Integrasi tiket busway dengan KA Jabotabek akan menjadi hawa segar untuk mendongkrak penumpang busway. Pasalnya, jika tiket telah terintegrasi dan hanya diwajibkan sekali bayar, dipastikan para penumpang KA dari kawasan penyangga akan memilih busway dibanding angkutan lain. Dampak positifnya, hampir separo lebih penumpang KA akan naik busway. Kalau mau ada integrasi, jangan setengah-setengah. Jangan hanya berorientasi pada bisnis semata, tapi utamakan pelayanan. Pelayanan yang dimaksud bagaimana dengan kartu Jak Card sebagai bentuk integrasi tiket busway-KA bisa memanjakan penumpang. Yakni dengan cara cukup sekali bayar. Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif Legislatif (Majelis) Sugiyanto.
Saat ini, KA commuter melayani jaringan rel listrik sepanjang 150 km yang menghubungkan rute Jakarta-Bogor, Jakarta-Bekasi, Jakarta-Tangerang serta Jakarta-Serpong. Rute sepanjang 150 km itu juga terdiri atas jalur lingkar (cir-r line) rute Jatinegara-Manggarai-Tanah Abang-Duri-Kampung Ambon-Pasar Senen hingga Jatinegara. Jumlah penumpang saat ini baru mencapai 347 ribu penumpang per hari. Pada 2012 mendatang diperkirakan mencapai 1,4 juta penumpang hingga 1,8 juta penumpang per hari. Sementara busway, dengan layanan delapan koridor saat ini, jumlah penumpang yang terangkut selama 2009 lalu sebanyak 83.205.397 orang. Rata-rata jumlah penumpang mencapai 250 ribu orang per hari. Namun, sayangnya, dengan jumlah tersebut, biaya operasional belum bisa ditutup. BLU Transjakarta masih harus disubsidi hingga Rp 350 miliar.Seperti diberitakan sebelumnya, ujicoba kartu Jak-Card sebagai bentuk integrasi tiket busway-KA akan dilakukan di empat stasiun. Stasiun Gambir, Stasiun Juanda, Stasiun Dukuh Atas serta Stasiun Jakarta Kota. Peluncuran Jak-Card dikerjasamakan dengan Bank DKI. Nantinya, sistem pembayaran seperti kartu kredit. Kartu bisa diisi ulang jika telah habis,
Sumber Berita: Indo Pos, 04/02/2010
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3

















