INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Perluasan Tol Laut

INSTRAN.org - Program tol laut menjadi salah satu upaya pemerintah menekan biaya logistik dan memeratakan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah terus...

Usul YLKI Agar Pelabuhan Merak Tak Padat Saat Mudik 2019

INSTRAN.org - Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi berharap pemerintah memberikan insentif tarif di Pelabuhan Merak pada arus...

Angkutan Umum Tetap Operasi

INSTRAN.org – Sejumlah angkutan umum di Jakarta tetap beroperasi normal, Rabu (22/5/2019). Hanya pengamanan diperketat untuk memberikan kenyaman bagi...

Gandeng DRD, Transjakarta Target Bisa Lebih Dekat Menjangkau Warga

INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan terus menambah jangkauan keseluruh pengguna transportasi publik hingga jaraknya bisa...

Jelang Lebaran, KAI Tambah Fasilitas di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

INSTRAN.org - PT KAI Daop 1 Jakarta menambah fasilitas-fasilitas baru bagi penumpang KA. Salah satunya yaitu Pembangunan Hall (Zona 3) di Stasiun...

  • Perluasan Tol Laut

    Kamis, 23 Mei 2019 10:32
  • Usul YLKI Agar Pelabuhan Merak Tak Padat Saat Mudik 2019

    Rabu, 22 Mei 2019 11:21
  • Angkutan Umum Tetap Operasi

    Rabu, 22 Mei 2019 10:18
  • Gandeng DRD, Transjakarta Target Bisa Lebih Dekat Menjangkau Warga

    Selasa, 21 Mei 2019 10:23
  • Jelang Lebaran, KAI Tambah Fasilitas di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

    Selasa, 21 Mei 2019 10:22

Metropolitan

Perluasan Tol Laut
Kamis, 23 Mei 2019
INSTRAN.org - Program tol laut menjadi salah satu upaya pemerintah menekan biaya logistik dan memeratakan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah terus membangun infrastruktur pelabuhan, kawasan... Selanjutnya...
Usul YLKI Agar Pelabuhan Merak Tak Padat Saat Mudik 2019
Rabu, 22 Mei 2019
INSTRAN.org - Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi berharap pemerintah memberikan insentif tarif di Pelabuhan Merak pada arus mudik 2019. Insentif itu diberikan untuk... Selanjutnya...
Angkutan Umum Tetap Operasi
Rabu, 22 Mei 2019
INSTRAN.org – Sejumlah angkutan umum di Jakarta tetap beroperasi normal, Rabu (22/5/2019). Hanya pengamanan diperketat untuk memberikan kenyaman bagi seluruh pengguna. Selanjutnya...
Gandeng DRD, Transjakarta Target Bisa Lebih Dekat Menjangkau Warga
Selasa, 21 Mei 2019
INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan terus menambah jangkauan keseluruh pengguna transportasi publik hingga jaraknya bisa mencapai 500 meter. Untuk itu, PT Transjakarta... Selanjutnya...
Jelang Lebaran, KAI Tambah Fasilitas di Stasiun Gambir dan Pasar Senen
Selasa, 21 Mei 2019
INSTRAN.org - PT KAI Daop 1 Jakarta menambah fasilitas-fasilitas baru bagi penumpang KA. Salah satunya yaitu Pembangunan Hall (Zona 3) di Stasiun Pasar Senen. Hal itu guna meningkatkan pelayanan... Selanjutnya...
Casablanca Tambah Macet PDF Cetak E-mail
JAKARTA (SINDO) – Sesuai prediksi sebelumnya pembangunan jalan layang non-tol Kampung Melayu- Tanah Abang mengakibatkan kemacetan lalu lintas di kawasan Casablanca makin parah. Tak tanggung-tanggung kemacetan bisa berkilo-kilometer.Kepadatan mengular hingga ke Jalan Duren Sawit mengarah ke Kampung Melayu hingga Casablanca.”Kemacetan di jalan-jalan ini membuat kendaraan hanya bisa melaju 20 kilometer per jam terutama saat jamjam sibuk,”kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Royke Lumowa kemarin. Sebenarnya kemacetan di jalan tersebut memang setiap hari terjadi. Namun, kemacetan bertambah parah sejak adanya pembangunan jalan layang non-tol. Bahkan, kemacetan bisa mengular hingga ke Jalan Duren Sawit,Jakarta Timur. 

