INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Jalan Akses Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Rusak

INSTRAN.org – Jalan Ryacudu dan Jalan Terusan Ryacudu, yang menjadi akses dari dan menuju Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dari Kota Bandar Lampung...

Layanan Angkot Daring Rambah Bekasi

INSTRAN.org - Warga Bekasi dimanjakan dengan kehadiran layanan angkutan perkotaan (angkot) online atau daring. 

Operator Tol Trans Jawa Diminta Tingkatkan Layanan

INSTRAN.org – Operator tol Trans Jawa diminta untuk meningkatkan layanan selama musim mudik Lebaran 2019. 

Angkutan Umum Tenaga Listrik Diberi Insentif

INSTRAN.org – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong penggunaan angkutan umum ber te naga listrik dengan...

Kemacetan Masih Hantui Pemudik

INSTRAN.org – Masyarakat yang hendak mudik pada musim liburan Lebaran tahun ini diperkirakan masih akan dihantui kemacetan di sejumlah titik. Untuk...

  • Jalan Akses Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Rusak

    Kamis, 25 April 2019 14:35
  • Layanan Angkot Daring Rambah Bekasi

    Rabu, 24 April 2019 15:43
  • Operator Tol Trans Jawa Diminta Tingkatkan Layanan

    Rabu, 24 April 2019 15:42
  • Angkutan Umum Tenaga Listrik Diberi Insentif

    Selasa, 23 April 2019 16:43
  • Kemacetan Masih Hantui Pemudik

    Selasa, 23 April 2019 16:42

Metropolitan

Jalan Akses Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Rusak
Kamis, 25 April 2019
INSTRAN.org – Jalan Ryacudu dan Jalan Terusan Ryacudu, yang menjadi akses dari dan menuju Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dari Kota Bandar Lampung dalam kondisi rusak berat. Selain menimbulkan... Selanjutnya...
Layanan Angkot Daring Rambah Bekasi
Rabu, 24 April 2019
INSTRAN.org - Warga Bekasi dimanjakan dengan kehadiran layanan angkutan perkotaan (angkot) online atau daring.  Selanjutnya...
Operator Tol Trans Jawa Diminta Tingkatkan Layanan
Rabu, 24 April 2019
INSTRAN.org – Operator tol Trans Jawa diminta untuk meningkatkan layanan selama musim mudik Lebaran 2019.  Selanjutnya...
Angkutan Umum Tenaga Listrik Diberi Insentif
Selasa, 23 April 2019
INSTRAN.org – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong penggunaan angkutan umum ber te naga listrik dengan memberikan sejumlah insentif dan regulasi .  Selanjutnya...
Kemacetan Masih Hantui Pemudik
Selasa, 23 April 2019
INSTRAN.org – Masyarakat yang hendak mudik pada musim liburan Lebaran tahun ini diperkirakan masih akan dihantui kemacetan di sejumlah titik. Untuk itu, masyarakat diimbau agar dapat memilih waktu... Selanjutnya...
Minim Sosialisasi,Pengguna Jalan Stres dan Bingung PDF Cetak E-mail
Di Jakarta hampir tidak ada lagi ruas jalan yang bebas dari kemacetan.Jalan protokol, arteri,tol,jalan alternatif hingga gang-gang sempit sekali pun padat dan nyaris membuat pengguna jalan tidak bisa bergerak. PARA pengguna jalan harus pandai menghitung waktu perjalanan agar tidak boros bensin dan rezeki tidak tercecer di jalan. Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk meminimalisasi kemacetan. Tindakan palingbaruadalahpembuatanjalan layang (flyover) 5,5 kilometer di sepanjang Jalan Pangeran Antasari rute Blok M–Cipete.Kemudian jalan layang Kampung Melayu–Tanah Abang sepanjang 3,5 kilometer. Total dana yang dibutuhkan untuk pengerjaan dua jalan layang ini mencapai Rp1,28 triliun. 

