INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Roadmap Kendaraan Listrik di Indonesia Perlu Segera Diselesaikan

INSTRAN.org - Indonesia tengah menatap era kendaraan listrik. Oleh karena itu, roadmap Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) harus...

3 Fakta Holding Baterai Kendaraan Listrik RI Segera Terbentuk

INSTRAN.org - Rencana pemerintah untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik segera terwujud. Sebab, holding baterai kendaraan listrik akan...

KRL Merambah Rute Baru

INSTRAN.org – Kementerian Perhubungan mengkaji pemekaran jalur kereta rel listrik (KRL) ke berbagai wilayah selain Jakarta dan sekitarnya. Juru bicara...

Pemprov DKI Jakarta Masih Bungkam Soal Aturan Mobil 10 Tahun 'Haram' Masuk Jakarta

INSTRAN.org - Wacana mobil berusia 10 tahun atau lebih bakal dilarang masuk Jakarta masih jadi tanda tanya besar bagi para pengendara di Indonesia....

DKI Mau Batasi Usia Mobil Hanya 10 Tahun, Itu Cocoknya Buat Angkutan Umum

INSTRAN.org - Pengamat transportasi Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas, kurang sepakat dengan rencana Pemerintah Provinsi DKI...

  • Roadmap Kendaraan Listrik di Indonesia Perlu Segera Diselesaikan

    Jumat, 05 Maret 2021 11:51
  • 3 Fakta Holding Baterai Kendaraan Listrik RI Segera Terbentuk

    Jumat, 05 Maret 2021 11:32
  • KRL Merambah Rute Baru

    Kamis, 04 Maret 2021 10:45
  • Pemprov DKI Jakarta Masih Bungkam Soal Aturan Mobil 10 Tahun 'Haram' Masuk Jakarta

    Kamis, 04 Maret 2021 09:56
  • DKI Mau Batasi Usia Mobil Hanya 10 Tahun, Itu Cocoknya Buat Angkutan Umum

    Rabu, 03 Maret 2021 13:48

Metropolitan

Roadmap Kendaraan Listrik di Indonesia Perlu Segera Diselesaikan
Jumat, 05 Maret 2021
INSTRAN.org - Indonesia tengah menatap era kendaraan listrik. Oleh karena itu, roadmap Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) harus segera diselesaikan. Selanjutnya...
3 Fakta Holding Baterai Kendaraan Listrik RI Segera Terbentuk
Jumat, 05 Maret 2021
INSTRAN.org - Rencana pemerintah untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik segera terwujud. Sebab, holding baterai kendaraan listrik akan terbentuk dalam waktu dekat. Simak faktanya: Selanjutnya...
KRL Merambah Rute Baru
Kamis, 04 Maret 2021
INSTRAN.org – Kementerian Perhubungan mengkaji pemekaran jalur kereta rel listrik (KRL) ke berbagai wilayah selain Jakarta dan sekitarnya. Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati,... Selanjutnya...
Pemprov DKI Jakarta Masih Bungkam Soal Aturan Mobil 10 Tahun 'Haram' Masuk Jakarta
Kamis, 04 Maret 2021
INSTRAN.org - Wacana mobil berusia 10 tahun atau lebih bakal dilarang masuk Jakarta masih jadi tanda tanya besar bagi para pengendara di Indonesia. Sayangnya Pemprov DKI Jakarta yang notabene sebagai... Selanjutnya...
DKI Mau Batasi Usia Mobil Hanya 10 Tahun, Itu Cocoknya Buat Angkutan Umum
Rabu, 03 Maret 2021
INSTRAN.org - Pengamat transportasi Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas, kurang sepakat dengan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin membatasi usia kendaraan pribadi... Selanjutnya...
PEMBANGUNAN 1.150 RUSUN BARU, SUMBER KEMACETAN BARU PDF Cetak E-mail
Pemprov DKI Jakarta berencana membangun 1.150 unit Rumah Susun (rusun) baru pada tahun 2011 dengan anggaran Rp 10,76 triliun. Hal ini bisa dibilang bagus untuk menyediakan hunian baru yang layak bagi warga kelas menengah ke bawah, tetapi akan berdampak buruk pada upaya menangani kemacetan di ibukota karena pastin akan menimbulkan bangkitan perjalanan baru dalam jumlah yang sangat besar. Belum lagi dengan sistem aliran air bersih dan drainasenya yang pastinya akan semakin kompleks jika turun hujan di Jakarta. Jika ekses-ekses pembangunan rusun ini diabaikan, maka bersiap-siaplah untuk kian akrab dengan kemacetan parah di Jakarta sebagaimana tragedi Senin kelabu (25/10 2010) lalu.

Pembangunan rusun dan pusat-pusat belanja lainnya terasa kontradiktif, karena di kawasan megapolitan seperti Jakarta, dimana penambahan kapasitas transportasi seolah tak bisa dikembangkan lagi, tetapi di sisi lain kebutuhan akan layanan transportasi terus melonjak tajam tanpa kontrol. Terlebih dengan pembangunan 1.150 rusun baru ini, akan semakin sesak dan padatlah jalanan di ibukota. Hal inilah yang membuat kita, mau tidak mau harus memikirkan bagaimana caranya mengerem laju pertumbuhan demand transportasi di Jakarta (transport demand management/TDM). Oleh sebab itu, setiap pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan infrastruktur harus didahului dengan Analisa Dampak Lalu Lintas (Andalalin), sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 99 agar tidak menimbulkan gangguan berlebihan arus lalu lintas pada jaringan jalan di sekitarnya. 

