INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Sudah Ada 3.000 Kartu OK Otrip yang Beredar untuk Masyarakat Jakarta

INSTRAN.org — Direktur Pelayanan Pengembangan Bisnis & SDM PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, hingga saat ini sudah 3.000 kartu OK Otrip yang...

Selama Uji Coba, Naik Angkot OK Otrip di Duren Sawit Bisa Tanpa Kartu Khusus

INSTRAN.org - Mulai Senin (15/1/2018) sore, masyarakat Jakarta Timur sudah bisa menjajal layanan OK Otrip dari Kampung Melayu menuju Duren Sawit....

Naik Angkot OK Otrip, Penumpang Harus "Tap In" dan "Tap Out"

INSTRAN.org - Sebanyak 15 angkot jurusan Kampung Melayu-Duren Sawit sudah melayani penumpang dengan program OK Otrip.

Transjakarta Tak Akan Melintas di Jalan Layang Pancoran

INSTRAN.org — Uji coba jalan layang Pancoran dilakukan hari ini dan dibuka untuk umum. jalan layang baru tersebut bisa digunakan kendaraan roda empat...

Operasional Jalan Layang Pancoran Akan Dievaluasi Seminggu Lagi

INSTRAN.org - Jalan layang Pancoran, Jakarta Selatan yang resmi dibuka per Senin (15/1/2018) akan mendapatkan evaluasi dari Dinas Perhubungan (Dishub)...

  • Sudah Ada 3.000 Kartu OK Otrip yang Beredar untuk Masyarakat Jakarta

    Selasa, 16 Januari 2018 10:49
  • Selama Uji Coba, Naik Angkot OK Otrip di Duren Sawit Bisa Tanpa Kartu Khusus

    Selasa, 16 Januari 2018 10:48
  • Naik Angkot OK Otrip, Penumpang Harus "Tap In" dan "Tap Out"

    Selasa, 16 Januari 2018 10:47
  • Transjakarta Tak Akan Melintas di Jalan Layang Pancoran

    Senin, 15 Januari 2018 15:15
  • Operasional Jalan Layang Pancoran Akan Dievaluasi Seminggu Lagi

    Senin, 15 Januari 2018 15:14

Metropolitan

Sudah Ada 3.000 Kartu OK Otrip yang Beredar untuk Masyarakat Jakarta
Selasa, 16 Januari 2018
INSTRAN.org — Direktur Pelayanan Pengembangan Bisnis & SDM PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, hingga saat ini sudah 3.000 kartu OK Otrip yang beredar di masyarakat. Kartu tersebut dapat... Selanjutnya...
Selama Uji Coba, Naik Angkot OK Otrip di Duren Sawit Bisa Tanpa Kartu Khusus
Selasa, 16 Januari 2018
INSTRAN.org - Mulai Senin (15/1/2018) sore, masyarakat Jakarta Timur sudah bisa menjajal layanan OK Otrip dari Kampung Melayu menuju Duren Sawit. Selama 14 hari ke depan, masyarakat bisa menjadi... Selanjutnya...
Naik Angkot OK Otrip, Penumpang Harus "Tap In" dan "Tap Out"
Selasa, 16 Januari 2018
INSTRAN.org - Sebanyak 15 angkot jurusan Kampung Melayu-Duren Sawit sudah melayani penumpang dengan program OK Otrip. Selanjutnya...
Transjakarta Tak Akan Melintas di Jalan Layang Pancoran
Senin, 15 Januari 2018
INSTRAN.org — Uji coba jalan layang Pancoran dilakukan hari ini dan dibuka untuk umum. jalan layang baru tersebut bisa digunakan kendaraan roda empat dan roda dua dari arah Cawang menuju Gatot... Selanjutnya...
Operasional Jalan Layang Pancoran Akan Dievaluasi Seminggu Lagi
Senin, 15 Januari 2018
INSTRAN.org - Jalan layang Pancoran, Jakarta Selatan yang resmi dibuka per Senin (15/1/2018) akan mendapatkan evaluasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya. Selanjutnya...
Masih Ada Pungutan Parkir Liar di Blok F Tanah Abang meski Sudah Diberi Peringatan PDF Cetak E-mail
Jumat, 10 November 2017 11:30
INSTRAN.org - Belakangan ini, sejumlah warga mengeluhkan adanya sistem bayar parkir berulang yang dikenakan untuk pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Di pos masuk parkir resmi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pengunjung akan terlebih dahulu ditarik uang parkir sebesar Rp 2.000 dan diberikan selembar karcis parkir secara manual.

