Penggunaan tiket terusan untuk bus Transjakarta dan kereta api Jabotabek ditolak sejumlah warga dan anggota DPRD DKI Jakarta. Mereka menyebutkan penggunaan tiket terusan belum menjadi kebutuhan mendesak. Yang harus dilakukan adalah elektronisasi tiket. Anggota Komisi B yang juga anggota Badan Anggaran DPRD, S Andyka, Rabu (3/2) mengungkapkan Pemerintah Provinsi seharusnya mengaji lebih detail rencana penggunaan Jak Card sebagai kartu untuk tiket terusan pada dua moda transportasi massal tersebut. Karena seharusnya Pemprov lebih mengedepankan perbaikan sistem tiket yang akan menggunakan sistem elektronisasi. Bukti dukungan untuk perbaikan sitem tiket tersebut, sambung Andyka, di antaranya diwujudkan melalui anggaran yang khusus diberikan pada tahun ini. Dengan anggaran yang sudah dialokasikan tersebut, secepatnya Pemprov memulai proyek perbaikan elektronisasi tiket. Saat ini, tiket elektronik hanya berjalan di koridor I dan sebagian koridor lain.
Penggunaan tiket terusan itu dipastikan harus menggunakan mesin elektronik untuk membaca kartu tiket. Hal ini membutuhkan biaya lagi Oleh karena itu, lebih baik Pemprov lebih memfokuskan pada perbaikan sistem tiket elektronik yang seharusnya bisa dinikmati di semua koridor. Pemprov harus berpikir realistis. Beberapa penumpang bus Transjakarta yang ditemui di halte yang tidak menggunakan tiket elektronik meminta Pemprov menghentikan program tiket terusan. Sebab tiket terusan hanya digunakan oleh orang tertentu saja. Sedangkan kalau elektronisasi tiket itu pasti akan digunakan oleh semua penumpang. Karena itu jelas sangat dibutuhkan. Seharusnya, jika tiket terusan tetap diterapkan, harga tiket yang diberlakukan pun harus satu paket. Artinya, untuk tiket bus Transjakarta dan kereta Jabotabek, harganya cukup satu. Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, M Akbar, meyakinkan program tersebut akan menjadi inovasi bermanfaat bagi masyarakat. Program tersebut diluncurkan untuk memberi kemudahan dalam membeli tiket. Selama ini, warga yang ingin menumpang bus Transjakarta dan atau kereta api harus membeli dulu tiket di stasiun.
Sumber Berita: Koran Jakarta, 04/02/2010
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3


















