INSTITUT STUDI TRANSPORTASI

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Product Publication

MELIHAT KINERJA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN

E-mail Print PDF

Oleh : Darmaningtyas

 

Departemen Perhubungan (Dephub) sebagai departemen teknis merupakan institusi yang sering mendapat sorotan dari masyarakat, mengingat dampak kebijakannya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kinerja Dephub dapat dilihat dari tingkat praktis di lapangan, konsepsional, sampai pada masalah regulasi.

Penilaian dari Lapangan

Bagi masyarakat awam, melihat kinerja Departemen Perhubungan bias dari tataran praktis di lapangan, yaitu banyaknya kecelakaan seperti pesawat, kapal laut, kereta api, dan kendaraan bermotor. Semua kasus kecelakaan itu menelan korban jiwa mencapai puluhan ribu jiwa setiap tahunnya dan kerugian material ratusan miliar rupiah. Kerugian yang tidak terhitung adalah terjadinya proses pemiskinan pada keluarga yang ditinggalkan mati akibat korban kecelakaan, terlebih bila yang menjadi korban kecelakaan itu adalah tulang punggung keluarga. Selama lima tahun terakhir (2005 – 2009 ini) angka kecelakaan bidang transportasiitu cukup tinggi sampai menimbulkan kecemasan masyarakat dalam bertransportasi. Bahkan masyarakat sempat trauma naik semua moda transportasi. Sebab ternyata angkutan laut pun tidak menjamin keselamatan. Tahun 2009 ini ada beberapa kecelakaan laut yang menelan banyak korban jiwa.

Read more...
 

Benarkah Ada Program Mengatasi Kemacetan?

E-mail Print PDF

Oleh: A. Izzul Waro, 27/3/2009

 

Setelah 5 tahun beroperasi, Transjakarta Busway belum juga mengatasi kemacetan akut di ibukota, dan banyak warga yang gundah dengan realita ini. Padahal, rakyat Jakarta suka atau tidak telah merelakan satu lajur jalannya untuk diambil dan dialihgunakan sebagai jalur istimewa milik bus kota "bebas hambatan" ini. Lantas hingga kapan busway bisa diharapkan menjadi solusi mengatasi kemacetan dan keruwetan lalu lintas kota Jakarta ini?

Setelah melalui banyak penelitian selama belasan tahun yang melibatkan para pakar transportasi dari dalam dan luar negeri, Jakarta akhirnya memiliki konsep penanganan transportasi secara makro yang cukup baik. Konsep tersebut menempatkan angkutan umum masal sebagai tulang punggung kelancaran arus mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun sayang, realisasi konsep-konsep visioner tersebut belum juga terejawantahkan. Pertama, Transjakarta Busway sebagai angkutan masal berbasis bus (BRT) ternyata masih mengahadapi banyak kendala yang tak terselesaikan dengan baik. Secara fisik, Transjakarta Busway memang telah menjadi BRT dengan rute terpanjang di dunia, namun ia masih memiliki performa di bawah standar pelayanan minimum layaknya sebuah sistem BRT.

Read more...
 


Banner

Gallery

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday0
mod_vvisit_counterYesterday169
mod_vvisit_counterThis week0
mod_vvisit_counterThis month1034
mod_vvisit_counterAll65458
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.


Get the Flash Player to see this player.

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Poll

Which content do you need from this website?
 

Online Guest

We have 8 guests online