INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Pakai 558 Tenaga Kerja Asing

INSTRAN.org - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 kilometer (km) tengah dibangun. Proyek ini mempekerjakan 1.946 orang tenaga kerja....

Usulan Rute Kereta Joglosemakerto Muncul Sejak 2004

INSTRAN.org - Kereta Api (KA) Yogyakarta-Solo-Semarang-Purwokerto (Joglosemarkerto) sudah mulai beroperasi pada 1 Desember 2018. Realisasi dari rute...

Nomadic Tourism akan Dikembangkan di Sepanjang Tol Trans Jawa

INSTRAN.org - Kementerian Pariwisata akan mengembangkan konsep nomadic tourism di sepanjang jalur tol Trans Jawa sekaligus mempromosikan destinasi...

Sebagian Besar Moda Transportasi Angkutan Natal dan Tahun Baru Diprediksi Naik

INSTRAN.org - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi moda angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mengalami peningkatan, kecuali untuk...

KRL Dicek di Bekasi, Macetnya Sampai Stasiun Manggarai

INSTRAN.org - Sempat terjadi kepadatan lalu lintas perjalanan KRL commuter line jurusan Manggarai-Jakarta Kota, Senin 10 Desember 2018. Juru bicara PT...

  • Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Pakai 558 Tenaga Kerja Asing

    Rabu, 12 Desember 2018 14:34
  • Usulan Rute Kereta Joglosemakerto Muncul Sejak 2004

    Rabu, 12 Desember 2018 14:33
  • Nomadic Tourism akan Dikembangkan di Sepanjang Tol Trans Jawa

    Selasa, 11 Desember 2018 15:10
  • Sebagian Besar Moda Transportasi Angkutan Natal dan Tahun Baru Diprediksi Naik

    Selasa, 11 Desember 2018 15:09
  • KRL Dicek di Bekasi, Macetnya Sampai Stasiun Manggarai

    Senin, 10 Desember 2018 15:19

Metropolitan

Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Pakai 558 Tenaga Kerja Asing
Rabu, 12 Desember 2018
INSTRAN.org - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 kilometer (km) tengah dibangun. Proyek ini mempekerjakan 1.946 orang tenaga kerja. Dari jumlah itu, sebanyak 558 orang merupakan tenaga... Selanjutnya...
Usulan Rute Kereta Joglosemakerto Muncul Sejak 2004
Rabu, 12 Desember 2018
INSTRAN.org - Kereta Api (KA) Yogyakarta-Solo-Semarang-Purwokerto (Joglosemarkerto) sudah mulai beroperasi pada 1 Desember 2018. Realisasi dari rute... Selanjutnya...
Nomadic Tourism akan Dikembangkan di Sepanjang Tol Trans Jawa
Selasa, 11 Desember 2018
INSTRAN.org - Kementerian Pariwisata akan mengembangkan konsep nomadic tourism di sepanjang jalur tol Trans Jawa sekaligus mempromosikan destinasi potensial di setiap wilayah yang dilalui. "Saya... Selanjutnya...
Sebagian Besar Moda Transportasi Angkutan Natal dan Tahun Baru Diprediksi Naik
Selasa, 11 Desember 2018
INSTRAN.org - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi moda angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mengalami peningkatan, kecuali untuk angkutan darat. Angkutan darat diprediksi turun karena... Selanjutnya...
KRL Dicek di Bekasi, Macetnya Sampai Stasiun Manggarai
Senin, 10 Desember 2018
INSTRAN.org - Sempat terjadi kepadatan lalu lintas perjalanan KRL commuter line jurusan Manggarai-Jakarta Kota, Senin 10 Desember 2018. Juru bicara PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI, Eva... Selanjutnya...
Kalau LRT Dibangun di Bawah Tanah, Mahal Nggak Ya? PDF Cetak E-mail
Selasa, 26 Juni 2018 14:56
INSTRAN.org - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyatakan, proyek light rail transit (LRT) tidak dibangun di dalam tanah (underground) karena menimbang biaya. Sebab, biaya yang dikeluarkan akan lebih tinggi jika di atas tanah.

"Underground lebih mahal lah," kata Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Memang, pihaknya tak memegang data terkait perbandingan antara LRT bawah tanah, sejajar dengan tanah, maupun di atas tanah (elevated). Namun, Ridwan mengatakan, selain masalah biaya ada pertimbangan teknis lain yang membuat pembangunan tidak di dalam tanah. Dia menyebutkan, karena informasi atau data di bawah tanah juga kurang lengkap.

"Selain biaya, sama masalahnya seperti membangun MRT, informasi bawah permukaan kita kurang lengkap, mesti disurvei," ujarnya.

"Kan harus digali, ada kabel, saluran air macam-macam," sambungnya.

Sementara, pihaknya mengatakan pembangunan LRT tidak dilakukan sejajar dengan tanah karena adanya LRT bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas.

"Terlalu banyak perlintasan, nanti jadi nggak efisien juga. Tujuannya mengurangi kepadatan lalu lintas kalau banyak perlintasan sebidang nanti salah satu LRT terhambat atau lalu lintas jalannya terhambat," ungkapnya.

Terpisah, Pengamat Tranportasi Darmaningtyas menjelaskan, pada umumnya membangun kereta di atas tanah (elevated) justru lebih murah jika dibandingkan dengan di bawah tanah. Bahkan, kata dia, nilai pembangunan di atas tanah separuhnya jika dibanding di bawah tanah. 

"Di mana-mana bangun di bawah lebih mahal seperti juga maintenance-nya. Yang normal itu separuhan, jadi katakan misalnya di atas itu misalnya membangun subway 1 km Rp 1 triliun, kalau bangun di atas rata-rata Rp 500 miliar. Jadi umumnya itu di atas itu, separuhnya dari bawah," jelasnya.

Namun, dia menuturkan, nilai itu hanya konstruksi. Sebab, ada faktor lain yang menunjang kemahalan pembangunan seperti pembebasan lahan, keamanan, dan lain-lain.

"Sekali lagi baru menghitung biaya konstruksinya, beton-betonnya itu, belum memasukkan item-item seperti pembebasan lahan, menjaga keamanan gitu-gitu lho," paparnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku curiga dan menduga ada mark up di proyek pembangunan light rapid transit (LRT) di Indonesia. Dia mempertanyakan kenapa tiang LRT tinggi-tinggi.

Menurut Fahri, pembangunan LRT di Indonesia terlihat ganjil. Keganjilan menurutnya pada pembangunan tiang pancang LRT yang disebutnya terlalu tinggi.

"Kenapa bikin LRT tiangnya tinggi-tinggi, ya kan. Bikin saja LRT di bawah tanah. Supaya nggak perlu ada biaya tiang. Tiangnya tinggi-tinggi, mahal banget itu," ujarnya. 


Sumber : detikFinance, Selasa 26 Jun 2018

https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4083856/kalau-lrt-dibangun-di-bawah-tanah-mahal-nggak-ya

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1949
mod_vvisit_counterKemarin2383
mod_vvisit_counterMinggu ini6921
mod_vvisit_counterBulan ini7904
mod_vvisit_counterSemua4999767
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download