis mereka. 

Menurutnya, moda transportasi yang paling inklusif dan berkelanjutan adalah yang termudah dan termurah. 

Berdasarkan hasil analisis pada laporan, penggunaan bus-bus akan mengalami peningkatan. 

Ada 82 persen ahli dari negara maju dan 96 persen ahli dari negara berkembang menyatakan bahwa transportasi publik akan menjadi moda dominan dalam mobilitas perkotaan dekarbonisasi pada 2050 mendatang.

Kemudian, bersepeda diprediksi akan menjadi moda transportasi paling penting kedua setelah bus. 

Sebanyak 50 persen ahli memperkirakan bersepeda akan menjadi mode dominan di kebanyakan kota dalam 30 tahun. 

Sementara itu, berjalan akan tetap menjadi moda transportasi kunci untuk sebagian besar orang. 

"Di luar mobilitas, baik bersepeda maupun berjalan memberikan manfaat kesehatan dan dapat menurunkan biaya yang dikeluarkan. Selain itu, juga memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan secara umum," tulis laporan tersebut.


Sumber : Kompas.com, 22 Oktober 2020

https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/22/073000265/346-ahli-memprediksi-sepeda-dan-bus-akan-jadi-alat-transportasi-dominan-di?page=all



Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini245
mod_vvisit_counterKemarin1144
mod_vvisit_counterMinggu ini9581
mod_vvisit_counterBulan ini6932
mod_vvisit_counterSemua7173088
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download