INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Terganjal Pembahasan Investasi

INSTRAN.org - Kelanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya masih tertahan di proses Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS). Pembahasan rencana...

DKI Akan Terbitkan Satu Kartu untuk MRT, LRT, Transjakarta

INSTRAN.org - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan kartu integrasi tiket kereta moda raya terpadu (MRT), light rail transit (LRT), dan bus...

KRL Bekasi-Kota Padat dan Telat Dampak Gangguan Kereta Barang

INSTRAN.org - Kepadatan penumpang terjadi di rangkaian kereta rel listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta Kota, khususnya yang naik melalui Stasiun...

Natal dan Tahun Baru: Penumpang Bandara Soekarno - Hatta Naik...

INSTRAN.org -Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang memperkirakan puncak...

Dahsyatnya Tabrakan Dua Kereta Cepat di Turki

INSTRAN.org - Dua buah kereta mengalami tabrakan di Ankara, Turki. Kecelakaan itu pun menewaskan 4 orang dan puluhan lainnya terluka.

  • Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Terganjal Pembahasan Investasi

    Jumat, 14 Desember 2018 13:59
  • DKI Akan Terbitkan Satu Kartu untuk MRT, LRT, Transjakarta

    Jumat, 14 Desember 2018 13:56
  • KRL Bekasi-Kota Padat dan Telat Dampak Gangguan Kereta Barang

    Jumat, 14 Desember 2018 13:55
  • Natal dan Tahun Baru: Penumpang Bandara Soekarno - Hatta Naik...

    Jumat, 14 Desember 2018 13:54
  • Dahsyatnya Tabrakan Dua Kereta Cepat di Turki

    Kamis, 13 Desember 2018 15:00

Metropolitan

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Terganjal Pembahasan Investasi
Jumat, 14 Desember 2018
INSTRAN.org - Kelanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya masih tertahan di proses Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS). Pembahasan rencana teknis, mulai dari rute hingga teknologi yang akan... Selanjutnya...
DKI Akan Terbitkan Satu Kartu untuk MRT, LRT, Transjakarta
Jumat, 14 Desember 2018
INSTRAN.org - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan kartu integrasi tiket kereta moda raya terpadu (MRT), light rail transit (LRT), dan bus Transjakarta. Masyarakat nantinya dapat menggunakan... Selanjutnya...
KRL Bekasi-Kota Padat dan Telat Dampak Gangguan Kereta Barang
Jumat, 14 Desember 2018
INSTRAN.org - Kepadatan penumpang terjadi di rangkaian kereta rel listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta Kota, khususnya yang naik melalui Stasiun Manggarai dan Stasiun Pasar Senen pagi ini. Tak cuma... Selanjutnya...
Natal dan Tahun Baru: Penumpang Bandara Soekarno - Hatta Naik...
Jumat, 14 Desember 2018
INSTRAN.org -Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang memperkirakan puncak angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 akan dimulai sejak 21... Selanjutnya...
Dahsyatnya Tabrakan Dua Kereta Cepat di Turki
Kamis, 13 Desember 2018
INSTRAN.org - Dua buah kereta mengalami tabrakan di Ankara, Turki. Kecelakaan itu pun menewaskan 4 orang dan puluhan lainnya terluka. Selanjutnya...
Jalan Margonda Jadi ERP, DPRD: Akan Ada Kemacetan di Jalan Lain PDF Cetak E-mail
Kamis, 12 April 2018 14:52
INSTRAN.org – Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan sampai saat pihaknya  belum mengetahui rencana penerapan sistem jalan berbayar atau electronic road pricing atau ERP di Jalan Margonda.

“Harus diperhatikan dulu kesiapannya. Itu boleh saja dan rencana bagus tapi harus dipikirkan solusi lainnya bagaimana," kata Hendrik pada Rabu 11 April 2018.

