Proyek Jalan Layang Butuh Dana Rp1 Triliun Cetak
INSTRAN.org - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjungpinang Robert Pa sari - bu merinci, setidaknya di bu - tuh kan anggaran sebesar Rp1 tri liun untuk mewujudkan pem bangunan jalan layang (flyover) Tanjungpinang.

Robert menjelaskan, pem - ba ngunan flyover sepanjang 1,5 km ini direncanakan me ng - gunakan dana sharing. Pe me - rin tah Kota Tanjungpinang me - nyiapkan pembebasan lahan dan merancang feasibility study (studi kelayakan), sementara Pemerintah Provinsi Kepri nan - tinya diharapkan dapat me ran - cang detiled engineering design (DED). Dan, untuk pem bangu - nan nya nanti akan di ko mu ni - ka sikan dengan Ke menterian Pekerjaan Umum.“Konsepnya sudah disampaikan ke Pemprov Kepri mau pun Kementrian PU.

Jadi nanti Ke mentrian PU tidak lagi kaget saat mengajukan DED,” kata Robert Pasaribu. Jalan layang ini rencananya dibangun menghubungkan Ban dara Raja Haji Fisabilillah (Jalan Ganet) hingga Jalan Daeng Celak (Simpang RSUP), terbagi empat bagian dengan 3 jalur, dan lebar sekitar 9 meter. Jalan layang ini dibangun untuk mengantisipasi kemacetan ja - lan serta menata perwajahan Ibu Kota Provinsi Kepri. Dia menilai, alokasi ang ga - ran pembangunan proyek ini ti - dak terlalu besar, terlenih untuk pro yek skala nasional. Namun proyek ini memiliki manfaat sangat besar bagi masyarakat Tanjungpinang.

Disinggung mengenai la - han, Robert menyebut jika jalan la yang ini nantinya sebagian be - sar akan melalui lahan milik PT Sinar Bahagia Group sebagai pengembang Grand Bintan Center, yang kini mulai di - bangun di kawasan Pusat Bisnis Bintan Center. Belum lama ini, Dinas PU bersama Dinas Tata Kota dan Suryono selaku bos PT Sinar Bahagia Group telah meninjau empat titik lokasi yang me ru - pakan bagian dari jembatan layang yang bakal dibangun. Di mana, titik ini salah satunya akan bersentuhan dengan Grand Bintan Center.

Dalam hal ini, PT Sinar Bahagia Group telah me nyam - pai kan komitmennya akan me - ng hibahkan lahan miliknya, ter - lebih proyek ini untuk ke pen - tingan pembangunan. Robert tidak mengingat persis berapa luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan flyover ini. Hanya saja, sebagai gam ba ran, di sepanjang jalur jembatan layang ini, lahanyangdibe bas kanseluas 50 meter. “Nanti lahan di bawah jembatan itu akan dipagar un tuk mengamankan jalur jalan. Lahannya ada yang dihibahkan ada juga lahan milik warga yang diganti rugi, “ sebutnya. Melihat dari tahapannya, Robert berharap pembangunan jalan layang ini setidaknya su dah mulai dilaksanakan 2016. “Ini harus sudah diantisipasi untuk menghindarkan kemacetan,” tegasnya.

Sumber Berita: Koran Sindo, 18 Juni 2014

http://koran-sindo.com/node/397008

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine