Dinhub Kesulitan Tertibkan Terminal Bayangan di Purbalingga, Belum Ada Tempat Mangkal Resmi Cetak
Jumat, 20 November 2020 11:55
INSTRAN.org - Penataan moda transportasi lokal seperti angkudes di Jalan Brigjen Suwondo Bobotsari, Kecamatan Bobotsari, tak henti dilakukan. Termasuk angkutan kota (Angkuta) di luar Terminal bus Tipe A Bobotsari milik Kemenhub RI (pusat). Moda transportasi umum itu lebih banyak memilih mangkal di pinggir jalan kedua lokasi itu. 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga, Yani Sutrisno Udi Nugroho mengatakan, kendala belum adanya tempat mangkal di dalamTerminal Bus Bobotsari saat ini, menjadikan dua jenis angkutan umum itu menyebar di wilayah Bobotsari. 

Pihaknya secara insidental terus berupaya menertibkan angkutan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain. “Biasanya kita gabungan dengan Satlantas Polres Purbalingga. Mereka akan tertib. Namun masih tetap ada di lain hari yang mangkal di luar terminal/jalanan,” ungkapnya. 

Melihat kondisi ini, dinas mencoba berkoordinasi dengan Dirjen Kemenhub Darat untuk meminta adanya tempat bagi angkutan perdesaan dan angkutan perkotaan. Tujuannya agar angkutan umum itu bisa masuk terminal. 

“Kami sudah usulkan ke Dirjenhubdar untuk tempat mangkal angkutan seperti angkudes dan angkutan kota. Mudah-mudahan bisa mengurangi atau menghilangkan terminal bayangan. Juga untuk pengumpan dari desa-desa ke Terminal milik Pusat itu,” tambahnya.

Seperti diketahui, usai menunggu hampir 3 tahun, realisasi revitalisasi terminal tipe A Bobotsari akan segera terwujud. Kementerian Perhubungan RI segera merealisasikan per Januari tahun 2021. Pada November ini rencananya masuk tahap lelang. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjenhubdar) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, saat kunjungan di Terminal Bus Bobotsari beberapa waktu lalu menjelaskan, rencananya, terminal Bobotsari terbagi menjadi dua sisi yakni timur dan barat. 

Awal bangunan revitalisasi akan dilaksanakan terlebih dahulu di sisi barat. Sebelumnya, revitalisasi diawali kegiatan padat karya memberdayakan masyarakat sekitar untuk membersihkan terminal. 

Sedangkan persoalan kesemrawutan kedua angkutan umum itu harus bisa dicarikan solusinya. Artinya tidak menganggu pengguna jalan lain. Dibutuhkan ketegasan dalam menertibkan armada angkutan umum yang tetap bandel dan memicu kesemrawutan.


Sumber : Radar Banyumas, 20 November 2020

https://radarbanyumas.co.id/dinhub-kesulitan-tertibkan-terminal-bayangan-di-purbalingga-belum-ada-tempat-mangkal-resmi/

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine