INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner
Cerita Bule Australia Soal Keamanan dan Kenyamanan Transportasi di Singapura PDF Cetak E-mail
INSTRAN.org - Memiliki integrasi antara tiga moda utama, yakni Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit (LRT) dan bus yang baik membuat Singapura terkenal sebagai salah satu negara dengan transportasi umum yang baik.‎ Hal tersebut bahkan diakui oleh warga negara asing (WNA) yang ada di sana.

Graham (61), seorang turis asal Melbourne, Australia menyebut transportasi umum Singapura sebagai salah satu yang terbaik dari negara-negara yang sudah dikunjunginya. Pria yang sedang transit di Singapura dari tur keliling Eropa ini memuji keamanan dan kenyamanan transportasi umum di Singapura.

"Singapura termasuk tiga besar negara dengan sistem transportasi yang terbaik dari negara-negara yang sudah saya kunjungi. Ketepatan jadwal transportasi umum di sini setara dengan Tokyo dan Munich, sangat-sangat tepat waktu," tutur pria yang bekerja sebagai fotografer saat berbincang dengan detikcom di New Majestic Hotel, Singapura, Senin (25/5/2015).

Pekerjaannya sebagai fotografer membuat Graham kerap mengunjungi negara-negara di dunia. Bahkan Graham mengaku baru saja sampai di Singapura 2 hari yang lalu, setelah sebelumnya berkeliling Italia dan Spanyol selama satu bulan.

Selain ketepatan waktu, keamanan juga menjadi faktor penting bagi Graham ketika menaiki transportasi umum. Graham harus ekstra waspada saat berlibur ke Italia. Sebab copet rawan berkeliaran di moda transportasi umum seperti kereta.

"Sangat tidak nyaman menggunakan kereta di Italia, copet ada di mana-mana. Saya dan istri sampai harus menggenggam erat tas kami karena para copet menariknya sekuat tenaga, di depan umum," ujarnya.

Faktor keamanan membuat Graham leluasa berjalan-jalan di Singapura. Bahkan Graham mengatakan keamanan di jalanan Singapura lebih baik daripada daerah asalnya di Melbourne.

Sembari mengisap rokok, Graham bercerita bahwa ia bisa dengan bebas berjalan-jalan di Singapura pada dini hari. Sesuatu yang tidak akan dilakukannya di Melbourne dan Italia.

"Ada daerah-daerah yang saya tahu tidak aman di Melbourne. Di Italia lebih tidak aman lagi. Sementara di sini, saya bisa bebas pergi ke kafe atau pub pukul 3 pagi tanpa takut," urainya.

Ia mengapresiasi apa yang dilakukan Singapura dengan segala keterbatasannya. Dengan lahan darat yang terbatas, mereka mampu membuat jalanan menjadi tidak macet karena adanya electronic road pricing (ERP), MRT, LRT dan bus. Jalanan Singapura juga bersih dan terbebas dari sampah.

Graham mengatakan, mantan perdana menteri Lee Kuan Yew-lah sebagai‎ sosok yang berjasa atas kemajuan Singapura. Tanpa Lee Kuan Yew, menurutnya akan sangat sulit membuat warga Singapura menjadi negara yang dikenal tertib dan teratur seperti sekarang.

"Sangat senang melihat jalanan yang bersih dari sampah dan puntung rokok. Saya memang merokok, namun saya membawa asbak sendiri dan kalau tidak, duduk merokok di tempat-tempat yang sudah disediakan," tuturnya mengakhiri pembicaraan.

Sumber Berita: Detik.com, Selasa, 26/05/2015 10:54 WIB

http://news.detik.com/read/2015/05/26/105453/2925032/10/2/cerita-bule-australia-soal-keamanan-dan-kenyamanan-transportasi-di-singapura

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini248
mod_vvisit_counterKemarin2031
mod_vvisit_counterMinggu ini248
mod_vvisit_counterBulan ini40476
mod_vvisit_counterSemua3911257
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download