Saat hendak mengambil kendaraan, pengguna jasa parkir kembali harus membayar biaya jasa mengeluarkan motor kepada seorang oknum bukan dari Dishub DKI sebesar Rp 2.000.

Pada pos parkir keluar, tarif progresif yang dikenakan juga tak sesuai. Kompas.com dikenakan tarif progresif sebesar Rp 2.000 untuk tiga puluh menit parkir.

Padahal, dalam mengenakan tarif parkir, Dishub DKI mengacu pada Pergub 179 Tahun 2013 tentang Tarif Pelayanan Parkir DKI. Dalam pergub itu disebutkan, tarif parkir mobil satu jam pertama adalah Rp 4.000. Setiap jam berikutnya Rp 2.000.

Tarif parkir sepeda motor adalah Rp 2.000 untuk satu jam pertama, dan Rp 1.000 untuk setiap jam selanjutnya. Sementara itu, tarif parkir bus atau truk Rp 6.000 untuk satu jam pertama dan Rp 3.000 untuk setiap jam selanjutnya.

Menindaklanjuti hal ini, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta memasang banner peringatan di area parkir Blok F Pasar Tanah Abang.

"Kepada pengguna jasa parkir. Pembayaran jasa layanan parkir resmi hanya ada pada pos/gardu parkir," demikian isi peringatan dalam banner seperti yang dikutip Kompas.com, Senin (6/11/2017).

Staf Humas UPT Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ivan Valentino mengatakan, dengan dipasangnya banner tersebut, diharapkan tak ada lagi pungutan parkir liar di kawasan parkir resmi.

Namun, pada Kamis (9/11/2017) Kompas.com kembali menjajal jasa parkir resmi di Blok F Pasar Tanah Abang.

Pada saat masuk, petugas tetap menggunakan cara lama. Ia mencatat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor dan memberikan selembar karcis parkir.

Petugas pun meminta tarif awal sebesar Rp 2.000. Kompas.com lantas diizinkan masuk. Di dalam area parkir masih terdapat sejumlah petugas tak berseragam Dishub DKI membantu pengunjung mengatur kendaraan.

Sekitar 20 menit kemudian Kompas.com kembali ke area parkir untuk mengambil kendaraan. Seorang petugas dengan kaos oblong berwarna abu-abu membantu mengeluarkan motor.

Meski demikian, petugas tersebut tak meminta ongkos jasa mengeluarkan motor.

"Enggak bayar (lagi) neng. Lanjut aja, tuh pintu keluarnya," tutur petugas tersebut.

Sesampainya di pos keluar, seorang petugas berseragam Dishub meminta karcis dan mengecek. Meski mengenakan seragam dishub, Kompas.com tak melihat tanda pengenal tertempel di seragamnya.

"Tiga ribu neng," ucapnya.

Kompas.com menjelaskan bahwa telah melakukan pembayaran di pos masuk dan mengritik tarif parkir yang tak sesuai dengan peraturan tarif parkir progresif.

Karena seharusnya, pengunjung tak perlu membayar biaya tambahan jika menggunakan fasilitas parkir kurang dari satu jam.

Tanpa banyak berkomentar, petugas pun segera mempersilakan Kompas.com untuk keluar dari area parkir.

Mahsyur Arif, pengguna jasa parkir blok F Tanah Abang juga mengaku dimintai uang di pintu keluar kendaraan. Padahal, sebelumnya ia sudah membayar.

"Sekarang enggak dimintain bayar lagi waktu di ngeluarin motor. Tapi pas keluar dimintain lagi Rp 3.000.

Padahal, Arif mengaku menggunakan jasa parkir selama sekitar satu jam. Seharusnya, Arif cukup membayar biaya tambahan sebesar Rp 1.000.

Pengguna jasa lain bernama Salma mengaku lebih berani menolak membayar pungutan liar setelah dipasang banner peringatan di kawasan parkir tersebut.


Sumber : Kompas.com, Jumat 10 November 2017

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/10562671/masih-ada-pungutan-parkir-liar-di-blok-f-tanah-abang-meski-sudah-diberi

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1509
mod_vvisit_counterKemarin2091
mod_vvisit_counterMinggu ini6057
mod_vvisit_counterBulan ini40523
mod_vvisit_counterSemua4039405
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download