Pada 6 April 2018,  Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Eddy Iskandar Muda Nasution mengatakan, pemerintah Jawa Barat merencanakan mencoba jalan berbayar di sejumlah ruas jalan di Margonda.

“Jalan di Margonda itu macet, panjang lagi. (Selanjutnya) dengan di Bekasi , tapi akan dilihat dulu karena kalau terlalu banyak simpang susah juga (penerapannya),”  katanya.

Eddy mengatakan, Dinas Perhubungan Jawa Barat telah menandatangani kesepakatan bersama dengan PT Alita Praya Mitra, rekanan Kapsch Trafficomm asal Swedia yang bergerak di bidang instrumentasi transportasi.

Hendrik menjelaskan yang harus disiapkan adalah soal alternatif jalan lain untuk pengguna non berbayar.  Jika jalur Margonda dibuat pemisahan antara berbayar dan non bayar maka akan sangat mustahil, mengingat kapasitas jalan yang kecil.

Dia mempertanyakan apakah telah ada jalur alternatif dan bagaimana soal kajiannya.

“ERP di Margonda hanya akan membuat kemacetan baru di titik lain. Karena pengendara lain akan mencari alternatif jalan yang tidak berbayar. Sama saja hanya memindahkan kemacetan saja. Margonda bisa jadi tidak macet, tapi kemacetan bisa jadi ada di titik lain," kata Hendrik.

Anggota Komisi C DPRD Depok, Sri Utami menuturkan, kajian terhadap Jalan Margonda mutlak dilakukan sebelum penerapan ERP. Saat ini kata dia, ‎secara umum kondisi Jalan Margonda sering mengalami kemacetan panjang terutama di jam-jam sibuk.

"Keterlambatan pembangunan infrastruktur transportasi publik yang nyaman, aman, terintegrasi dan terjangkau kita saksikan dampaknya saat ini," katanya.

Hal ini diiringi kemudahan kepemilikan kendaraan pribadi serta maraknya transportasi online. Jadi, katanya, pendekatan penyelesaiannya harus terintegrasi‎.

"Pelebaran jalan bisa jadi opsi tapi tidak boleh mengorbankan jalur hijau di tengah. Karena itu jalur supply oksigen dan penyerapan polusi yang intensitasnya cukup pekat pada jam- jam padat," ungkapnya.

Solusi sementara lain adalah dengan membongkar separator jalur lambat dan cepat. Tujuannya kata dia agar kapasitas jalan bisa sedikit lebih lebar.

"Jika feasibitasnya baik ERP bisa saja diterapkan tapi tujuannya bukan untuk peningkatan PAD tetapi untuk mengalihkan preferensi masyarakat pada jam sibuk dan agar lebih merata penyebarannya di jam-jam lain," pungkasnya.

Senada, anggota DPRD Kota Depok Fraksi Golkar, Tajudin Tabri mengatakan, ERP baru sebatas wacana, namun dirinya mengaku agar kebijakan tersebut tidak bisa serta merta dilakukan.

“Jalan Magronda itukan jalan pemerintah, tidak ada investasi pihak ketiga seperti jalan tol, jadi ya diperuntukkan buat masyarakat jangan hanya kepentingan beberapa pihak,” kata Tajudin.

Menurut Tajudin, dengan pemberlakuan ERP, masyarakat akan merasa dirugikan, mengingat Jalan Margonda raya merupakan akses keluar masuk bagi warga depok.

“Sebetulnya masih ada banyak solusi kemacetan, tinggal bagaimana solusi tersebut yang memihak kepada masyarakat,” katanya.


Sumber : Tempo.co, Kamis 12 April 2018 

https://metro.tempo.co/read/1078765/jalan-margonda-jadi-erp-dprd-akan-ada-kemacetan-di-jalan-lain

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2576
mod_vvisit_counterKemarin3289
mod_vvisit_counterMinggu ini16321
mod_vvisit_counterBulan ini17304
mod_vvisit_counterSemua5009167
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download