INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Kemenhub Belum Tahu Profil Pemilik Kapal yang Karam di Danau Toba

INSTRAN.org - Kapal Motor Sinar Bangun V yang diduga mengangkut ratusan penumpang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara pada Senin, 18 Juni...

Jasa Marga: H+3 Arus Balik Tertinggi Sepanjang Sejarah

INSTRAN.org - PT Jasa Marga mengklaim arus balik ke Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama pada Selasa, 19 Juni 2018 atau H+3 Lebaran...

Derita Warga Bekasi Kena Dampak One Way Arus Balik Tol Cikampek

INSTRAN.org - Warga Bekasi, Jawa Barat meminta pemberlakuan one way arus balik di Tol Cikampek tidak sampai ke Jakarta. Sebab, dampak yang ditimbulkan...

220 Ribu Mobil Lewat Puncak, Satu Arah Ditambah Selama Lebaran

INSTRAN.org – Jumlah kendaraan yang memasuki jalur Puncak, Bogor dari H-7 hingga hari H Lebaran 2018 sebanyak 220.604 kendaraan.  Angka ini naik...

One way Tol Cikampek Dicabut, Lalu Lintas 2 Arah Lancar

INSTRAN.org - Rekayasa lalu lintas one way atau sistem satu arah di Tol Cikampek dari Brebes ke Halim secara resmi telah dihentikan pada pukul 04.20...

  • Kemenhub Belum Tahu Profil Pemilik Kapal yang Karam di Danau Toba

    Kamis, 21 Juni 2018 11:58
  • Jasa Marga: H+3 Arus Balik Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Kamis, 21 Juni 2018 11:56
  • Derita Warga Bekasi Kena Dampak One Way Arus Balik Tol Cikampek

    Kamis, 21 Juni 2018 11:54
  • 220 Ribu Mobil Lewat Puncak, Satu Arah Ditambah Selama Lebaran

    Kamis, 21 Juni 2018 11:53
  • One way Tol Cikampek Dicabut, Lalu Lintas 2 Arah Lancar

    Rabu, 20 Juni 2018 10:02

Metropolitan

Kemenhub Belum Tahu Profil Pemilik Kapal yang Karam di Danau Toba
Kamis, 21 Juni 2018
INSTRAN.org - Kapal Motor Sinar Bangun V yang diduga mengangkut ratusan penumpang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara pada Senin, 18 Juni 2018. Informasi dari Kementerian Perhubungan... Selanjutnya...
Jasa Marga: H+3 Arus Balik Tertinggi Sepanjang Sejarah
Kamis, 21 Juni 2018
INSTRAN.org - PT Jasa Marga mengklaim arus balik ke Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama pada Selasa, 19 Juni 2018 atau H+3 Lebaran merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Selanjutnya...
Derita Warga Bekasi Kena Dampak One Way Arus Balik Tol Cikampek
Kamis, 21 Juni 2018
INSTRAN.org - Warga Bekasi, Jawa Barat meminta pemberlakuan one way arus balik di Tol Cikampek tidak sampai ke Jakarta. Sebab, dampak yang ditimbulkan sistem satu arah menuju Jakarta itu adalah... Selanjutnya...
220 Ribu Mobil Lewat Puncak, Satu Arah Ditambah Selama Lebaran
Kamis, 21 Juni 2018
INSTRAN.org – Jumlah kendaraan yang memasuki jalur Puncak, Bogor dari H-7 hingga hari H Lebaran 2018 sebanyak 220.604 kendaraan.  Angka ini naik dibandingkan tahun lalu yang mencapai 207.473... Selanjutnya...
One way Tol Cikampek Dicabut, Lalu Lintas 2 Arah Lancar
Rabu, 20 Juni 2018
INSTRAN.org - Rekayasa lalu lintas one way atau sistem satu arah di Tol Cikampek dari Brebes ke Halim secara resmi telah dihentikan pada pukul 04.20 WIB, Rabu pagi. Selanjutnya...
Nasib Petugas Parkir di Sabang Setelah Parkir Meter Dikelola Dishub DKI Lagi PDF Cetak E-mail
Selasa, 13 Februari 2018 14:56
INSTRAN.org — Sejumlah petugas parkir di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, berharap kejelasan status mereka kepada UP Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Setelah kontrak PT Mata Biru, perusahaan pemenang tender mesin parkir meter di Jalan Sabang, habis, saat ini status mereka tidak jelas.