Seyogyanya, Pemprov DKI Jakarta harus berkomitmen kuat mendekatkan pembangunan mal, apartemen ataupun perkantoran pencakar langit dengan prasarana angkutan massal. Konsep Transit Oriented Development (TOD) ini mungkin terasa baru bagi Indonesia. Oleh sebab itu, sudah selayaknya pengelola pusat perbelanjaan di kawasan Cililitan dan Pondok Indah yang mengintegrasikan pintu masuknya dengan halte busway mendapat penghargaan tersendiri karena telah berperan serta meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan massal. Inisiatif ini bisa dijadikan percontohan bagi pengelola dan pengembang lainnya agar memberikan akses langsung bangunannya dengan angkutan massal Transjakarta Busway. 

Isu faktual yang mencuat belakangan ini adalah rencana penerapan Electronic Road Pricing (ERP) dan kenaikan tarif parkir. Kedua rencana ini merupakan bagian dari konsep TDM tersebut, karena berdampak pada pengkebirian minat masyarakat untuk melakukan kegiatan transportasi, khususnya untuk menggunakan kendaraan pribadi. Sayangnya, saat ini, di mana kedua kebijakan tersebut masih dalam tahap rencana, Pemprov DKI Jakarta justru telah mengizinkan pembangunan puluhan gedung baru di tengah kota dan berencana membangun seribu lebih rumah susun yang pastinya akan menimbulkan bangkitan dan tarikan perjalanan dalam jumlah yang sangat besar. Potensi kemacetan pun sudah pasti bertambah karena jaringan jalan maupun jaringan transportasi massal di Jakarta ini bisa dibilang stagnant. 

Banyak masyarakat, bahkan orang awam sekalipun, yang tak habis pikir, bagaimana tingkat kepadatan di Kalibata setelah sebuah kompleks apartemen beroperasi nantinya, ataupun kompleks perbelanjaan dan 
hunian mewah di Kuningan jika telah beroperasi penuh di kemudian hari. Sungguh ironi, maksud hati mengatasi masalah perumahan murah layak belum tentu tercapai, potensi kemacetan parah sudah terbayang jelas di depan mata. Hal yang sama akan terjadi pada pembangunan 1.150 unit rusun baru. Alih-alih memenuhi kebutuhan perumahan golongan miskin, sebaliknya justru melahirkan sumber kemacetan baru. 

Sudah bukan rahasia lagi, jika ingin membeli sebuah rusun, seseorang calon pembeli harus mengeluarkan koceh hingga ratusan juta rupiah sebagai tanda jadinya. Sudah bisa ditebak, peruntukan pembangunan rusun murah layak untuk warga kelas menengah ke bawah hanyalah jargon semata dari para elit yang melakukan selingkuh politik dengan para pengusaha. Lengkaplah penderitaan warga miskin kota, sudah layanan transportasi massal-nya tidak diperhatikan, kondisi semakin diperburuk dengan semakin polutif, bising dan penuh sesaknya jalanan ibukota dengan angkuhnya kilauan cat mobil-mobil pribadi.  

Transportation follows development atau development follows development. Kedua konsep hubungan pembangunan kota dengan penyediaan prasarana transportasi tersebut seringkali diperdebatkan, mana yang lebih efektif. Terlepas dari perdebatan kedua konsep tersebut, yang jelas, pembangunan perkotaan dan penyediaan prasarana transportasi mempunyai interdependensi satu sama lain. Pembangunan perkotaan pasti membutuhkan layanan transportasi, dan layanan transportasi pasti mempunyai batasan kapasitas sehingga aspek lain yang membutuhkan layanan harus mempertimbangkan kapasitas ketersediaan layanan tersebut. Jika tidak maka ketidakseimbangan antara demand dan supply akan mengakibatkan ketidakharmonisan, baik berupa over supply (jalanan dan angkutan umum kosong, tidak terisi) ataupun over demand (jalanan macet). Pembangunan 1.150 rusun baru tanpa disertai dengan larangan membangun tempat parker, artinya memaksa penghuninya harus menggunakan angkutan umum, hanya akan menambah kereuwetan transportasi di Jakarta. Kemacetan lalu lintas akan terjadi di mana-mana. Oleh sebab itu rencana tersebut perlu dikaji secara serius. Boleh saja membangun 1.150 rusun baru, tapi para penghuninya dipaksa menggunakan angkutan umum, oleh karena itu menjadi kewajiban Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan fasilitas angkutan umumnya yang baik. 


Achmad Izzul Waro 
Darmaningtyas

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini626
mod_vvisit_counterKemarin2126
mod_vvisit_counterMinggu ini2752
mod_vvisit_counterBulan ini15550
mod_vvisit_counterSemua7385280
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download