INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat Sejak Ganjil Genap Ditiadakan

INSTRAN.org - Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menyampaikan bila volume kendaraan meningkat semenjak ganjil genap tak berlaku di...

Lalu Lintas Kembali Padat, Kapan Ganjil Genap Kembali Diterapkan?

INSTRAN.org - Meski sudah terjadi peningkatan volume kendaraan di DKI Jakarta, namun pada masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)...

Ganjil Genap Belum Diterapkan, Polisi Akui Kerap Terjadi Kepadatan Lalu Lintas

INSTRAN.org - Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengevaluasi aturan sistem ganjil genap yang belum diberlakukan di tengah pembatasan sosial berskala...

Organda: Penumpang Belum Tahu, Naik Bus Tak Butuh Syarat Rumit

INSTRAN.org - Operator angkutan darat berharap pada Libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) 2020 dapat meningkatkan kinerja angkutannya....

Penumpang Angkutan Umum Libur Akhir Tahun Diprediksi Turun 50%

INSTRAN.org - Kementerian Perhubungan (Kemhub) memperkirakan penumpang angkutan umum pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 sebanyak 8,97 juta orang....

  • Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat Sejak Ganjil Genap Ditiadakan

    Jumat, 27 November 2020 10:50
  • Lalu Lintas Kembali Padat, Kapan Ganjil Genap Kembali Diterapkan?

    Jumat, 27 November 2020 10:16
  • Ganjil Genap Belum Diterapkan, Polisi Akui Kerap Terjadi Kepadatan Lalu Lintas

    Kamis, 26 November 2020 16:29
  • Organda: Penumpang Belum Tahu, Naik Bus Tak Butuh Syarat Rumit

    Kamis, 26 November 2020 10:16
  • Penumpang Angkutan Umum Libur Akhir Tahun Diprediksi Turun 50%

    Kamis, 26 November 2020 10:10

Metropolitan

Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat Sejak Ganjil Genap Ditiadakan
Jumat, 27 November 2020
INSTRAN.org - Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menyampaikan bila volume kendaraan meningkat semenjak ganjil genap tak berlaku di Jakarta. Hal itu sebagaimana hasil evaluasi pada... Selanjutnya...
Lalu Lintas Kembali Padat, Kapan Ganjil Genap Kembali Diterapkan?
Jumat, 27 November 2020
INSTRAN.org - Meski sudah terjadi peningkatan volume kendaraan di DKI Jakarta, namun pada masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, pemberlakuan ganjil genap belum juga... Selanjutnya...
Ganjil Genap Belum Diterapkan, Polisi Akui Kerap Terjadi Kepadatan Lalu Lintas
Kamis, 26 November 2020
INSTRAN.org - Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengevaluasi aturan sistem ganjil genap yang belum diberlakukan di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.  Selanjutnya...
Organda: Penumpang Belum Tahu, Naik Bus Tak Butuh Syarat Rumit
Kamis, 26 November 2020
INSTRAN.org - Operator angkutan darat berharap pada Libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) 2020 dapat meningkatkan kinerja angkutannya. Namun, tetap membutuhkan dorongan dari... Selanjutnya...
Penumpang Angkutan Umum Libur Akhir Tahun Diprediksi Turun 50%
Kamis, 26 November 2020
INSTRAN.org - Kementerian Perhubungan (Kemhub) memperkirakan penumpang angkutan umum pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 sebanyak 8,97 juta orang. Jumlah tersebut turun hingga 52% dibandingkan... Selanjutnya...
Peremajaan Angkutan di Ibu Kota Terhambat Regulasi PDF Cetak E-mail
Kamis, 29 Oktober 2020 15:19

INSTRAN.org  – Pemerintah DKI Jakarta mendorong semua angkutan umum berbasis jalan di Ibu Kota dialihkan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke tenaga listrik. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi polusi udara Jakarta yang sebagian besar diakibatkan tingginya emisi karbon kendaraan bermotor. Untuk itu, pemerintah meluncurkan program “Jakarta Langit Biru” dengan menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara Ibu Kota.

