INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Perlu Ada Bus Setara Damri Bandara Soekarno-Hatta di Terminal Pulogebang

INSTRAN.org - Para pengguna bus dari Bus Community mengusulkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan layanan bus dari dan menuju Terminal...

Terminal Pulogebang Dinilai Lebih Baik Diubah Jadi Pusat Grosir

INSTRAN.org - Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas menyarankan agar Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta...

Kadishub Marah Saat Tahu Hanya Ada 31 Loket di Terminal Pulogebang

INSTRAN.org - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengaku sempat marah saat mengetahui hanya ada 31 loket di Terminal Terpadu...

Jokowi Minta Ahok Tak Pusingkan Pendanaan Pembangunan MRT

INSTRAN.org — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak memusingkan sumber pendanaan pembangunan...

Bentang Kedua Simpang Susun Semanggi Mulai Dikerjakan

INSTRAN.org - Setelah menyambungkan bentang pertama Simpang Susun Semanggi arah Grogol ke Blok M pada pekan lalu, kontraktor Wijaya Karya kini akan...

  • Perlu Ada Bus Setara Damri Bandara Soekarno-Hatta di Terminal Pulogebang

    Jumat, 24 Februari 2017 10:00
  • Terminal Pulogebang Dinilai Lebih Baik Diubah Jadi Pusat Grosir

    Jumat, 24 Februari 2017 09:59
  • Kadishub Marah Saat Tahu Hanya Ada 31 Loket di Terminal Pulogebang

    Jumat, 24 Februari 2017 09:58
  • Jokowi Minta Ahok Tak Pusingkan Pendanaan Pembangunan MRT

    Jumat, 24 Februari 2017 09:57
  • Bentang Kedua Simpang Susun Semanggi Mulai Dikerjakan

    Rabu, 22 Februari 2017 13:29

Metropolitan

Perlu Ada Bus Setara Damri Bandara Soekarno-Hatta di Terminal Pulogebang
Jumat, 24 Februari 2017
INSTRAN.org - Para pengguna bus dari Bus Community mengusulkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan layanan bus dari dan menuju Terminal Pulogebang yang setara bus Damri Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya...
Terminal Pulogebang Dinilai Lebih Baik Diubah Jadi Pusat Grosir
Jumat, 24 Februari 2017
INSTRAN.org - Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas menyarankan agar Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, dialihfungsikan sebagai pusat grosir. Selanjutnya...
Kadishub Marah Saat Tahu Hanya Ada 31 Loket di Terminal Pulogebang
Jumat, 24 Februari 2017
INSTRAN.org - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengaku sempat marah saat mengetahui hanya ada 31 loket di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Selanjutnya...
Jokowi Minta Ahok Tak Pusingkan Pendanaan Pembangunan MRT
Jumat, 24 Februari 2017
INSTRAN.org — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak memusingkan sumber pendanaan pembangunan proyek mass rapid transit (MRT). Selanjutnya...
Bentang Kedua Simpang Susun Semanggi Mulai Dikerjakan
Rabu, 22 Februari 2017
INSTRAN.org - Setelah menyambungkan bentang pertama Simpang Susun Semanggi arah Grogol ke Blok M pada pekan lalu, kontraktor Wijaya Karya kini akan memulai penyambungan bentang kedua yakni dari arah... Selanjutnya...
DKI Rancang 3 Perda Transportasi PDF Cetak E-mail
Sabtu, 03 November 2012 14:49
JAKARTA– Tiga rancangan peraturan daerah (raperda) terkait transportasi di DKI Jakarta memasuki tahap akhir. Ketiga raperda itu yakni sistem bus rapid transit (BRT), pembentukan PT Transjakarta, dan transportasi. Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengungkapkan, ketiga raperda ini diperkirakan disahkan pada akhir November atau awal Desember 2012. Menjelang pengesahan itu, Balegda terus menampung aspirasi dari masyarakat, pakar transportasi, dan unsur lainnya. Hal ini untuk mengkaji aspek sosial dari ketiga raperda tersebut. ”Tujuan dari ketiga raperda ini untuk menciptakan reformasi transportasi untuk lebih baik lagi,”ujar Triwisaksana di DPRD DKI Jakarta kemarin.

Dari ketiganya, raperda transportasi merupakan hal yang baru. Raperda ini merupakan pintu gerbang reformasi pengelolaan transportasi publik di Jakarta. Menghadapi pembaruan itu, angkutan publik di Jakarta harus dikelola badan usaha milik daerah (BUMD). Saat ini Jakarta telah memiliki BUMD terkait transportasi, yakni PT MRT Jakarta untuk mengelola mass rapid transit (MRT).

Nantinya akan dibentuk BUMD baru yakni, BUMD Transportasi reguler untuk mengelola bus kota berupa metromini, Kopaja, dan sejenisnya. Kemudian BUMD pengelola bus Transjakarta. Saat ini bus Transjakarta dikelola Badan Layanan Umum (BLU). Dua BUMD yang belum dirancang yakni, untuk mengelola monorel dan KRL Commuter Line. Khusus BUMD KRL Commuter Line, akan disinergikan dengan PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ). Sedangkan, BUMD Jakarta Monorel untuk menyongsong pembangunan jalur monorel di Jakarta sedang diwacanakan.

”Di dalam raperda transportasi ini nanti juga mengatur bagaimana sistem transportasi Jakarta secara keseluruhan. Baik dari infrastruktur, sarana, prasarana, pengawasan dan manajemen,” sambung Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini. Adapun, raperda BRT lebih banyak mengatur tentang pembangunan serta pengaturan perangkat BRT. Kemudian, raperda PT Tranjakarta yang menjadikan BLU Tranjakarta menjadi BUMD. Raperda ini telah lama diajukan tapi Balegda masih belum mendapatkan kata sepakat untuk mengesahkannya. ”Banyak kajian yang diperlukan dalam pembahasan dua raperda ini,”tandasnya.

Dalam penyelesaian tiga raperda ini, Balegda meminta pendapat dari Koalisi Transport Demand Management (TDM) dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Anggota Koalisi TDM Achmad Syafrudin mengungkapkan, penyusunan sistem transportasi ini untuk meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi. Artinya, mengoptimalkan angkutan massal untuk perjalanan jauh dan berjalan kaki untuk perjalanan dekat. Sedangkan, perjalanan tidak terlalu jauh bisa menggunakan angkutan permukiman atau angkutan penghubung (feeder).

Agar masyarakat Jakarta ini lebih suka berjalan kaki, Pemprov DKI Jakarta harus meningkatkan fasilitas, kualitas jalur pedestrian, dan memberikan rasa aman. Sebab, akhir-akhir ini sisi keamanan menjadi sorotan di Jakarta. Penumpang angkutan umum kerap menjadi korban kejahatan. Pejalan kaki pun tidak mendapatkan jaminan keamanan. ”Sarana pendukung untuk pejalan kaki itu harus ada jaminannya dan angkutan umum harus bersifat pelayanan, bukan bisnis,” tandasnya. Anggota DTKJ Budi Susandi berharap rancangan ini bisa membenahi trayek yang semrawut, di mana banyak angkutan umum bersinggungan dengan busway. Padahal, sejatinya bus Transjakarta ini sebagai tulang punggung angkutan massal. Angkutan ini didukung oleh bus sedang reguler sebagai feeder.

”Bukan seperti sekarang, Kopaja dan metromini memiliki trayek yang sama dengan bus Transjakarta. Akibatnya, pelayanannya tidak maksimal,” ujarnya. Untuk diketahui, MRT tahap 1 koridor selatan-utara (Lebak Bulus-Bundaran HI) menelan anggaran Rp15 triliun. Adapun, nilai proyek pembangunan monorel dengan panjang jalur 14,6 kilometer membutuhkan biaya Rp 3,9 triliun. Dalam rancangan pembangunannya, MRT di tahun ketiga dapat membawa 412.000 penumpang per hari. Kereta monorel setiap hari diperkirakan dapat membawa 39.400 penumpang. Monorel Jakarta adalah kereta rel tunggal dengan jalur elevated. Namun, proyek monorel terhenti sejak Oktober 2007 akibat kesulitan pendanaan. PT Jakarta Monorail gagal mendatangkan investor sehingga proyek senilai lebih kurang Rp 5,4 triliun itu mangkrak.

Sumber Berita: Seputar Indonesia, 3 November 2012

http://www.seputar-indonesia.com/news/dki-rancang-3-perda-transportasi

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1417
mod_vvisit_counterKemarin3070
mod_vvisit_counterMinggu ini9773
mod_vvisit_counterBulan ini46059
mod_vvisit_counterSemua3218706
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download