INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Akuisisi KCI oleh MRT Berpotensi Ganggu Transportasi Publik

INSTRAN.org - Ketua Institut Studi Transportasi (Intran), Darmaningtyas, mengatakan rencana PT MRT Jakarta mengakuisisi 51 persen saham anak usaha PT...

HUT ke-17, Transjakarta Ingin Tingkatkan Penumpang & Patuhi Protokol Kesehatan

INSTRAN.org - Layanan angkutan massal berbasis bus jaringan Transjakarta sudah memasuki tahun ke-17. Dengan adanya pandemi, jaringan angkutan umum...

Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet Dunia Karena PSBB

INSTRAN.org - DKI Jakarta keluar dari daftar 10 kota termacet dunia. Jakarta kini menempati peringkat ke-31 kota-kota dengan trafik lalu lintas...

Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet, Ini 2 Kebijakan Anies yang Layak Diapresiasi

INSTRAN.org - DKI Jakarta tidak lagi masuk dalam 10 kota termacet dunia versi Tom Tom. Hal itu memang bisa diperdebatkan lantaran survey dilakukan...

Menimbang Akuisisi Sebelum Integrasi

INSTRAN.org — Pemerintah berencana mempercepat pengintegrasian moda transportasi publik yang beroperasi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,...

  • Akuisisi KCI oleh MRT Berpotensi Ganggu Transportasi Publik

    Rabu, 20 Januari 2021 16:26
  • HUT ke-17, Transjakarta Ingin Tingkatkan Penumpang & Patuhi Protokol Kesehatan

    Rabu, 20 Januari 2021 14:18
  • Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet Dunia Karena PSBB

    Selasa, 19 Januari 2021 12:02
  • Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet, Ini 2 Kebijakan Anies yang Layak Diapresiasi

    Selasa, 19 Januari 2021 11:18
  • Menimbang Akuisisi Sebelum Integrasi

    Selasa, 19 Januari 2021 10:48

Metropolitan

Akuisisi KCI oleh MRT Berpotensi Ganggu Transportasi Publik
Rabu, 20 Januari 2021
INSTRAN.org - Ketua Institut Studi Transportasi (Intran), Darmaningtyas, mengatakan rencana PT MRT Jakarta mengakuisisi 51 persen saham anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT... Selanjutnya...
HUT ke-17, Transjakarta Ingin Tingkatkan Penumpang & Patuhi Protokol Kesehatan
Rabu, 20 Januari 2021
INSTRAN.org - Layanan angkutan massal berbasis bus jaringan Transjakarta sudah memasuki tahun ke-17. Dengan adanya pandemi, jaringan angkutan umum yang semula pernah melayani hingga 1 juta orang per... Selanjutnya...
Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet Dunia Karena PSBB
Selasa, 19 Januari 2021
INSTRAN.org - DKI Jakarta keluar dari daftar 10 kota termacet dunia. Jakarta kini menempati peringkat ke-31 kota-kota dengan trafik lalu lintas terpadat di dunia. Akan tetapi hal itu bisa dicapai... Selanjutnya...
Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet, Ini 2 Kebijakan Anies yang Layak Diapresiasi
Selasa, 19 Januari 2021
INSTRAN.org - DKI Jakarta tidak lagi masuk dalam 10 kota termacet dunia versi Tom Tom. Hal itu memang bisa diperdebatkan lantaran survey dilakukan pada 2020, di mana banyak kegiatan masyarakat... Selanjutnya...
Menimbang Akuisisi Sebelum Integrasi
Selasa, 19 Januari 2021
INSTRAN.org — Pemerintah berencana mempercepat pengintegrasian moda transportasi publik yang beroperasi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Saat ini pemerintah... Selanjutnya...
Stasiun Palmerah Ditata, Akan Ada Selter Bus dan Ojol, Pelintasan Sebidang Ditutup Permanen PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Desember 2020 11:18
INSTRAN.org - Penataan tahap kedua Stasiun Palmera, Jakarta Pusat, sudah dimulai. Melalui penataan ini, stasiun kereta rel listrik (KRL) yang terletak di kawasan Gelora itu diharapkan bisa makin terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain. 

Penataan itu juga diharapkan bisa menjadi solusi atas kemacetan yang kerap terjadi di area tersebut. 

Direktur Utama PT Moda Integrasi dan Transportasi Jabodetabek (MITJ) Tuhiyat mengatakan, ada sejumlah hal yang akan dikerjakan dalam penataan itu. Salah satunya adalah pembangunan selter untuk bus, angkot, dan ojek online.

Selter gunakan lahan DPR 

Ia memastikan pembangunan selter itu tidak akan memakan lebar jalan atau pun trotoar yang sudah tersedia saat ini. Sebab, pembangunan selter ini akan memanfaatkan sebagian lahan gedung DPR. 

Lahan itu terletak persis di seberang Stasiun Palmerah, di sisi timur stasiun, yang mengarah ke Jalan Tentara Pelajar. 

"Kami minta lahannya DPR, jadi nanti ada coak untuk bus transjakarta, angkot dan ojek online bisa masuk ke coak itu," kata Tuhiyat kepada Kompas.com, Senin (30/11/2020). 

"Dengan catatan, bus dan angkot bukan untuk stay ya, hanya drop off dan pickup saja," katanya. 

Selama ini, keberadaan bus transjakarta, ojek online dan taksi kerap membuat macet kawasan Stasiun Palmerah. Kemacetan biasanya terjadi saat jam berangkat kantor atau jam pulang kantor. 

Di sisi lain, keberadaan berbagai moda transportasi lain itu dibutuhkan pengguna KRL yang hendak melanjutkan perjalanan. Karena itulah selter itu dibangun untuk membuat Stasiun Palmerah lebih terintegrasi dengan moda transportasi lain, dan pada saat bersamaan bisa mengurai kemacetan. 

Meski demikian, selter serupa tak bisa dibangun di bagian jalan yang mengarah ke Tanah Abang/Slipi atau di sisi barat stasiun. Sebab, di area Pasar Palmerah itu, belum ada pemilik lahan yang bersedia melepas lahannya. 

"Lahannya memang susah yang di situ. Tapi kami lagi usaha, kalau DPR kami sudah berhasil, pasti bisa. Yang sebelah sana masih berjuang," kata Tuhiyat. 

Selain membangun selter, penataan Stasiun Palmerah tahap dua juga akan meliputi perbaikan jembatan penyeberangan orang serta pelican crossing. 

"Pelican crossing hanya yang ke arah Tanah Abang/Slipi karena di situ ada pintu masuk ke Stasiun," ujar dia.

Penutupan pelintasan sebidang 

Penataan tahap dua itu juga meliputi penutupan pelintasan sebidang yang letaknya sekitar 250 meter dari Stasiun Palmerah. Pelintasan sebidang tersebut sudah lama membelah jalan Tentara Pelajar, menjadi akses penghubung ke jalan Gelora dan Jalan Palmerah Selatan. 

Melalui pelintasan sebidang itu, kendaraan yang datang dari arah Senayan bisa berbelok ke kanan ke arah Tanah Abang atau pun lurus ke arah Pasar Palmerah. Pelintasan sebidang itu juga kerap digunakan pejalan kaki untuk menyeberang. 

Namun sejak Sabtu pekan lalu pukul 23.00 WIB, pelintasan sebidang itu sudah ditutup permanen. 

Tuhiyat menyebutkan, penutupan itu dilakukan untuk menghilangkan kemacetan dan kesemrawutan yang kerap muncul akibat adanya pelintasan tersebut. Penutupan juga untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas. 

"Karena pelintasan sebidang di situ memang sangat mengganggu," kata dia. 

Dengan penutupan pelintasan sebidang tersebut, maka kendaraan yang menuju Tanah Abang/Semanggi dialihkan melalui jalan Asia Afrika-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Jenderal Gatot Subroto. 

Sementara kendaraan yang menuju arah Pasar Palmerah dialihkan lewat Jalan Asia Afrika-Jalan Tentara Pelajar-Jalan Kramat Putal Senayan- Jalan Simprug Garden-Jalan Teuku Nyak Arief-Kupingan Jalan Tentara Pelajar-Jalan Palmerah Selatan. 

Kaji flyover atau underpass 
Penutupan pelintasan sebidang itu dikeluhkan masyarakat yang biasa melintas di lokasi tersebut. Winda (26) misalnya, kini harus menempuh jarak yang lebih jauh saat bekerja. Winda yang menyewa kos di kawasan Palmerah biasanya cukup berjalan kaki menyeberang di pelintasan itu untuk menuju tempat kerjanya di Gedung DPR. 

Namun kini ia harus menaiki jembatan penyeberangan orang (JPO) yang letaknya sekitar 250 meter dari pelintasan sebidang. 

"Lumayan berasa capeknya jalan hari ini. Kalau pesen ojek online juga jadi jauh muternya, ongkosnya juga mahal," kata dia. 

Sebagai solusi atas keluhan warga yang biasa mengandalkan pelintasan sebidang itu, Tuhiyat menyebut pihaknya sedang mengkaji apakah di lokasi itu memungkinkan dibangun flyover atau underpass. 

"Kami sedang kaji juga apakah memungkinkan dibangun flyover atau underpass di situ, tapi yang penting sekarang kami tutup dulu," kata Tuhiyat. 

Menurut dia, hasil kajian baru akan keluar pada Februari 2021. Kajian tak hanya dilakukan untuk pelintasan sebidang di Stasiun Palmerah, tapi juga untuk sejumlah kawasan lain.


Sumber : Kompas.com, 1 Desember 2020

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/01/07133041/stasiun-palmerah-ditata-akan-ada-selter-bus-dan-ojol-pelintasan-sebidang?page=all#page2



Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini565
mod_vvisit_counterKemarin2823
mod_vvisit_counterMinggu ini9142
mod_vvisit_counterBulan ini58813
mod_vvisit_counterSemua7271782
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download