INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Retribusi Parkir Melonjak

INSTRAN.org - Sistem pembayaran parkir menggunakan uang elektronik (emoney), kemarin , mulai diluncurkan pada lahan parkir di sepanjang Jalan H Agus...

Ide Ahok: Mobil Pribadi Masuk Jalan Layang Juga Harus Bayar

INSTRAN.org - Selain masuk busway harus bayar, pengemudi mobil pribadi jika akan masuk jalan layang juga wajib merogoh kocek lewat sistem electronic...

Alasan Ahok Bolehkan Mobil Pribadi Lewat Busway

INSTRAN.org -  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berpikir untuk memanfaatkan jalur Transjakarta untuk menambah pundi-pundi kas...

"Ahok Semakin Pro Orang Kaya..."

INSTRAN.org - Wacana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mengizinkan kendaraan pribadi melintas di jalur transjakarta menuai kritik....

Selama Sepekan, Meteran Parkir di Jalan Sabang Masih Terima Uang Koin

INSTRAN.org — Pengendara yang ingin memarkirkan kendaraannya di Jalan Sabang kini tidak perlu lagi menukar uang recehan dulu untuk membayar. Kini,...

  • Retribusi Parkir Melonjak

    Jumat, 30 Januari 2015 13:00
  • Ide Ahok: Mobil Pribadi Masuk Jalan Layang Juga Harus Bayar

    Jumat, 30 Januari 2015 12:12
  • Alasan Ahok Bolehkan Mobil Pribadi Lewat Busway

    Jumat, 30 Januari 2015 10:59
  • "Ahok Semakin Pro Orang Kaya..."

    Jumat, 30 Januari 2015 10:05
  • Selama Sepekan, Meteran Parkir di Jalan Sabang Masih Terima Uang Koin

    Kamis, 29 Januari 2015 12:27

Metropolitan

Retribusi Parkir Melonjak
Jumat, 30 Januari 2015
INSTRAN.org - Sistem pembayaran parkir menggunakan uang elektronik (emoney), kemarin , mulai diluncurkan pada lahan parkir di sepanjang Jalan H Agus Salim, Jakarta Pusat. Sistem itu bisa meningkatkan... Selanjutnya...
Ide Ahok: Mobil Pribadi Masuk Jalan Layang Juga Harus Bayar
Jumat, 30 Januari 2015
INSTRAN.org - Selain masuk busway harus bayar, pengemudi mobil pribadi jika akan masuk jalan layang juga wajib merogoh kocek lewat sistem electronic road pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar... Selanjutnya...
Alasan Ahok Bolehkan Mobil Pribadi Lewat Busway
Jumat, 30 Januari 2015
INSTRAN.org -  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berpikir untuk memanfaatkan jalur Transjakarta untuk menambah pundi-pundi kas daerah. Caranya yakni dengan membiarkan kendaraan... Selanjutnya...
"Ahok Semakin Pro Orang Kaya..."
Jumat, 30 Januari 2015
INSTRAN.org - Wacana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mengizinkan kendaraan pribadi melintas di jalur transjakarta menuai kritik. Salah satunya dari pengamat transportasi, Izzul... Selanjutnya...
Selama Sepekan, Meteran Parkir di Jalan Sabang Masih Terima Uang Koin
Kamis, 29 Januari 2015
INSTRAN.org — Pengendara yang ingin memarkirkan kendaraannya di Jalan Sabang kini tidak perlu lagi menukar uang recehan dulu untuk membayar. Kini, meteran parkir di Jalan Sabang sudah dapat... Selanjutnya...
DKI Rancang 3 Perda Transportasi PDF Cetak E-mail
Sabtu, 03 November 2012 14:49
JAKARTA– Tiga rancangan peraturan daerah (raperda) terkait transportasi di DKI Jakarta memasuki tahap akhir. Ketiga raperda itu yakni sistem bus rapid transit (BRT), pembentukan PT Transjakarta, dan transportasi. Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengungkapkan, ketiga raperda ini diperkirakan disahkan pada akhir November atau awal Desember 2012. Menjelang pengesahan itu, Balegda terus menampung aspirasi dari masyarakat, pakar transportasi, dan unsur lainnya. Hal ini untuk mengkaji aspek sosial dari ketiga raperda tersebut. ”Tujuan dari ketiga raperda ini untuk menciptakan reformasi transportasi untuk lebih baik lagi,”ujar Triwisaksana di DPRD DKI Jakarta kemarin.

