Casablanca Tambah Macet Cetak
JAKARTA (SINDO) – Sesuai prediksi sebelumnya pembangunan jalan layang non-tol Kampung Melayu- Tanah Abang mengakibatkan kemacetan lalu lintas di kawasan Casablanca makin parah. Tak tanggung-tanggung kemacetan bisa berkilo-kilometer.Kepadatan mengular hingga ke Jalan Duren Sawit mengarah ke Kampung Melayu hingga Casablanca.”Kemacetan di jalan-jalan ini membuat kendaraan hanya bisa melaju 20 kilometer per jam terutama saat jamjam sibuk,”kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Royke Lumowa kemarin. Sebenarnya kemacetan di jalan tersebut memang setiap hari terjadi. Namun, kemacetan bertambah parah sejak adanya pembangunan jalan layang non-tol. Bahkan, kemacetan bisa mengular hingga ke Jalan Duren Sawit,Jakarta Timur. 

Selain itu, banyaknya orang yang menyeberang ke Mal Ambasador juga menambah penyebab kemacetan. Dari pantauan SINDO, kemacetan memang mulai terlihat dari jalan layang Duren Sawit hingga ke Sudirman atau sepanjang lima kilometer. Selain itu,kepadatan di jalan tersebut juga berimbas ke jalan di sekelilingnya termasuk jalan Rasuna Said,Mampang Prapatan, dan Gatot Subroto. Imbas dari kepadatan ini,para pengendara harus memacu kendaraannya maksimal 20 kilometer per jam. Salah satu pengguna jalan,Sandy, mengakui, kemacetan di Jalan Dr Satrio makin parah sejak adanya pembangunan jalan layang nontol.”Biasanya,untuk sampai ke Sudirman dari Pondok Bambu membutuhkan waktu 30 menit tapi sekarang sekitar satu jam baru sampai Mal Ambasador,”ujarnya. 

Oleh karena itu, dia meminta instansi terkait memperhatikan hal ini.Pasalnya,jalur yang dilaluinya adalah jalur utama. ”Jadi, kalau bisa tempatkan petugas di pusat beberapa titik untuk mengurai kemacetan,”tukasnya. Untuk mengatasi kemacetan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta juga telah menyiapkan berbagai jalan alternatif. Kepala Bidang Jembatan Dinas PU DKI Jakarta Novizal mengatakan,selain Jalan Gatot Soebroto,Sultan Agung, dan Imam Bonjol,mulai pekan ini pengguna jalan sudah bisa menggunakan Jalan Denpasar sebelah utara sebagai alternatif. Dalam pengoperasiannya nanti, pihaknya juga akan membuat jalan tembus dari Jalan Denpasar.Jalan tersebut itu nantinya akan tembus ke Jalan HR Rasuna Said dan pengendara bisa langsung ke Four Seasons. 

Diamenuturkan,jalanalternatif yang terletak di belakang Kedutaan Besar Malaysia ini harus segera dibuka agar pembangunan berjalan lancar.Saat ini status lahan tersebut merupakan fasilitas umum yang wajib diserahkan para pengembang di sekitar kawasan tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta. Dia menambahkan,lahan yang akan dibangun jalan tersebut nantinya akan memiliki lebar 12 meter dan panjang 100 meter.”Kami harapkan dalam waktu dekat mungkin pekan depan jalan ini bisa difungsikan,”tuturnya. Sementara, untuk jalur alternatif Jalan Antasari ada empat yang disiapkan. 

Pertama, Jalan Cipete Raya-Jalan Fatmawati-Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai-Ja-lan Tirtayasa.Kedua, pengendara juga bisa melewati Jalan Puri Mutiara- Jalan Benda-Jalan Kemang Raya- Jalan Bangka.Ketiga,Jalan Puri Mutiara- Jalan Benda-Jalan Kemang Raya-Jalan Prapanca 1-Jalan Panglima Polim 9-Jalan Panglima Polim Raya.Alternatif keempat, lewat Jalan Cipete Raya-Jalan H Junaidi-Jalan Damai-Jalan Panglima Polim 9- Jalan Panglima Polim Raya. Sementara itu,penambahan koridor busway ternyata belum bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga angkutan umum yang beroperasi saat ini menjadi mubazir.Royke Lumowa mengatakan, selama periode 2002-2010, penggunaan angkutan umum di Jakarta menurun hingga 70%.

”Hingga2010, penggunakendaraanumum hanya 12,9% dari sebelumnya 38,3%. Penurunan ini jelas sudah sangat mengkhawatirkan,”ungkapnya. Pengguna sepeda motor selama lima tahun terakhir terus meningkat dari 21,2% menjadi 48,7%.Sedangkan pengguna mobil pribadi meningkat dari 11,6% menjadi 13,5%. Kondisi tersebut akhirnya memicu angka pertumbuhan kendaraan. Hingga Januari 2011 di Jabodetabek tercatat 12 juta unit kendaraan,dengan rincian 8 juta sepeda motor dan 4 juta roda empat. Selain berdampak pada kemacetan akibat lonjakan jumlah kendaraan pribadi,permasalahan lain yang tak kalah penting yakni meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. 

”Otomatis karena orang lebih suka menggunakan kendaraan pribadi, tentunya angka kecelakaan bakal meningkat.Pada 2009 terdapat 7.329 kasus.
 
Sumber berita: Seputar Indonesia, 25 Januari 2011
Link: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/377896/ 

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine