INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Ganjil Genap Diperluas di DKI, Sandiaga Uno: Masih Pengenalan

INSTRAN.org - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berharap ganjil genap di beberapa ruas jalan di ibukota dapat mengurangi kemacetan lalu lintas...

Dirlantas: Evaluasi Penambahan Durasi Ganjil Genap Pekan Depan

INSTRAN.org - Penambahan durasi ganjil genap resmi diuji coba hari ini di ruas Jalan Gatot Subroto dan Sudirman-Thamrin dari 07.00-10.00 menjadi 06.00...

Demo Ojek Online, Ada Pengalihan Arus di Depan Gedung DPR

INSTRAN.org - Petugas Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan pengaturan dan pengalihan arus kendaraan saat demo ojek online di...

Polda Metro Jaya Kerahkan 7000 Personel Jaga Demo Ojek Online

INSTRAN.org - Petugas Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres Metro Jakarta Pusat siap menjaga demo ojek online di depan Gedung DPR/MPR, pada Senin,...

Ketika Bus Transjakarta Jadi Kanvas Lukisan Anak-anak Disabilitas...

INSTRAN.org - Satu unit bus transjakarta disulap menjadi kanvas untuk lukisan anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka bebas melukis apa saja di badan...

  • Ganjil Genap Diperluas di DKI, Sandiaga Uno: Masih Pengenalan

    Selasa, 24 April 2018 16:29
  • Dirlantas: Evaluasi Penambahan Durasi Ganjil Genap Pekan Depan

    Selasa, 24 April 2018 16:29
  • Demo Ojek Online, Ada Pengalihan Arus di Depan Gedung DPR

    Senin, 23 April 2018 13:00
  • Polda Metro Jaya Kerahkan 7000 Personel Jaga Demo Ojek Online

    Senin, 23 April 2018 12:59
  • Ketika Bus Transjakarta Jadi Kanvas Lukisan Anak-anak Disabilitas...

    Jumat, 20 April 2018 15:49

Metropolitan

Ganjil Genap Diperluas di DKI, Sandiaga Uno: Masih Pengenalan
Selasa, 24 April 2018
INSTRAN.org - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berharap ganjil genap di beberapa ruas jalan di ibukota dapat mengurangi kemacetan lalu lintas pada jam sibuk. Selama masa uji coba,  Selanjutnya...
Dirlantas: Evaluasi Penambahan Durasi Ganjil Genap Pekan Depan
Selasa, 24 April 2018
INSTRAN.org - Penambahan durasi ganjil genap resmi diuji coba hari ini di ruas Jalan Gatot Subroto dan Sudirman-Thamrin dari 07.00-10.00 menjadi 06.00-10.00. Kepala Subdit Penegakan Hukum Direktorat... Selanjutnya...
Demo Ojek Online, Ada Pengalihan Arus di Depan Gedung DPR
Senin, 23 April 2018
INSTRAN.org - Petugas Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan pengaturan dan pengalihan arus kendaraan saat demo ojek online di depan gedung DPR/MPR RI Jakarta Pusat, Senin, 23... Selanjutnya...
Polda Metro Jaya Kerahkan 7000 Personel Jaga Demo Ojek Online
Senin, 23 April 2018
INSTRAN.org - Petugas Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres Metro Jakarta Pusat siap menjaga demo ojek online di depan Gedung DPR/MPR, pada Senin, 23 April 2018. Selanjutnya...
Ketika Bus Transjakarta Jadi Kanvas Lukisan Anak-anak Disabilitas...
Jumat, 20 April 2018
INSTRAN.org - Satu unit bus transjakarta disulap menjadi kanvas untuk lukisan anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka bebas melukis apa saja di badan bus yang telah disiapkan.  Selanjutnya...
Nasib Petugas Parkir di Sabang Setelah Parkir Meter Dikelola Dishub DKI Lagi PDF Cetak E-mail
Selasa, 13 Februari 2018 14:56
INSTRAN.org — Sejumlah petugas parkir di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, berharap kejelasan status mereka kepada UP Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Setelah kontrak PT Mata Biru, perusahaan pemenang tender mesin parkir meter di Jalan Sabang, habis, saat ini status mereka tidak jelas.

Saat bersama Mata Biru, para juru parkir dipagari kontrak kerja. Namun, saat pengoperasian mesin parkir meter beralih ke UP Perpakiran Dishub DKI, status para juru parkir semakin tidak jelas.

Sebut saja Albi, salah satu petugas parkir di Jalan Sabang, yang menceritakan nasib yang dialami bersama rekannya.

Albi mengatakan, saat ini ada puluhan petugas parkir yang bekerja di Jalan Sabang tanpa status yang jelas. Tidak ada kontrak antara Dishub DKI dan para juru parkir. Hal itu membuat sistem pembayaran yang diterima bukannya sistem gaji, melainkan uang makan.

Para juru parkir mendapatkan uang makan Rp 100.000 per shift. Ada tiga shift dalam sehari, pukul 06.00-14.00, pukul 14.00-22.00, dan pukul 22.00-01.00.

Albi mengatakan, mereka bekerja selama enam hari dalam seminggu. Setiap petugas parkir hanya mendapatkan jatah satu shift. Jika tidak bekerja atau sakit, para juru parkir tidak digaji.

"Dulu kan (PT) Mata Biru mau sejahterakan tukang parkir. Katanya kami diangkat supaya ada status. Dulu katanya tukang pakir ini enggak ada status (enggak berharga). Maunya juga dari UP Perparkiran ada kejelasan," ujar Albi.

Albi menceritakan, sebelum mata biru menangkan tender, Albi dan rekan lainnya telah bekerja di UP Perpakiran. Namun, mereka juga tidak memiliki status yang jelas.

Sistem penggajian saat itu menggunakan sistem setoran. Misalnya, dalam satu shift Albi wajib menyetor sekitar Rp 40.000 kepada petugas UPK Perpakiran. Jika sebelumnya Albi mendapatkan Rp 100.000, maka Rp 60.000 bisa dikantongi Albi.

Albi berharap dengan bergantinya pemimpin maka para petugas parkir juga bisa dimanusiakan kembali.

"Mudah-mudahan pemimpin yang sekarang lebih ngerti, ya," ujar Albi.

Senada dengan Albi, Iwan, juru parkir yang telah lanjut usia ini, menyampaikan harapannya agar Dishub DKI Jakarta memastikan sistem kerja dan status mereka. Iwan berharap mereka segera dikontrak Dishub DKI seperti pekerja harian lepas (PHL) yang kini bekerja di lingkungan Pemprov DKI.

Ayah lima anak ini berharap agar mendapatkan upah layak untuk menghidupi anak istrinya.

"Anak saya lima, ada yang masih kecil, ada juga yang sudah kawin, tetapi masih minta uang ke saya. Ya, maunya sih UMP, ya, kayak yang lain. Kami enggak nuntut makan enak, cuma pengin ada makan buat sehari-hari saja," ujar Iwan.

Mesin parkir di Jalan Sabang dinonaktifkan karena berakhirnya kerja sama dengan PT Mata Biru selaku operator pada 4 Desember 2017. Berbeda dengan sebelumnya yang dikelola PT Mata Biru, mesin parkir di Jalan Sabang kini dikelola UP Perparkiran.

Mengenai keluhan petugas parkir meter di Sabang, Kompas.com masih menunggu tanggapan dari UP Perparkiran Dishub DKI Jakarta.


Sumber : Kompas.com,  Selasa 13/02/2018

http://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/13/10031871/nasib-petugas-parkir-di-sabang-setelah-parkir-meter-dikelola-dishub-dki

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1871
mod_vvisit_counterKemarin2744
mod_vvisit_counterMinggu ini4615
mod_vvisit_counterBulan ini58934
mod_vvisit_counterSemua4291391
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download