REDAKSI YTH
Akhir-akhir ini, semakin memprihatinkan kalau tidak dikatakan menyedihkan sekaligus mengkhawatirkan. Beberapa fakta menunjukkan tingginya kemacetan, semakin rendah disiplin pengguna jalan, tingkat kecelakaan yang tinggi, dan lain-lain.
Apa yang menjadi penyebab hal tersebut terjadi? Barangkali pihak yang berkompeten telah mempunyai analisis dan langkah pemecahan. Sebagai anggota masyarakat dan pengguna jalan berpendapat bahwa sesulit apa pun masalahnya atau penyebabnya pada akhirnya tergantung dari bagaimana pihak yang terkait, dalam hal ini aparat atau polisi, dapat menangani masalah ini dengan baik dan benar. Meski disiplin pengguna jalan juga merupakan faktor yang penting, kembali kepada aparat kepolisian sebagai penegak hukum dalam menanganinya. Sebagai contoh, ketentuan three in one boleh dikatakan berjalan baik karena polisi begitu tegas dan sungguh-sungguh menanganinya.
Mengapa untuk peraturan lalu lintas yang lain tidak tertangani dengan baik? Contoh, ”pembiaran” peraturan lalu lintas yang banyak dijumpai, yaitu parkir dua/tiga lapis di badan jalan banyak ditemui di depan sekolah pada pagi hari, di depan kantor, bahkan di depan kantor polisi seperti di depan kantor Kepolisian Resor Jakarta Pusat Jalan Kramat Raya, dan lebih tragis lagi di bawah tanda larangan parkir. Bus/angkot berhenti di tengah jalan untuk menurunkan/mengambil penumpang. Untuk sepeda motor, banyak yang tidak menghidupkan lampu, tidak memakai helm, boncengan bertiga, menggunakan jalur berlawanan arah. Mobil dengan kecepatan rendah di jalur cepat. Lampu belakang dan rem mati. Dan masih banyak lagi penyimpangan.
NUGRAHANTO Taman Berdikari Sentosa Blok S, Rawamangun, Jakarta
Sumber berita: Kompas, Kamis, 29 Juli 2010 | 03:12 WIB
Link berita:
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3


