 

Sejumlah operator angkutan umum mendukung kebijakan pemerintah itu. Namun sejauh ini pemerintah justru belum memberi kepastian tentang rencana pengalihan armada berbahan bakar fosil ke tenaga listrik. “Masih banyak yang belum jelas, spesifikasi dan lain-lain belum ada,” kata Ketua Umum Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja), Asyari Ilyas, kemarin. “Kami tak mungkin berani beli (mobil listrik) kalau nantinya enggak bisa digunakan di Jakarta.

 

Menurut Asyari, dalam Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 terdapat poin tentang pembatasan usia kendaraan. Pemerintah melarang armada angkutan umum yang berusia di atas 10 tahun karena kualitas emisi gas buangnya buruk. “Armada Kopaja yang mengangkut penumpang usianya 5-7 tahun, sudah tak ada lagi yang 10 tahun lebih,” ujar dia.

 

Bahkan, kata Asyari, Kopaja sudah bersiap membeli 150 bus listrik ukuran sedang. Paling tidak saat ini ada 10 perusahaan produsen dan distributor bus listrik yang telah mengajukan penawaran kerja sama. Namun rencana kerja sama itu belum berjalan karena pemerintah DKI tak kunjung mengeluarkan regulasi tentang spesifikasi kendaraan listrik yang boleh digunakan.

 

“Pertemuan terakhir dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, awal pekan lalu, mereka minta pengadaan diundur 2021,” kata dia. Pengunduran itu terpaksa dilakukan karena pemerintah saat ini tengah berfokus menangani wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

 

Direktur Utama PT Metro Mini, Nofrialdi, menyampaikan pendapat senada. Namun ia bisa menanggapi lebih jauh karena sejak akhir 2019 semua armada Metro Mini tidak ada yang beroperasi. Alasannya, perusahaan tengah menyelesaikan sejumlah persoalan hukum dan manajemen. “Mobil (Metro Mini) sudah tak ada yang jalan,” kata Nofrialdi.

 

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, emisi karbon dari mesin kendaraan bermotor menyumbang 46 persen polusi udara di Ibu Kota. Di posisi kedua, polusi udara berasal dari asap pembakaran dan produksi sejumlah kegiatan industri sebesar 43 persen. Sisanya berasal dari asap pembangkit listrik tenaga uap dan kegiatan rumah tangga.

 

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yusiono Anwar Supalal, mengatakan emisi karbon kendaraan bermotor memang penyebab utama tingginya polusi udara di Jakarta. Kata dia, selama pandemi Covid-19, kualitas udara di DKI membaik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Bahkan, pada Mei lalu, indeks standar pencemaran udara (ISPU) DKI lebih rendah 41,4 persen dibanding bulan yang sama pada 2019. “Ketika mobilitas kendaraan bermotor berkurang, kualitas udara Jakarta membaik,” kata dia.

 

Menurut Yusiono, penanganan wabah corona memang menggeser sejumlah pos anggaran dan rencana kegiatan pemerintah Jakarta, termasuk program “Jakarta Langit Biru”. Meski demikian, sejumlah program tetap berjalan, seperti penerapan Peraturan Gubernur DKI Nomor 66 Tahun 2020 tentang kewajiban uji emisi untuk semua kendaraan pribadi mulai awal 2021.

 

Adapun mengenai peremajaan angkutan umum—termasuk pengalihan armada berbahan bakar fosil ke tenaga listrik—prosesnya masih ditangani Dinas Perhubungan. Namun hingga kemarin Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo tidak bisa dihubungi untuk dimintai tanggapan. Begitu juga dengan Kepala Bidang Angkutan Darat Susilo Dewanto dan Sekretaris Dinas Perhubungan Massdes Arouffy.

 

Sebelumnya, Syafrin pernah memaparkan, dari 98.773 angkutan umum di Jakarta, sekitar 50 persen menggunakan bahan bakar solar; 37,7 persen menggunakan Premium; dan 16,3 persen menggunakan bahan bakar gas. Sedangkan armada yang bertenaga listrik jumlahnya hanya 0,04 persen. Atas dasar itu, pemerintah mendorong operator agar beralih ke armada bertenaga listrik.

 

 

Sumber : KORAN TEMPO, 28 Oktober 2020

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1426
mod_vvisit_counterKemarin3231
mod_vvisit_counterMinggu ini18469
mod_vvisit_counterBulan ini40962
mod_vvisit_counterSemua7159578
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download