INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Ini Tuntutan Sopir Uber dan Grab

INSTRAN.org - Para sopir taksi online, termasuk dari Uber dan Grab, melakukan aksi unjuk rasa di lapangan parkir timur Senayan, Jakarta Pusat, Senin ...

Sopir Taksi "Online" yang Unjuk Rasa Bukan dari Jakarta?

INSTRAN.org - Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta (Dishubtrans) menyatakan para sopir taksi aplikasi (online) yang berunjuk rasa pada Senin...

Sejumlah Perbedaan Izin Taksi Konvensional dan Taksi Aplikasi

INSTRAN.org - Layanan taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi memiliki perbedaan perizinan.

Akhir September, Penumpang Transjakarta Harus "Tap Out" Saat ke Luar Halte

INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan semua halte transjakarta di 12 koridor sudah dipasangi mesin "tap out" pada akhir...

Halte Transjakarta Akan Segera Dilengkapi Toilet

INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana menyediakan toilet di 80 halte bus transjakarta. Nantinya, di setiap jarak 2-3 halte,...

  • Ini Tuntutan Sopir Uber dan Grab

    Selasa, 23 Agustus 2016 13:42
  • Sopir Taksi "Online" yang Unjuk Rasa Bukan dari Jakarta?

    Selasa, 23 Agustus 2016 13:39
  • Sejumlah Perbedaan Izin Taksi Konvensional dan Taksi Aplikasi

    Selasa, 23 Agustus 2016 09:49
  • Akhir September, Penumpang Transjakarta Harus "Tap Out" Saat ke Luar Halte

    Selasa, 23 Agustus 2016 09:48
  • Halte Transjakarta Akan Segera Dilengkapi Toilet

    Selasa, 23 Agustus 2016 09:48

Metropolitan

Ini Tuntutan Sopir Uber dan Grab
Selasa, 23 Agustus 2016
INSTRAN.org - Para sopir taksi online, termasuk dari Uber dan Grab, melakukan aksi unjuk rasa di lapangan parkir timur Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2016).  Selanjutnya...
Sopir Taksi "Online" yang Unjuk Rasa Bukan dari Jakarta?
Selasa, 23 Agustus 2016
INSTRAN.org - Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta (Dishubtrans) menyatakan para sopir taksi aplikasi (online) yang berunjuk rasa pada Senin (22/8/2016) siang, bukan berasal dari Jakarta.... Selanjutnya...
Sejumlah Perbedaan Izin Taksi Konvensional dan Taksi Aplikasi
Selasa, 23 Agustus 2016
INSTRAN.org - Layanan taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi memiliki perbedaan perizinan. Selanjutnya...
Akhir September, Penumpang Transjakarta Harus "Tap Out" Saat ke Luar Halte
Selasa, 23 Agustus 2016
INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan semua halte transjakarta di 12 koridor sudah dipasangi mesin "tap out" pada akhir September 2016. Selanjutnya...
Halte Transjakarta Akan Segera Dilengkapi Toilet
Selasa, 23 Agustus 2016
INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana menyediakan toilet di 80 halte bus transjakarta. Nantinya, di setiap jarak 2-3 halte, akan ada satu halte yang dilengkapi toilet.  Selanjutnya...
DKI Rancang 3 Perda Transportasi PDF Cetak E-mail
Sabtu, 03 November 2012 14:49
JAKARTA– Tiga rancangan peraturan daerah (raperda) terkait transportasi di DKI Jakarta memasuki tahap akhir. Ketiga raperda itu yakni sistem bus rapid transit (BRT), pembentukan PT Transjakarta, dan transportasi. Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengungkapkan, ketiga raperda ini diperkirakan disahkan pada akhir November atau awal Desember 2012. Menjelang pengesahan itu, Balegda terus menampung aspirasi dari masyarakat, pakar transportasi, dan unsur lainnya. Hal ini untuk mengkaji aspek sosial dari ketiga raperda tersebut. ”Tujuan dari ketiga raperda ini untuk menciptakan reformasi transportasi untuk lebih baik lagi,”ujar Triwisaksana di DPRD DKI Jakarta kemarin.

Dari ketiganya, raperda transportasi merupakan hal yang baru. Raperda ini merupakan pintu gerbang reformasi pengelolaan transportasi publik di Jakarta. Menghadapi pembaruan itu, angkutan publik di Jakarta harus dikelola badan usaha milik daerah (BUMD). Saat ini Jakarta telah memiliki BUMD terkait transportasi, yakni PT MRT Jakarta untuk mengelola mass rapid transit (MRT).

Nantinya akan dibentuk BUMD baru yakni, BUMD Transportasi reguler untuk mengelola bus kota berupa metromini, Kopaja, dan sejenisnya. Kemudian BUMD pengelola bus Transjakarta. Saat ini bus Transjakarta dikelola Badan Layanan Umum (BLU). Dua BUMD yang belum dirancang yakni, untuk mengelola monorel dan KRL Commuter Line. Khusus BUMD KRL Commuter Line, akan disinergikan dengan PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ). Sedangkan, BUMD Jakarta Monorel untuk menyongsong pembangunan jalur monorel di Jakarta sedang diwacanakan.

”Di dalam raperda transportasi ini nanti juga mengatur bagaimana sistem transportasi Jakarta secara keseluruhan. Baik dari infrastruktur, sarana, prasarana, pengawasan dan manajemen,” sambung Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini. Adapun, raperda BRT lebih banyak mengatur tentang pembangunan serta pengaturan perangkat BRT. Kemudian, raperda PT Tranjakarta yang menjadikan BLU Tranjakarta menjadi BUMD. Raperda ini telah lama diajukan tapi Balegda masih belum mendapatkan kata sepakat untuk mengesahkannya. ”Banyak kajian yang diperlukan dalam pembahasan dua raperda ini,”tandasnya.

Dalam penyelesaian tiga raperda ini, Balegda meminta pendapat dari Koalisi Transport Demand Management (TDM) dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Anggota Koalisi TDM Achmad Syafrudin mengungkapkan, penyusunan sistem transportasi ini untuk meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi. Artinya, mengoptimalkan angkutan massal untuk perjalanan jauh dan berjalan kaki untuk perjalanan dekat. Sedangkan, perjalanan tidak terlalu jauh bisa menggunakan angkutan permukiman atau angkutan penghubung (feeder).

Agar masyarakat Jakarta ini lebih suka berjalan kaki, Pemprov DKI Jakarta harus meningkatkan fasilitas, kualitas jalur pedestrian, dan memberikan rasa aman. Sebab, akhir-akhir ini sisi keamanan menjadi sorotan di Jakarta. Penumpang angkutan umum kerap menjadi korban kejahatan. Pejalan kaki pun tidak mendapatkan jaminan keamanan. ”Sarana pendukung untuk pejalan kaki itu harus ada jaminannya dan angkutan umum harus bersifat pelayanan, bukan bisnis,” tandasnya. Anggota DTKJ Budi Susandi berharap rancangan ini bisa membenahi trayek yang semrawut, di mana banyak angkutan umum bersinggungan dengan busway. Padahal, sejatinya bus Transjakarta ini sebagai tulang punggung angkutan massal. Angkutan ini didukung oleh bus sedang reguler sebagai feeder.

”Bukan seperti sekarang, Kopaja dan metromini memiliki trayek yang sama dengan bus Transjakarta. Akibatnya, pelayanannya tidak maksimal,” ujarnya. Untuk diketahui, MRT tahap 1 koridor selatan-utara (Lebak Bulus-Bundaran HI) menelan anggaran Rp15 triliun. Adapun, nilai proyek pembangunan monorel dengan panjang jalur 14,6 kilometer membutuhkan biaya Rp 3,9 triliun. Dalam rancangan pembangunannya, MRT di tahun ketiga dapat membawa 412.000 penumpang per hari. Kereta monorel setiap hari diperkirakan dapat membawa 39.400 penumpang. Monorel Jakarta adalah kereta rel tunggal dengan jalur elevated. Namun, proyek monorel terhenti sejak Oktober 2007 akibat kesulitan pendanaan. PT Jakarta Monorail gagal mendatangkan investor sehingga proyek senilai lebih kurang Rp 5,4 triliun itu mangkrak.

Sumber Berita: Seputar Indonesia, 3 November 2012

http://www.seputar-indonesia.com/news/dki-rancang-3-perda-transportasi

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini881
mod_vvisit_counterKemarin1597
mod_vvisit_counterMinggu ini6443
mod_vvisit_counterBulan ini41250
mod_vvisit_counterSemua2917634
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download