INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Revitalisasi Terminal Agar Nyaman

INSTRAN.org - Pemerintah terus mengupayakan agar masyarakat beralih menggunakan angkutan umum, khususnya bus, dengan memberikan berbagai kemudahan. 

Perjalanan yang Nyaman dan Seru dengan Bus

INSTRAN.org - Perjalanan ke kantor memang butuh kenyamanan agar tidak merasa sudah keletihan sebelum mulai bekerja. 

Penanganan Bus Tak Banyak Berubah

INSTRAN.org – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta membuat informasi tentang data bus wisata sehingga masyarakat bisa mengecek kondisi bus...

Kemacetan Parah di Depan Universitas Pamulang, Warga Bikin Petisi

INSTRAN.org - Kemacetan lalu lintas kerap terjadi di depan kampus baru Universitas Pamulang di Jalan Raya Puspiptek, Tangerang Selatan. Seorang warga...

Via Instagram, Dirut MRT Kutuk Vandalisme di Gerbong Baru MRT

INSTRAN.org - Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) William Sabandar mengutuk keras adanya vandalisme di gerbong baru MRT di Depo Lebak Bulus,...

  • Revitalisasi Terminal Agar Nyaman

    Senin, 24 September 2018 16:03
  • Perjalanan yang Nyaman dan Seru dengan Bus

    Senin, 24 September 2018 16:02
  • Penanganan Bus Tak Banyak Berubah

    Senin, 24 September 2018 16:01
  • Kemacetan Parah di Depan Universitas Pamulang, Warga Bikin Petisi

    Senin, 24 September 2018 15:16
  • Via Instagram, Dirut MRT Kutuk Vandalisme di Gerbong Baru MRT

    Senin, 24 September 2018 15:15

Metropolitan

Revitalisasi Terminal Agar Nyaman
Senin, 24 September 2018
INSTRAN.org - Pemerintah terus mengupayakan agar masyarakat beralih menggunakan angkutan umum, khususnya bus, dengan memberikan berbagai kemudahan.  Selanjutnya...
Perjalanan yang Nyaman dan Seru dengan Bus
Senin, 24 September 2018
INSTRAN.org - Perjalanan ke kantor memang butuh kenyamanan agar tidak merasa sudah keletihan sebelum mulai bekerja.  Selanjutnya...
Penanganan Bus Tak Banyak Berubah
Senin, 24 September 2018
INSTRAN.org – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta membuat informasi tentang data bus wisata sehingga masyarakat bisa mengecek kondisi bus sebelum digunakan dan dapat menghindari kemungkinan... Selanjutnya...
Kemacetan Parah di Depan Universitas Pamulang, Warga Bikin Petisi
Senin, 24 September 2018
INSTRAN.org - Kemacetan lalu lintas kerap terjadi di depan kampus baru Universitas Pamulang di Jalan Raya Puspiptek, Tangerang Selatan. Seorang warga bernama Irvan Firnaldi akhirnya tidak tahan... Selanjutnya...
Via Instagram, Dirut MRT Kutuk Vandalisme di Gerbong Baru MRT
Senin, 24 September 2018
INSTRAN.org - Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) William Sabandar mengutuk keras adanya vandalisme di gerbong baru MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Jumat 21 September 2018.... Selanjutnya...
Tanggapan Pengemudi Ojek Daring Setelah Pelarangan Motor Dicabut PDF Cetak E-mail
Kamis, 11 Januari 2018 14:32
INSTRAN.org - Putusan Mahkamah Agung mencabut larangan sepeda motor di MH Thamrin hingga Merdeka Barat disambut bahagia beberapa pengendara ojek daring. Mereka senang karena tidak harus mencari jalur alternatif ketika mengantar pelanggan ke kawasan tersebut.

"Senang dan lega, selama ini kami kalau antar orang atau paket ke sana (MH Thamrin-Medan Merdeka Barat) harus muter-muter cari jalan tikus. Kalau (pelarangan) sudah dicabut, kami bisa lebih fleksibel," ujar seorang pengemudi ojek daring Jery di kawasan Menteng, kepada Kompas.com, Kamis (11/1/2018).

Putusan MA tersebut, lanjutnya, tidak hanya menguntungkan ojek daring, tetapi pengendara motor lainnya. Apalagi kawasan tersebut merupakan akses yang banyak dilalui pekerja kantoran.

Seorang pengendara Grab Bike Sanusi mengatakan, sudah sewajarnya aturan tersebut dicabut karena terkesan diskriminasi.

"Pengguna motor juga bayar pajak, artinya kewajiban sama, tetapi kenapa motor saja yang dilarang (melintas), mobil tidak. Kami harap sudah tidak ada diskriminasi lagi untuk motor, sama-sama cari nafkah, Mas," kata Sanusi.

Seorang pengendara Uber Motor Alif mengatakan, motor bukan penyebab kemacetan Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat. Sebab, ukuran motor tidak sampai setengah ukuran mobil. Menurutnya, mobil yang menyebabkan macet di Jakarta.

"Motor ini dimensinya tidak sampai setengahnya mobil, kenapa dibilang bikin macet. Yang banyak ambil ruas jalan, kan, mobil. Kalau dilarang di sana, lalu motor-motor lain lewat jalan alternatif sama saja hanya memindahkan lokasi kemacetan ke tempat lain," katanya.

Seorang pengendara Go-Jek Andri mengatakan, pencabutan larangan itu tak terlalu mempengaruhi aktivitasnya. Pria berusia 37 tahun yang juga menyambi sebagai kurir itu mengatakan, pekerja kantoran yang lebih diuntungkan atas aturan tersebut.

Jika dilihat dari jasa kurir, Andri lebih sering mengantarkan paket atau barang melalui pintu belakang. 

"Kalau antar barang atau jemput penumpang juga biasanya lewat belakang, seperti saat ke gedung Kementerian Perhubungan, itu kan masuknya dari Jalan Abdul Muis tidak melintas di Medan Merdeka Barat. Lalu kalau ke Sinarmas, itu juga masuk lewat Sarinah terus ke Jalan Agus Salim," kata Andri.

Menindaklanjuti putusan MA, petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencopot rambu-rambu larangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat. Para pengendara motor bisa melintasi kawasan tersebut tanpa takut ditindak polisi.


Sumber : Kompas.com, Kamis 11 Januari 2018

http://megapolitan.kompas.com/read/2018/01/11/14143441/tanggapan-pengemudi-ojek-daring-setelah-pelarangan-motor-dicabut

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini83
mod_vvisit_counterKemarin2093
mod_vvisit_counterMinggu ini2176
mod_vvisit_counterBulan ini57836
mod_vvisit_counterSemua4776218
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download