INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Truk Sering Obesitas karena Dianggap Kuat Angkut Segala Beban

INSTRAN.org - Kendaraan komersial berupa truk yang sering mengangkut keperluan bisnis seringkali ditemukan melewati batas muatannya. Satu pelanggaran...

Bakal Ada Tol Bekasi-Tangerang di Atas Laut Utara Jakarta

INSTRAN.org – Satu proyek besar sedang dipersiapkan pemerintah. Proyek dimaksud adalah tol yang membentang di atas perairan utara Jakarta yang...

Hingga Juli 2019, 242 Ribu Penumpang Sudah Jajal LRT Jakarta

INSTRAN.org - Sebanyak 242.741 penumpang telah menjajal Kereta Lintas Rel Terpadu atau LRT Jakarta selama sebulan uji coba publik. Kereta ringan itu...

Bajaj Tabrak Transjakarta yang Parkir di Depan Halte UNJ

INSTRAN.org - Kecelakaan terjadi antara bajaj dengan bus Transjakarta di depan Halte Transjakarta Universitas Negeri Jakarta Jalan Raya Pemuda,...

Atasi Kemacetan di Depok, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Dishub

INSTRAN.org – Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan pihaknya terus mengupayakan manajemen lalu lintas sebagai upaya besar dalam...

  • Truk Sering Obesitas karena Dianggap Kuat Angkut Segala Beban

    Kamis, 18 Juli 2019 10:32
  • Bakal Ada Tol Bekasi-Tangerang di Atas Laut Utara Jakarta

    Rabu, 17 Juli 2019 11:18
  • Hingga Juli 2019, 242 Ribu Penumpang Sudah Jajal LRT Jakarta

    Selasa, 16 Juli 2019 21:39
  • Bajaj Tabrak Transjakarta yang Parkir di Depan Halte UNJ

    Senin, 15 Juli 2019 09:53
  • Atasi Kemacetan di Depok, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Dishub

    Senin, 15 Juli 2019 09:52

Metropolitan

Truk Sering Obesitas karena Dianggap Kuat Angkut Segala Beban
Kamis, 18 Juli 2019
INSTRAN.org - Kendaraan komersial berupa truk yang sering mengangkut keperluan bisnis seringkali ditemukan melewati batas muatannya. Satu pelanggaran ini dapat memicu berbagai masalah yang merugikan... Selanjutnya...
Bakal Ada Tol Bekasi-Tangerang di Atas Laut Utara Jakarta
Rabu, 17 Juli 2019
INSTRAN.org – Satu proyek besar sedang dipersiapkan pemerintah. Proyek dimaksud adalah tol yang membentang di atas perairan utara Jakarta yang menghubungkan Bekasi dan wilayah Banten. Selanjutnya...
Hingga Juli 2019, 242 Ribu Penumpang Sudah Jajal LRT Jakarta
Selasa, 16 Juli 2019
INSTRAN.org - Sebanyak 242.741 penumpang telah menjajal Kereta Lintas Rel Terpadu atau LRT Jakarta selama sebulan uji coba publik. Kereta ringan itu menghubungkan rute Velodrome Rawamangun hingga... Selanjutnya...
Bajaj Tabrak Transjakarta yang Parkir di Depan Halte UNJ
Senin, 15 Juli 2019
INSTRAN.org - Kecelakaan terjadi antara bajaj dengan bus Transjakarta di depan Halte Transjakarta Universitas Negeri Jakarta Jalan Raya Pemuda, Jakarta Timur, pada Minggu malam, 14 Juli 2019. Selanjutnya...
Atasi Kemacetan di Depok, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Dishub
Senin, 15 Juli 2019
INSTRAN.org – Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan pihaknya terus mengupayakan manajemen lalu lintas sebagai upaya besar dalam penataan kemacetan di Kota Depok. Selanjutnya...
Darmaningtyas, Paling Reasonable Saat Ini Adalah Maksimalkan Busway PDF Cetak E-mail
Kemacetan Di Ibukota Jakarta (Bag.4)
Darmaningtyas, Paling Reasonable Saat Ini Adalah Maksimalkan Busway