Dari ketiganya, raperda transportasi merupakan hal yang baru. Raperda ini merupakan pintu gerbang reformasi pengelolaan transportasi publik di Jakarta. Menghadapi pembaruan itu, angkutan publik di Jakarta harus dikelola badan usaha milik daerah (BUMD). Saat ini Jakarta telah memiliki BUMD terkait transportasi, yakni PT MRT Jakarta untuk mengelola mass rapid transit (MRT).

Nantinya akan dibentuk BUMD baru yakni, BUMD Transportasi reguler untuk mengelola bus kota berupa metromini, Kopaja, dan sejenisnya. Kemudian BUMD pengelola bus Transjakarta. Saat ini bus Transjakarta dikelola Badan Layanan Umum (BLU). Dua BUMD yang belum dirancang yakni, untuk mengelola monorel dan KRL Commuter Line. Khusus BUMD KRL Commuter Line, akan disinergikan dengan PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ). Sedangkan, BUMD Jakarta Monorel untuk menyongsong pembangunan jalur monorel di Jakarta sedang diwacanakan.

”Di dalam raperda transportasi ini nanti juga mengatur bagaimana sistem transportasi Jakarta secara keseluruhan. Baik dari infrastruktur, sarana, prasarana, pengawasan dan manajemen,” sambung Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini. Adapun, raperda BRT lebih banyak mengatur tentang pembangunan serta pengaturan perangkat BRT. Kemudian, raperda PT Tranjakarta yang menjadikan BLU Tranjakarta menjadi BUMD. Raperda ini telah lama diajukan tapi Balegda masih belum mendapatkan kata sepakat untuk mengesahkannya. ”Banyak kajian yang diperlukan dalam pembahasan dua raperda ini,”tandasnya.

Dalam penyelesaian tiga raperda ini, Balegda meminta pendapat dari Koalisi Transport Demand Management (TDM) dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Anggota Koalisi TDM Achmad Syafrudin mengungkapkan, penyusunan sistem transportasi ini untuk meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi. Artinya, mengoptimalkan angkutan massal untuk perjalanan jauh dan berjalan kaki untuk perjalanan dekat. Sedangkan, perjalanan tidak terlalu jauh bisa menggunakan angkutan permukiman atau angkutan penghubung (feeder).

Agar masyarakat Jakarta ini lebih suka berjalan kaki, Pemprov DKI Jakarta harus meningkatkan fasilitas, kualitas jalur pedestrian, dan memberikan rasa aman. Sebab, akhir-akhir ini sisi keamanan menjadi sorotan di Jakarta. Penumpang angkutan umum kerap menjadi korban kejahatan. Pejalan kaki pun tidak mendapatkan jaminan keamanan. ”Sarana pendukung untuk pejalan kaki itu harus ada jaminannya dan angkutan umum harus bersifat pelayanan, bukan bisnis,” tandasnya. Anggota DTKJ Budi Susandi berharap rancangan ini bisa membenahi trayek yang semrawut, di mana banyak angkutan umum bersinggungan dengan busway. Padahal, sejatinya bus Transjakarta ini sebagai tulang punggung angkutan massal. Angkutan ini didukung oleh bus sedang reguler sebagai feeder.

”Bukan seperti sekarang, Kopaja dan metromini memiliki trayek yang sama dengan bus Transjakarta. Akibatnya, pelayanannya tidak maksimal,” ujarnya. Untuk diketahui, MRT tahap 1 koridor selatan-utara (Lebak Bulus-Bundaran HI) menelan anggaran Rp15 triliun. Adapun, nilai proyek pembangunan monorel dengan panjang jalur 14,6 kilometer membutuhkan biaya Rp 3,9 triliun. Dalam rancangan pembangunannya, MRT di tahun ketiga dapat membawa 412.000 penumpang per hari. Kereta monorel setiap hari diperkirakan dapat membawa 39.400 penumpang. Monorel Jakarta adalah kereta rel tunggal dengan jalur elevated. Namun, proyek monorel terhenti sejak Oktober 2007 akibat kesulitan pendanaan. PT Jakarta Monorail gagal mendatangkan investor sehingga proyek senilai lebih kurang Rp 5,4 triliun itu mangkrak.

Sumber Berita: Seputar Indonesia, 3 November 2012

http://www.seputar-indonesia.com/news/dki-rancang-3-perda-transportasi

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini752
mod_vvisit_counterKemarin3455
mod_vvisit_counterMinggu ini15697
mod_vvisit_counterBulan ini89623
mod_vvisit_counterSemua2086714
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download