INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

DKI Siapkan Dana Subsidi untuk Tiket MRT Jakarta, Jumlahnya?

INSTRAN.org - Terkait kemajuan pembangunan kereta Mass Rapid Transit (MRT) yang direncanakan beroperasi awal tahun depan, Pemerintah Provinsi DKI...

DKI Akan Jadwal Lagi Uji Coba ERP Jakarta Selama 20 Hari, Kapan?

INSTRAN.org -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menjadwal ulang untuk menerapkan uji coba sistem jalan berbayar elektronik atau Electronic Road...

Uji Coba ERP Ditunda, Dinas Perhubungan Tak Beri Penjelasan Rinci

INSTRAN.org - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menyatakan uji coba electronic road pricing ( ERP ) tidak jadi...

Wacana MRT ke Tangsel Masih Sebatas Studi Kelayakan

INSTRAN.org - PT Mass Rapid Transit ( MRT) Jakarta akan melakukan feasibility study atau studi kelayakan perpanjangan rute MRT dari Lebak Bulus ke...

Mewujudkan Transportasi yang Terintegrasi di Wilayah Aglomerasi

INSTRAN.org - Untuk menciptakan transportasi yang nyaman di wilayah ibukota, Kementerian Perhubungan merasa perlu menangani kemacetan dengan...

  • DKI Siapkan Dana Subsidi untuk Tiket MRT Jakarta, Jumlahnya?

    Jumat, 16 November 2018 10:21
  • DKI Akan Jadwal Lagi Uji Coba ERP Jakarta Selama 20 Hari, Kapan?

    Kamis, 15 November 2018 14:19
  • Uji Coba ERP Ditunda, Dinas Perhubungan Tak Beri Penjelasan Rinci

    Rabu, 14 November 2018 14:28
  • Wacana MRT ke Tangsel Masih Sebatas Studi Kelayakan

    Selasa, 13 November 2018 14:48
  • Mewujudkan Transportasi yang Terintegrasi di Wilayah Aglomerasi

    Senin, 12 November 2018 14:26

Metropolitan

DKI Siapkan Dana Subsidi untuk Tiket MRT Jakarta, Jumlahnya?
Jumat, 16 November 2018
INSTRAN.org - Terkait kemajuan pembangunan kereta Mass Rapid Transit (MRT) yang direncanakan beroperasi awal tahun depan, Pemerintah Provinsi DKI sudah menyiapkan dana kewajiban pelayanan publik atau... Selanjutnya...
DKI Akan Jadwal Lagi Uji Coba ERP Jakarta Selama 20 Hari, Kapan?
Kamis, 15 November 2018
INSTRAN.org -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menjadwal ulang untuk menerapkan uji coba sistem jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP) selama 20 hari di Jalan Medan Merdeka... Selanjutnya...
Uji Coba ERP Ditunda, Dinas Perhubungan Tak Beri Penjelasan Rinci
Rabu, 14 November 2018
INSTRAN.org - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menyatakan uji coba electronic road pricing ( ERP ) tidak jadi digelar 14 November 2018. Pemerintah menunda uji... Selanjutnya...
Wacana MRT ke Tangsel Masih Sebatas Studi Kelayakan
Selasa, 13 November 2018
INSTRAN.org - PT Mass Rapid Transit ( MRT) Jakarta akan melakukan feasibility study atau studi kelayakan perpanjangan rute MRT dari Lebak Bulus ke Tangerang Selatan.  Selanjutnya...
Mewujudkan Transportasi yang Terintegrasi di Wilayah Aglomerasi
Senin, 12 November 2018
INSTRAN.org - Untuk menciptakan transportasi yang nyaman di wilayah ibukota, Kementerian Perhubungan merasa perlu menangani kemacetan dengan melibatkan kawasan sekitar DKI Jakarta (Aglomerasi)... Selanjutnya...
Pengamat: Perhatian terhadap Transportasi Laut Masih Kurang PDF Cetak E-mail
Kamis, 05 Juli 2018 16:20
INSTRAN.org - Pengamat Transportasi Darmaningtyas menilai pemerintah masih kurang dalam memberi perhatian kepada manajemen dan penegakan aturan transportasi air. Hal ini diungkapkan Darmaningtyas menanggapi kecelakaan pelayaran yang terjadi dalam waktu dekat.

