INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner
Bekerja dengan Sepeda, Sepeda untuk Bekerja PDF Cetak E-mail
INSTRAN.org — Empat sepeda terparkir di dalam Taman Pemakaman Umum Blender, Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (1/12/2014). Pemakainya ialah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Sekretaris Kota Bogor Ade Syarif Hidayat, anggota staf, dan ajudan. Mereka berziarah dan memasang bambu runcing di salah satu makam pahlawan.

Seusai ziarah di makam pahlawan, Ade mendapat kabar duka ayahanda meninggal. Ade membonceng sepeda motor salah satu anggota staf Pemerintah Kota Bogor agar bisa segera sampai ke rumah guna mengurus pemakaman ayahanda.

Selepas kepergian Ade, Bima menyempatkan diri berziarah ke makam ayahanda dan ibunda yang juga ada di Blender. Kemudian, bersama tiga anggota staf, Bima kembali menggenjot sepeda ke Balaikota Bogor yang berjarak 4-5 km dari Blender.

Dengan masih memakai seragam Korps Republik Indonesia, celana kain panjang hitam, dan sepatu kets, mereka bersepeda melewati Blender, Kebon Pedes, Dadali, Beo, Bincarung, Merak, Ahmad Yani, Sudirman, dan berakhir di Balaikota Bogor di Jalan Juanda.

Di sepanjang perjalanan selama 30-45 menit itu, Bima mengumbar dan berbalas senyum serta sapa dengan warga. Ada yang heran melihat orang nomor satu Kota Bogor itu bersepeda.

”Oh, ternyata program imbauan agar PNS tidak memakai kendaraan pribadi setiap Senin,” kata Susanti, seorang warga yang sedang menunggu angkutan kota.

Setiba di kantor, Bima mempersiapkan diri untuk melayat ke rumah Ade di Ciheuleut, Bogor Timur. Menuju rumah duka, Bima memakai angkutan kota.

Baru yang lama

Sejak Senin (24/11/2014), Bima memang meluncurkan program PNS dilarang menggunakan kendaraan pribadi. Mereka diimbau naik sepeda atau angkutan umum menuju tempat kerja.

Program serupa pernah ada pada era sebelum Bima. Program yang kala itu disebut "Friday Bike to Work" tidak berjalan optimal. Program di era Bima ini punya semangat yang sama, yakni mengurangi kepadatan lalu lintas akibat pemakaian kendaraan pribadi oleh PNS.

Bagaimana tanggapan PNS Bogor dan apakah program ini bakal efektif? Sejumlah PNS, terutama yang berusia di atas 50 tahun, keberatan bersepeda karena tidak kuat. Beralih ke angkutan umum ada repotnya, yakni bergonta-ganti moda dan pengeluaran lebih banyak sebab tarif angkutan umum naik seiring harga baru bahan bakar minyak.

Yang jelas, Senin siang, lalu lintas di seputar Balaikota Bogor yang biasanya padat menjadi lebih lengang. Halaman kantor tua, tetapi megah itu pun kosong. Bima pun menginginkan kompleks itu setiap Senin dipenuhi sepeda milik PNS. Ia pun berjanji segera mewujudkan jalur sepeda di Kota Bogor.

Sumber Berita: Kompas.com, Selasa, 2 Desember 2014 | 14:00 WIB

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/12/02/1400002/Bekerja.dengan.Sepeda.Sepeda.untuk.Bekerja

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini753
mod_vvisit_counterKemarin3231
mod_vvisit_counterMinggu ini17796
mod_vvisit_counterBulan ini40289
mod_vvisit_counterSemua7158905
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download