Macet di jalur transjakarta? Bukan lagi pemandangan aneh. Banyak moda transportasi lain memasuki jalur khusus ini. Akibatnya, jalur transjakarta kian padat. Transjakarta yang digagas sebagai moda transportasi umum bebas macet hanyalah wacana.
Menurut peneliti dari Institut Studi Transportasi (Instran), Izzul Waro, cara tercepat untuk meningkatkan kinerja transjakarta adalah mensterilkan jalur di semua koridor. "Sterilisasi di semua koridor tanpa terkecuali," kata Izzul kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Hasil survei yang dilakukan Instran dari periode 2004-2007 menyimpulkan bahwa kecepatan adalah alasan masyarakat untuk naik transjakarta. Oleh karena itu, menurutnya, ketika transjakarta tidak mampu memberikan jaminan kecepatan sebagai akibat jalur yang tidak steril, masyarakat akhirnya memilih naik kendaraan pribadi.
Izzul melanjutkan, tidak sterilnya jalur transjakarta juga kerap menimbulkan kecelakaan. "Kecelakaan bisa ditimbulkan dari kendaraan yang masuk di jalur. Masih kita ingat waktu itu di Manggarai ada penumpang yang turun dari metromini, di mana metromininya melaju di jalur transjakarta sehingga akhirnya penumpang tersebut tertabrak oleh bis yang ada di belakangnya," ucap Izzul.
Selain tidak sterilnya jalur, masalah lain yang masih menghinggapi moda transportasi yang sudah berusia enam tahun tersebut antara lain masih lamanya jeda kedatangan bus yang satu dengan yang lain, banyak halte yang kotor, belum beroperasinya koridor 9 dan 10, serta masalah lain terkait infrastruktur.
Sumber berita: Kompas.com, Detik.com, 14/01/2010; Koran Jakarta, 15/01/2010
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3

