Saat bersama Mata Biru, para juru parkir dipagari kontrak kerja. Namun, saat pengoperasian mesin parkir meter beralih ke UP Perpakiran Dishub DKI, status para juru parkir semakin tidak jelas.

Sebut saja Albi, salah satu petugas parkir di Jalan Sabang, yang menceritakan nasib yang dialami bersama rekannya.

Albi mengatakan, saat ini ada puluhan petugas parkir yang bekerja di Jalan Sabang tanpa status yang jelas. Tidak ada kontrak antara Dishub DKI dan para juru parkir. Hal itu membuat sistem pembayaran yang diterima bukannya sistem gaji, melainkan uang makan.

Para juru parkir mendapatkan uang makan Rp 100.000 per shift. Ada tiga shift dalam sehari, pukul 06.00-14.00, pukul 14.00-22.00, dan pukul 22.00-01.00.

Albi mengatakan, mereka bekerja selama enam hari dalam seminggu. Setiap petugas parkir hanya mendapatkan jatah satu shift. Jika tidak bekerja atau sakit, para juru parkir tidak digaji.

"Dulu kan (PT) Mata Biru mau sejahterakan tukang parkir. Katanya kami diangkat supaya ada status. Dulu katanya tukang pakir ini enggak ada status (enggak berharga). Maunya juga dari UP Perparkiran ada kejelasan," ujar Albi.

Albi menceritakan, sebelum mata biru menangkan tender, Albi dan rekan lainnya telah bekerja di UP Perpakiran. Namun, mereka juga tidak memiliki status yang jelas.

Sistem penggajian saat itu menggunakan sistem setoran. Misalnya, dalam satu shift Albi wajib menyetor sekitar Rp 40.000 kepada petugas UPK Perpakiran. Jika sebelumnya Albi mendapatkan Rp 100.000, maka Rp 60.000 bisa dikantongi Albi.

Albi berharap dengan bergantinya pemimpin maka para petugas parkir juga bisa dimanusiakan kembali.

"Mudah-mudahan pemimpin yang sekarang lebih ngerti, ya," ujar Albi.

Senada dengan Albi, Iwan, juru parkir yang telah lanjut usia ini, menyampaikan harapannya agar Dishub DKI Jakarta memastikan sistem kerja dan status mereka. Iwan berharap mereka segera dikontrak Dishub DKI seperti pekerja harian lepas (PHL) yang kini bekerja di lingkungan Pemprov DKI.

Ayah lima anak ini berharap agar mendapatkan upah layak untuk menghidupi anak istrinya.

"Anak saya lima, ada yang masih kecil, ada juga yang sudah kawin, tetapi masih minta uang ke saya. Ya, maunya sih UMP, ya, kayak yang lain. Kami enggak nuntut makan enak, cuma pengin ada makan buat sehari-hari saja," ujar Iwan.

Mesin parkir di Jalan Sabang dinonaktifkan karena berakhirnya kerja sama dengan PT Mata Biru selaku operator pada 4 Desember 2017. Berbeda dengan sebelumnya yang dikelola PT Mata Biru, mesin parkir di Jalan Sabang kini dikelola UP Perparkiran.

Mengenai keluhan petugas parkir meter di Sabang, Kompas.com masih menunggu tanggapan dari UP Perparkiran Dishub DKI Jakarta.


Sumber : Kompas.com,  Selasa 13/02/2018

http://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/13/10031871/nasib-petugas-parkir-di-sabang-setelah-parkir-meter-dikelola-dishub-dki

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3911
mod_vvisit_counterKemarin3897
mod_vvisit_counterMinggu ini13303
mod_vvisit_counterBulan ini59509
mod_vvisit_counterSemua4467501
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download