INSTRAN.org

  • Indonesian
  • English
Baner
Kereta Api Terbakar, 47 Tewas PDF Cetak E-mail
HYDERABAD- Sedikitnya 47 penumpang tewas dalam kebakaran kereta api di negara bagian Andhra Pradesh, India, dini hari kemarin. Penyebab kebakaran tersebut belum diketahui pasti. Kebakaran ini terjadi ketika kereta melintasi Stasiun Nellore, 500 km di selatan Hyderabad, ibu kota Andhra Pradesh. Saat itu satu gerbong dari rangkaian kereta Tamil Nadu Express yang bertolak dari Chennai menuju Delhi terbakar. Para pejabat mengatakan, angka kematian dapat meningkat karena ada 72 penumpang di gerbong yang mengalami kebakaran.

B Sridhar, kepala administrasi distrik Nellore, menyatakan, 28 penumpang yang ada di gerbong itu terluka dan dibawa ke rumah sakit setempat. Dia mengatakan, kemungkinan kebakaran dipicu arus pendek listrik. ”Sebagian besar penumpang sedang tertidur ketika insiden itu pada pukul 04.20 waktu setempat (05.20 WIB),” tuturnya, dikutip BBC.”Kebakaran itu berlangsung sangat cepat. Satu pintu gerbong terkunci dan hanya tersedia satu pintu keluar.

Para penumpang pun saling berebut.” Untuk menyelamatkan para penumpang, gerbong yang terbakar didobrak menggunakan peralatan khusus. Gerbong itu pun mengalami kerusakan yang sangat parah. Beberapa penumpang juga ada yang ketakutan sehingga mereka nekat melompat dari gerbong. ”Saya terbangun ketika mendengar suara teriakan yang sangat keras. Saya hanya melihat asap hitam,” kata Y Sampath, seorang penumpang kereta, kepada harian The Hindu.

Dia berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari gerbong kereta. Dia bepergian dengan adiknya. Namun, adiknya tidak dapat diselamatkan. Para keluarga korban kebakaran itu berada di sekitar tempat kejadian. ”Saya bangun ketika orang berlarian ke gerbong kita. Saya berada di gerbong 10, dan gerbong 11 mengalami kebakaran,” ujar Shantanu, seorang penumpang, kepada NDTV News. Kereta nahas itu berjalan dengan kecepatan 110 km per jam ketika melewati Stasiun Nellore.

Saat itu staf kereta langsung mengabarkan kebakaran kepada petugas pemadam kebakaran dan otoritas kereta api. Perdana Menteri (PM) India Manmohan Singh mengungkapkan dukacita dan meminta kementerian perkeretaapian nasional untuk melakukan upaya penyelamatan.Menteri Perkeretaapian India Mukul Roy telah memerintahkan penyelidikan terhadap kebakaran di gerbong kereta Tamil Nadu Express. Maret lalu mantan Menteri Perkeretaapian Dinesh Trivedi meningkatkan anggaran keselamatan perkeretaapian.

Namun, dia terpaksa mengundurkan diri karena keputusan kontroversialnya menaikkan harga tiket bagi warga miskin. Kebijakan itu pun ditunda. India termasuk negara yang memiliki catatan kecelakaan kereta terburuk di dunia. Kecelakaan kereta telah menewaskan 1.220 orang selama lima tahun terakhir. Kecelakaan kereta api paling buruk pernah terjadi pada 1981. Saat itu kereta api jatuh ke sungai di Bihar dan menewaskan 800 orang. Kecelakaan merupakan hal yang umum terjadi di perusahaan kereta milik negara di India, sebuah jaringan besar yang menghubungkan setiap sudut negara itu. Sebanyak 9.000 kereta penumpang yang ada mengangkut 18 juta penumpang setiap harinya.

Sumber Berita: Seputar Indonesia, 31 Juli 2012

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/515464/38/

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini593
mod_vvisit_counterKemarin1506
mod_vvisit_counterMinggu ini5366
mod_vvisit_counterBulan ini31149
mod_vvisit_counterSemua804066
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.