Untuk jalan layang Antasari Rp737 miliar dan jalan layang Casblanca sisanya. Diakui atau tidak,pembangunan dua jalan layang tersebut semakin memperburuk potret kemacetan di Jakarta, terutama pada pagi dan sore hari.Laju kendaraan ratarata hanya 5–10 kilometer per jam. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan berupaya melakukan sosialisasi dengan cara membuka jalur alternatif kepada pengguna jalan agar menghindari jalan tersebut. 

Untuk mengatasi kemacetan di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, beberapa jalur alternatif telah dibuka.Pengendara dapat menghindari kemacetan melalui Taman Brawijaya-Jalan Brawijaya-Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, atau bisa pula melalui Jalan Prapanca I, Brawijaya IV, Darmawangsa VIII, Brawijaya Raya,dan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Di kawasan Casablanca, ada enam jalur alternatif yang bisa dilalui, yakni Jalan Denpasar, Karet Pedurenan, Bendungan Hilir, Dukuh Atas, HR Rasuna Said, dan Saharjo. 

Sayangnya, jalur alternatif tersebut masih minim sosialisasi sehingga warga menjadi bingung dan frustrasi.Rambu-rambu petunjuk di jalur tersebut pun tidak ada. Pengendara yang tidak terbiasa melintasi jalan alternatif kebingungan menentukan arah berbelok. Kondisi jalur alternatif ratarata kecil dan minim penunjuk arah. Jalan Brawijaya, misalnya, terdiri atas dua ruas dengan lebar masing-masing seukuran lebar mobil. 

Padahal, jalan ini disesaki mobil,sepeda motor,dan angkutan umum pada saat jam sibuk.Kondisi serupa terlihat di kawasan Karet Pedurenan. Mahmudin,36,warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat,merasa frustrasi menembus Jalan Antasari. Hambatan dia temui sejak perempatan di dekat Markas Besar Polri arah Terminal Blok M.“Seharusnya ada rambu petunjuk khusus jalur alternatif sehingga saya tidak pusing dan bingung saat melintas.Terpaksa deh saya harus bermacet-macetan selama beberapa jam,”katanya kepada SINDO. 

Abdul Hamid,31,warga Tangerang, Banten,menuturkan hal yang sama.Ayah satu anak ini mengaku harus berjam-jam menelusuri kemacetan sepanjang Tanah Abang menuju Kampung Melayu. Minimnya sosialisasi serta tidak adanya rambu petunjuk jalur alternatif membuatnya kebingungan.“Saya baca di media cetak katanya ada jalur alternatif menuju Kampung Melayu. Saya cari-cari ke mana arahnya kok tidak ada. Harusnya ada rambu petunjuk sehingga orang tidak bingung,”ungkapnya. 

Baik Mahmudin maupun Abdul Hamid sepakat agar Pemprov DKI Jakarta segera melakukan sosialisasi jalur alternatif dengan memasang rambu-rambu dan petunjuk arah. Dia khawatir kemacetan akan semakin parah karena tidak ada alternatif lain jika itu tidak dilakukan.“ Saya yakin bukan cuma kami yang kesal dan bingung menghadapi kemacetan. 

Semua orang pasti stres, apalagi jika dihadapkan dengan situasi dan kondisi kemacetan di Casablanca dan Antasari,” tambah Hamid. Ketua Forum Masyarakat Pengguna Jalan Raya (Forum Jaya) Edi Hasibuan menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang tidak melakukan kajian dan sosialisasi sebelum memulai pembangunan jalan layang.Dia mengakui,kemacetan di sepanjang Jalan Antasari dan Casablanca sudah sangat parah sehingga membutuhkan kerja ekstra dalam meminimalisasinya. (m yamin/bersambung) 
 
Sumber berita: Seputar Indonesia, 16 Februari 2011

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1514
mod_vvisit_counterKemarin2851
mod_vvisit_counterMinggu ini8317
mod_vvisit_counterBulan ini86606
mod_vvisit_counterSemua5445480
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download