INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Menyigi Persoalan Transportasi Berbasis Aplikasi

INSTRAN.org – Negara mengistimewakan angkutan daring. Ini asumsi banyak warga negara dan menjadi rumor selama bertahun-tahun. Sejak moda transportasi...

YLKI: Biar Fair, SIKM Diterapkan di Semua Moda Transportasi

INSTRAN.org - Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta harusnya...

YLKI Sebut New Normal Transportasi Publik di Jakarta Dipaksakan

INSTRAN.org - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai DKI Jakarta belum saatnya untuk menerapkan new...

Kepadatan Arus Kendaraan di Jakarta Sudah Hampir Menyerupai Masa Sebelum Pandemi Covid-19

INSTRAN.org - Kepadatan arus kendaraan pribadi di DKI Jakarta sudah menyerupai kondisi saat sebelum pandemi Covid-19.

Jumlah Pengguna Kendaraan Pribadi di Jakarta Hampir Normal Lagi

INSTRAN.org - Saat ini aktivitas warga DKI Jakarta berangsur mulai aktif lagi. Pergerakan kendaraan pribadi pun dikatakan hampir sama dengan kondisi...

  • Menyigi Persoalan Transportasi Berbasis Aplikasi

    Jumat, 03 Juli 2020 10:02
  • YLKI: Biar Fair, SIKM Diterapkan di Semua Moda Transportasi

    Jumat, 03 Juli 2020 09:56
  • YLKI Sebut New Normal Transportasi Publik di Jakarta Dipaksakan

    Kamis, 02 Juli 2020 10:09
  • Kepadatan Arus Kendaraan di Jakarta Sudah Hampir Menyerupai Masa Sebelum Pandemi Covid-19

    Kamis, 02 Juli 2020 10:01
  • Jumlah Pengguna Kendaraan Pribadi di Jakarta Hampir Normal Lagi

    Rabu, 01 Juli 2020 09:42

Metropolitan

Menyigi Persoalan Transportasi Berbasis Aplikasi
Jumat, 03 Juli 2020
INSTRAN.org – Negara mengistimewakan angkutan daring. Ini asumsi banyak warga negara dan menjadi rumor selama bertahun-tahun. Sejak moda transportasi berbasis aplikasi itu popular, banyak perhatian... Selanjutnya...
YLKI: Biar Fair, SIKM Diterapkan di Semua Moda Transportasi
Jumat, 03 Juli 2020
INSTRAN.org - Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta harusnya berlaku di semua moda transportasi.  Selanjutnya...
YLKI Sebut New Normal Transportasi Publik di Jakarta Dipaksakan
Kamis, 02 Juli 2020
INSTRAN.org - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai DKI Jakarta belum saatnya untuk menerapkan new normal atau kenormalan baru dalam segala aspek. Selanjutnya...
Kepadatan Arus Kendaraan di Jakarta Sudah Hampir Menyerupai Masa Sebelum Pandemi Covid-19
Kamis, 02 Juli 2020
INSTRAN.org - Kepadatan arus kendaraan pribadi di DKI Jakarta sudah menyerupai kondisi saat sebelum pandemi Covid-19. Selanjutnya...
Jumlah Pengguna Kendaraan Pribadi di Jakarta Hampir Normal Lagi
Rabu, 01 Juli 2020
INSTRAN.org - Saat ini aktivitas warga DKI Jakarta berangsur mulai aktif lagi. Pergerakan kendaraan pribadi pun dikatakan hampir sama dengan kondisi normal sebelum pandemi virus Corona (COVID-19). Selanjutnya...
Jakarta Barat Minim Halte PDF Cetak E-mail
JAKARTA (SINDO) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat tak serius membangun sarana transportasi umum.Buktinya,keberadaan halte sebagai salah satu penunjang angkutan umum sangat minim. Padahal, halte berfungsi sebagai tempat tunggu calon penumpang angkutan umum. Selain itu, halte juga berfungsi sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Namun, karena minimnya halte banyak angkutan umum menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat sehingga menyebabkan kemacetan. Pantauan SINDO di lapangan, kawasan yang jumlah haltenya memadahi hanya di sepanjang Jalan S Parman dari Slipi hingga Grogol.

Di ruas jalan sepanjang tiga kilometer tersebut terdapat 10 halte bus reguler. Pemandangan kontras terlihat di sepanjang Jalan Daan Mogot hingga Terminal Kalideres. Di ruas jalan sepanjang 10 kilometer tersebut hanya terdapat 10 halte bus reguler, termasuk dua halte bus Transjakarta.Bahkan,sejumlah halte sudah berubah fungsi menjadi tempat berjualan dan pangkalan ojek.

Kondisi ini sangat dikeluhkan penumpang yang hendak menunggu angkutan umum. Weni, salah seorang pengguna angkutan umum mengaku tidak nyaman berlama-lama di Halte Cengkareng. Sebab, jika menunggu angkutan di halte tersebut sering kali digoda oleh pedagang dan tukang ojek. “Karena ada pedagang saya nunggu bus di ujung, kalau busnya sudah datang saya langsung lari,” ujarnya di Halte Cengkareng, kemarin.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jakarta Barat Kompol HM Sungkono menjelaskan, setiap 500 meter idealnya terdapat satu halte pemberhentian angkutan umum untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Pihaknya mengaku sering kali dihadapkan pada situasi yang dilematis.Jika ada bus berhenti menurunkan ataupun menaikkan penumpang di luar lokasi halte, petugas tidak menilang. Padahal, hal itu jelas-jelas merupakan pelanggaran.

Dia mencontohkan di Jalan S Parman di depan sebuah rumah sakit. “Keberadaan halte sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan, jika perlu halte dibuat senyaman mungkin, agar pengguna angkutan umum patuh, mau menjaga, dan mau berhenti di tiap halte,”ungkapnya. Sungkono juga membenarkan adanya oknum yang memanfaatkan keberadaan halte. Beberapa perangkat halte seperti papan nama hilang dicuri. Bahkan, dari 10 halte yang ada di Jalan Daan Mogot, empat di antaranya tidak terawat, berdebu, dan kotor.

“Pengawasan terhadap halte harus dilakukan setiap saat sebab ada saja oknum yang iseng”jelasnya. Sementara itu,Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Shaleh Taher enggan berkomentar banyak. Dia mengaku belum bisa memastikan jumlah halte reguler yang ada di Jakarta Barat, termasuk di sepanjang Jalan Daan Mogot.“ Saya akan mengecek,” ujarnya singkat. Peneliti Institut Studi Transportasi (Instran) Izzul Waro berpendapat, keberadaan halte cukup mempengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

Untuk itu, pemerintah seharusnya bisa membuat halte lebih nyaman, aman, dan menarik. Menurut dia, jarak ideal antarhalte adalah 300 meter. “Kalau halte dibuat menarik, nyaman dan aman akan menambah animo masyarakat untuk menggunakannya,” terang Izzul kemarin. Selain sebagai tempat pemberhentian angkutan umum, keberadaan halte bisa menjadi salah satu sumber pendapatan.

Menurut dia, di sekitar halte bisa dibuat areal perbelanjaan tanpa harus mengganggu fungsi utamanya sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang.“Jika di tiap halte disediakan semacam toko, otomatis pengguna angkutan akan menggunakan halte untuk menunggu bus,”bebernya. (ridwansyah)           
 
Sumber berita: Seputar Indonesia, 3 Januari 2011
Link: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/373295/ 

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2681
mod_vvisit_counterKemarin3147
mod_vvisit_counterMinggu ini20309
mod_vvisit_counterBulan ini13530
mod_vvisit_counterSemua6889050
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download