Selain itu, banyaknya orang yang menyeberang ke Mal Ambasador juga menambah penyebab kemacetan. Dari pantauan SINDO, kemacetan memang mulai terlihat dari jalan layang Duren Sawit hingga ke Sudirman atau sepanjang lima kilometer. Selain itu,kepadatan di jalan tersebut juga berimbas ke jalan di sekelilingnya termasuk jalan Rasuna Said,Mampang Prapatan, dan Gatot Subroto. Imbas dari kepadatan ini,para pengendara harus memacu kendaraannya maksimal 20 kilometer per jam. Salah satu pengguna jalan,Sandy, mengakui, kemacetan di Jalan Dr Satrio makin parah sejak adanya pembangunan jalan layang nontol.”Biasanya,untuk sampai ke Sudirman dari Pondok Bambu membutuhkan waktu 30 menit tapi sekarang sekitar satu jam baru sampai Mal Ambasador,”ujarnya. 

Oleh karena itu, dia meminta instansi terkait memperhatikan hal ini.Pasalnya,jalur yang dilaluinya adalah jalur utama. ”Jadi, kalau bisa tempatkan petugas di pusat beberapa titik untuk mengurai kemacetan,”tukasnya. Untuk mengatasi kemacetan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta juga telah menyiapkan berbagai jalan alternatif. Kepala Bidang Jembatan Dinas PU DKI Jakarta Novizal mengatakan,selain Jalan Gatot Soebroto,Sultan Agung, dan Imam Bonjol,mulai pekan ini pengguna jalan sudah bisa menggunakan Jalan Denpasar sebelah utara sebagai alternatif. Dalam pengoperasiannya nanti, pihaknya juga akan membuat jalan tembus dari Jalan Denpasar.Jalan tersebut itu nantinya akan tembus ke Jalan HR Rasuna Said dan pengendara bisa langsung ke Four Seasons. 

Diamenuturkan,jalanalternatif yang terletak di belakang Kedutaan Besar Malaysia ini harus segera dibuka agar pembangunan berjalan lancar.Saat ini status lahan tersebut merupakan fasilitas umum yang wajib diserahkan para pengembang di sekitar kawasan tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta. Dia menambahkan,lahan yang akan dibangun jalan tersebut nantinya akan memiliki lebar 12 meter dan panjang 100 meter.”Kami harapkan dalam waktu dekat mungkin pekan depan jalan ini bisa difungsikan,”tuturnya. Sementara, untuk jalur alternatif Jalan Antasari ada empat yang disiapkan. 

Pertama, Jalan Cipete Raya-Jalan Fatmawati-Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai-Ja-lan Tirtayasa.Kedua, pengendara juga bisa melewati Jalan Puri Mutiara- Jalan Benda-Jalan Kemang Raya- Jalan Bangka.Ketiga,Jalan Puri Mutiara- Jalan Benda-Jalan Kemang Raya-Jalan Prapanca 1-Jalan Panglima Polim 9-Jalan Panglima Polim Raya.Alternatif keempat, lewat Jalan Cipete Raya-Jalan H Junaidi-Jalan Damai-Jalan Panglima Polim 9- Jalan Panglima Polim Raya. Sementara itu,penambahan koridor busway ternyata belum bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga angkutan umum yang beroperasi saat ini menjadi mubazir.Royke Lumowa mengatakan, selama periode 2002-2010, penggunaan angkutan umum di Jakarta menurun hingga 70%.

”Hingga2010, penggunakendaraanumum hanya 12,9% dari sebelumnya 38,3%. Penurunan ini jelas sudah sangat mengkhawatirkan,”ungkapnya. Pengguna sepeda motor selama lima tahun terakhir terus meningkat dari 21,2% menjadi 48,7%.Sedangkan pengguna mobil pribadi meningkat dari 11,6% menjadi 13,5%. Kondisi tersebut akhirnya memicu angka pertumbuhan kendaraan. Hingga Januari 2011 di Jabodetabek tercatat 12 juta unit kendaraan,dengan rincian 8 juta sepeda motor dan 4 juta roda empat. Selain berdampak pada kemacetan akibat lonjakan jumlah kendaraan pribadi,permasalahan lain yang tak kalah penting yakni meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. 

”Otomatis karena orang lebih suka menggunakan kendaraan pribadi, tentunya angka kecelakaan bakal meningkat.Pada 2009 terdapat 7.329 kasus.
 
Sumber berita: Seputar Indonesia, 25 Januari 2011

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini4117
mod_vvisit_counterKemarin3985
mod_vvisit_counterMinggu ini12778
mod_vvisit_counterBulan ini74107
mod_vvisit_counterSemua5532309
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download