"Ya memang harus diakui bahwa perhatian terhadap angkutan laut itu selama ini kurang," ujar Darmaningtyas kepada detikcom, Selasa (3/7/2018).

Menurutnya, pemerintah saat ini masih terfokus pada pelayaran berskala besar dalam program tol laut. Namun pemerintah kurang memperhatikan pelayaran rakyat yang justru beroperasi di luar standar opersional.

"Pemerintah sekarang baru memulai yang besar-besar dengan Tol Laut, sementara yang kasus-kasus seperti yang Kapal Arista 13 Juni lalu, terus (KM Sinar Bangun) di Danau Toba, itu kan pelayaran rakyat. Nah yang kurang, atau belum mendapat perhatian itu pelayaran rakyat," katanya.

Darminingtyas mengungkapkan, masih banyak permasalahan dalam pelayaran rakyat tidak memperoleh perhatian pemerintah. Salah satunya ketersediaan dermaga yang memadai di seluruh pulau-pulau. 

"Menurut saya tahun 2019 itu pemerintah sudah harus mengarahkan perhatiannya terhadap pelayaran rakyat. Tapi kan jumlahnya banyak itu, karena kan pulau-pulau kita ini kan jumlahnya 17.000 lebih, itu kan berarti setiap pulau kan minimal ada dua dermaga. Jadi paling tidak minimal itu ada 34.000 dermaga, untuk membangun itu kan membutuhkan dana besar," ungkapnya.

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) itu pun menjelaskan, meski kecelakaan terjadi di tengah perairan, namun faktor dermaga turut mempengaruhi. Hal ini karena kecelakaan pelayaran yang terjadi sebagai akibat dari dampak sistemik aturan yang tidak ditegakkan.

"Itu sistemik, kenapa saya katakan sistemik, karena kan misalnya yang Kapal Arista yang tanggal 13, itu konon kan kapalnya kapal barang, berangkatnya dari pelabuhan ikan, bukan dari dermaga pelabuhan penumpang," jelasnya.

"Jadi kapalnya sudah tidak memenuhi standar, pelabuhannya tidak memenuhi standar, lalu tidak ada pelampung dan sebagainya, tidak ada manifes penumpang, jadi sistemik. Faktor cuaca itu kan sebetulnya (berhubungan) dengan teknologi sekarang, dengan peran BMKG," imbuhnya.

Untuk itu, faktor cuaca dikatakan Darmaningtyas tidak dapat sepenuhnya disebut menjadi penyebab kecelakaan pelayaran. Jika ada koordinasi yang baik dengan BMKG, maka kapal dapat dilarang berlayar karena cuaca buruk.

"Kan kalau sistemnya (koordinasi dengan BMKG) jalan bisa diketahui, apakah ini memungkinkan untuk berlayar atau tidak, kan begitu. Kalau zaman sekarang hampir tidak ter-update informasi dari BMKG, berarti kan teknologinya belum dimanfaatkan," tuturnya.

Darmaningtyas pun kembali menegaskan, kecelakaan pelayaran yang terjadi karena faktor sistemik. Banyak standar dan prosedur yang belum dijalankan dengan baik di pelayaran rakyat.

"Sistemik itu kapalnya belum memenuhi standar keselamatan, pelabuhannya atau dermaganya juga tidak memenuhi keselamatan, standar operasional prosedurnya itu juga nggak memenuhi standar keselamatan. Standar operasional prosedur keselamatan itu misalnya, sebelum naik penumpang diberi tahu di mana letak jaket pelampungnya, di mana menghadapi situasi darurat di air, itu standar operasional prosedur, nah itu tidak ada di pelayaran rakyat," ucapnya. 


Sumber : Detik.com, Rabu 04 Juli 2018

https://news.detik.com/berita/d-4097054/pengamat-perhatian-terhadap-transportasi-laut-masih-kurang?_ga=2.194102637.1327897470.1530782215-991299587.1527215714

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini447
mod_vvisit_counterKemarin4094
mod_vvisit_counterMinggu ini27199
mod_vvisit_counterBulan ini65725
mod_vvisit_counterSemua4975540
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download