Pengamat transportasi Darmaningtyas menilai persoalan utama dalam sistem transportasi di Jakarta bukan hanya pada faktor teknis semata, namun juga nonteknis seperti konsistensi pemerintah dalam menjalankan program dan kebijakan menyangkut transportasi massal. Darmaningtyas mengatakan, pemerintah dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta, agar bisa konsisten dalam melaksanakan berbagai program dan kebijakan yang ada mengenai transportasi.
"Persoalannya adalah pada konsistensi dalam melaksanakan kebijakan. Rancangan pola transportasi yang bagus buat apa kalau tidak dikerjakan secara konsisten," kata Darmaningtyas dalam acara peluncuran bukunya, "Transportasi di Jakarta Menjemput Maut" di Jakarta Media Center, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (23/6/2010).
Pengurus Pusat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini kemudian mencontohkan mengenai pembangunan koridor busway. Setelah infrastruktur kebijakan itu direalisasikan, pemerintah justru tidak konsisten dalam pengelolaan operasional bus Transjakarta. Persoalan minimnya jumlah bus serta perawatan dan pelayanan yang belum maksimal menjadi contoh kurang konsistennya pemerintah dalam mekanisme pengelolaan.
Darmaningtyas menjelaskan, kebijakan yang berubah-ubah dalam pergantian gubernur seharusnya tidak dijadikan persoalan. Menurutnya, pemimpin yang baru harus betul-betul memperhatikan kebijakan yang telah diambil pemimpin sebelumnya. Menurutnya, kebijakan yang baik, sudah seharusnya diperhatikan dan dijalankan betul dalam tiap periode pemerintahan. "Intinya harus konsisten. Di luar negeri negara maju semua seperti itu," tandasnya.
Sumber Berita: www.kompas.com , 23/06/2010
| Comments |
|

