OTOMOTIFNET -  Hal paling reasonable saat ini adalah memaksimalkan busway. MRT atau monorail butuh waktu paling tidak 8 tahun, jalur terbatas dan dananya triliunan. Soal kapasitas, bisa diatasi dengan bus gandeng yang bisa meningkatkan kapasitas sampai 2 kali lipat.  Tambahi pula jumlah busnya, koridor dan jaringannya. Supaya orang dengan busway cukup sekali bayar. Dari rumah ada feeder, terus langsung ke halte. 
Dengan koridor yang ada sekarang, plus koridor IX (Pinangranti-Pluit) dan koridor X (Tanjung Priok), kalau sudah beroperasi, diprediksi bisa lebih membantu. Karena Jakarta Timur, bisa di-cover koridor IX dan Jakarta Utara oleh koridor X. Saya kira rencana pembangunan 15 koridor itu harus tetap ada.

Keberadaan busway di beberapa jalur umum malah menambah kemacetan, karena terlalu banyak kendaraan bermotor. Kalau jalurnya steril dan lancar, orang mau pindah dan akan lebih menikmati busway, murah dan cepat. 

Selama ini antre lama karena enggak steril. Yang ditawarkan busway kecepatan dan ketepatan, kenyamanan jelas lebih nyaman pakai bus executive. Keamanan juga.

Jadi kuncinya, menambah jumlah, jaringan, dan kualitas layanan tanpa menaikkan tarif. Kalau tarifnya lebih mahal dari mobil pribadi, orang enggak mau naik busway lagi. Mau busway yang nyaman? Gampang, bikin aja busway executive, tarifnya Rp 10 ribu/orang. Semua yang naik dapat tempat duduk. Kalau tempat duduk sudah terisi semua, berangkat. 

Mengenai monorail dan MRT, itu sebagai suatu pilihan, tapi belum tentu yang terbaik. Tak ada MRT di dunia yang tidak disubsidi pemerintah. Belum lagi kondisi geografis Jakarta yang banjir, makin lama makin ambles, belum lagi listriknya masih byar pet.

Selain angkutan massa, ada satu langkah yang sebenarnya saat ini bisa dilakukan dengan cepat. Gak membutuhkan peraturan khusus dan dana besar, mewajibkan pekerja Jakarta memakai kendaraan umum, dimulai dari lembaga pemerintah. 

Suruh aja tiap hari Senin karyawan departemen pendidikan naik angkutan umum, Selasa departemen dan dinas perhubungan, Rabu untuk departemen dan dinas PU. Diikuti karyawan swasta dan BUMN. Itu akan mengurangi jumlah kendaraan secara signifikan tanpa biaya besar atau peraturan lain. 

Tapi kebijakan seperti ini hanya bisa diatur oleh presiden. Karena yang diatur tak hanya Jakarta, tapi juga Jabodetabek. Soal kemacetan di sini kebijakan mesti dilakukan oleh Pemerintah Jakarta dan Pusat. Termasuk pengadaan sarana transportasi dan kebijakannya, semestinya bersinergi. 

Bukan hanya angkutan umum, gedung-gedung baru yang bermunculan di Jakarta juga memberikan sumbangan besar pada kemacetan. Stop pembangunan gedung baru, itu dibangun dengan lahan parkir. 

Itu sama saja menyediakan peluang penggunaan kendaraan pribadi. Mana ada gedung baru dibangun dengan angkutan umum. Jadi omong kosong itu mengatasi kemacetan kalau enggak menghentikan pembangunan gedung baru.

Penulis/Foto: Nawita, Anton, eRIE, Pj  / Nawita |4-09-2010| 15:16

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3338
mod_vvisit_counterKemarin3634
mod_vvisit_counterMinggu ini28460
mod_vvisit_counterBulan ini76391
mod_vvisit_counterSemua5766190
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download