INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Kasus Covid-19 Meroket, Satgas Minta Pemerintah Daerah Kembali Terapkan Ganjil-genap

INSTRAN.org - Angka penularan Covid-19 terus meroket di berbagai daerah di Indonesia. Lantaran itu, pemerintah daerah diminta membuat kebijakan untuk...

Satgas Minta Transportasi Umum Dibatasi 25% dan Hanya Sampai 20.00 WIB, Ini Respons PT KCI

INSTRAN.org - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah merekomendasikan sejumlah pembatasan kegiatan sosial...

Ahmad Sahroni Minta Kapolri Bongkar Jalur Sepeda, Pengamat Transportasi: Tidak Tepat Itu

INSTRAN.org - Pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menilai pernyataan anggota Komisi III DPR mengenai...

Pengamat Transportasi: Polisi tak Punya Wewenang Bongkar Jalur Sepeda

INSTRAN.org - Pengamat dari Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang mengatakan polisi tidak memiliki kapasitas untuk membongkar jalur...

Persetujuan Kapolri Bongkar Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin yang Tuai Kritik

INSTRAN.org - Keberadaan jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin terus menimbulkan kontroversi setelah pertama kali diuji coba...

  • Kasus Covid-19 Meroket, Satgas Minta Pemerintah Daerah Kembali Terapkan Ganjil-genap

    Senin, 21 Juni 2021 11:40
  • Satgas Minta Transportasi Umum Dibatasi 25% dan Hanya Sampai 20.00 WIB, Ini Respons PT KCI

    Senin, 21 Juni 2021 11:21
  • Ahmad Sahroni Minta Kapolri Bongkar Jalur Sepeda, Pengamat Transportasi: Tidak Tepat Itu

    Jumat, 18 Juni 2021 15:50
  • Pengamat Transportasi: Polisi tak Punya Wewenang Bongkar Jalur Sepeda

    Jumat, 18 Juni 2021 15:23
  • Persetujuan Kapolri Bongkar Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin yang Tuai Kritik

    Kamis, 17 Juni 2021 11:06

Metropolitan

Kasus Covid-19 Meroket, Satgas Minta Pemerintah Daerah Kembali Terapkan Ganjil-genap
Senin, 21 Juni 2021
INSTRAN.org - Angka penularan Covid-19 terus meroket di berbagai daerah di Indonesia. Lantaran itu, pemerintah daerah diminta membuat kebijakan untuk bisa menekan potensi penularan wabah yang... Selanjutnya...
Satgas Minta Transportasi Umum Dibatasi 25% dan Hanya Sampai 20.00 WIB, Ini Respons PT KCI
Senin, 21 Juni 2021
INSTRAN.org - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah merekomendasikan sejumlah pembatasan kegiatan sosial masyarakat yang lebih intensif dalam dua pekan ke depan. Selanjutnya...
Ahmad Sahroni Minta Kapolri Bongkar Jalur Sepeda, Pengamat Transportasi: Tidak Tepat Itu
Jumat, 18 Juni 2021
INSTRAN.org - Pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menilai pernyataan anggota Komisi III DPR mengenai pembongkaran jalur sepeda, tidak tepat. Selanjutnya...
Pengamat Transportasi: Polisi tak Punya Wewenang Bongkar Jalur Sepeda
Jumat, 18 Juni 2021
INSTRAN.org - Pengamat dari Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang mengatakan polisi tidak memiliki kapasitas untuk membongkar jalur sepeda di ruas jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta... Selanjutnya...
Persetujuan Kapolri Bongkar Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin yang Tuai Kritik
Kamis, 17 Juni 2021
INSTRAN.org - Keberadaan jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin terus menimbulkan kontroversi setelah pertama kali diuji coba pada Februari 2021 lalu.  Selanjutnya...
Bakal Ada Kucing-kucingan saat Mudik Dilarang PDF Cetak E-mail
Jumat, 09 April 2021 10:59
INSTRAN.org - Pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini. Seperti tahun lalu, pengamat transportasi memprediksi kucing-kucingan akan terjadi selama larangan mudik Lebaran tahun ini.

"Ya tahun lalu secara formal memang dilarang tapi pembangkangan tetap terjadi. Bukan hanya dengan truk, tapi juga dengan mobil bak seakan-akan mengangkut barang dan sepeda motor," kata Ketua Institut Studi Transportasi (INSTRAN) Ki Darmaningtyas kepada detikcom.

Untuk mendukung kebijakan larangan mudik, Polri akan membuat penyekatan di 333 titik dari Lampung hingga Bali. Itu adalah titik mobilisasi utama yang harus dilakukan penyekatan selain check point yang ada di beberapa daerah. Titik penyekatan ini akan dibangun di perbatasan provinsi maupun kabupaten untuk mengantisipasi pemudik.

Meski dilakukan penyekatan, diprediksi akan ada pemudik yang nekat melanggar kebijakan ini. Terlebih, pemudik juga bisa melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor. Menurut Darmaningtyas, mudik dengan sepeda motor agak sulit terkontrol karena jalurnya bisa melalui jalan-jalan alternatif yang tidak ada penjagaan.

"Saran saya mending boleh mudik dengan menggunakan angkutan umum, tapi protokol kesehatannya harus ketat, terutama untuk jaga jaraknya. Konsekuensinya tarif dinaikin, karena kalau tidak yang rugi operatornya. Dengan tarif tinggi maka hanya mereka yang betul-betul siap modal yang bisa mudik. Namun saran saya, di terminal-terminal perlu dilakukan tes GeNose agar yang mudik dengan bus juga terkontrol kesehatannya. Kalau di stasiun, pelabuhan, dan bandara tes sudah dilakukan sejak awal, tapi kalau di terminal-terminal sampai sekarang belum terlaksana," kata Darmaningtyas.

Soalnya, Darmaningtyas menilai, ada beberapa alasan mengapa masyarakat tetap nekat mudik. Salah satunya karena di Jabodetabek tidak ada yang dikerjakan dan tidak punya uang.

Tahun lalu, kucing-kucingan juga dilakukan para pemudik saat ada larangan mudik. Mereka mengakalinya dengan naik kendaraan pelat hitam, lewat jalan tikus, hingga nekat menumpang di bak truk.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri mengumumkan bahwa seluruh moda transportasi dilarang beroperasi selama masa mudik Idul Fitri 2021. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No PM 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama Idul Fitri 1442 H. Pelarangan operasional seluruh moda transportasi tersebut berlaku 6-17 Mei 2021.



Sumber : Detik.com, 9 April 2021

https://oto.detik.com/berita/d-5525842/bakal-ada-kucing-kucingan-saat-mudik-dilarang

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1316
mod_vvisit_counterKemarin2589
mod_vvisit_counterMinggu ini1316
mod_vvisit_counterBulan ini74305
mod_vvisit_counterSemua7689648
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download